Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, October 30, 2022

SMART PRO Jalan Ninja Menuju Duta Teknologi Kemdikbudristek Tahun 2022

 

Portofolio Digital Pembatik Level 4

 

Ada pepatah yang mengatakan: Tidak penting berapa kali kamu jatuh, yang lebih penting adalah berapa kali kamu bangkit setelah jatuh.

Bagi saya pepatah ini sangat mengena karena sebetulnya saya mengikuti Pembatik ini bukan baru tahun ini saja, melainkan sudah 3 kali saya mengikutinya. Pertama kali saya mengikuti kegiatan ini tahun 2018 kemudian 2019 dan sekarang. Hal yang membuat saya termotivasi untuk mengikuti program Pembatik ini adalah saya ingin menjadi seorang Duta Rumah Belajar atau yang sekarang ini disebut Duta Teknologi Kemdikbudristek.  

Saya ingin menjadi seorang Duta Teknologi Kemdikbudristek karena saya ingin mengabdikan diri saya demi pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran khususnya di sekolah saya dan sekolah - sekolah lain yang ada di wilayah Sumba Tengah sebagai daerah domisili saya dan wilayah Nusa Tenggara Timur pada umumnya. 

Dengan adanya pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, maka harapannya sedikit demi sedikit terwujud pembelajaran yang inovatif dan jika hal ini terwujud maka pendidikan yang ada di wilayah NTT dapat semakin meningkat mutunya. 

Memang ini adalah tugas yang berat namun saya meyakini bahwa saya tidak akan sendiri dalam menjalankan tugas ini jika saya dipercaya dan diberikan kesempatan untuk menjadi Duta Teknologi Kemdikbudristek dari Provinsi NTT pada tahun 2022. Sudah ada lima Duta Rumah Belajar sebelumnya serta para Sahabat Rumah Belajar NTT sebanyak 6 angkatan yang pastinya akan saling berkolaborasi dan bertransformasi mewujudkan ekosistem digital dalam merdeka belajar. 

Untuk menjadi seorang Duta Teknologi Kemdikbudristek di tahun 2022 ini saya mempunyai strategi tersendiri sesuai dengan potensi yang saya miliki. Potensi - potensi tersebut di antaranya adalah saya mempunyai passion dalam bidang menulis khususnya menulis di blog, selain itu saya juga aktif di media sosial terutama facebook. Potensi lain yang saya miliki juga adalah saya mempunyai jejaring dengan Bapak/Ibu guru, kepala sekolah, pengawas, dan pejabat dinas serta lembaga lainnya, bukan hanya yang berasal dari Kabupaten Sumba Tengah, namun juga di kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTT dan dari luar NTT. Selain itu dalam kapasitas saya sebagai seorang fasilitator daerah yang berkesempatan mendampingi kepala sekolah dan guru - guru di Kabupaten Sumba Tengah, saya pun tetap mempunyai ruang untuk berbagi dan berkolaborasi sambil melaksanakan diseminasi.

Berbagai potensi yang saya miliki ini dapat saya dayagunakan untuk mendukung terlaksananya strategi yang sudah saya susun dan saya tuangkan dalam rencana aksi/action plan yang disebut SMART PRO. SMART PRO merupakan singkatan dari (Sosial Media (S), Melakukan diseminasi (M), membuat Amunisi (A), Rekam video (R), Tulis di Blog (T) dan Pro adalah Portofolio digital). Penjabaran masing - masing bagian dapat dilihat pada file action plan berikut: 


Dengan berbekal rencana aksi yang saya susun untuk kegiatan Pembatik Level 4 ini, di mana saya harus berbagi dan berkolaborasi bersama para Duta Rumah Belajar dan Sahabat Rumah Belajar baik yang dari satu provinsi maupun lintas provinsi di Indonesia kepada guru atau komunitas guru, maka saya pun melakukan serangkaian aksi nyata diseminasi baik yang dilakukan secara tatap muka maupun tatap maya. 

Selama melakukan diseminasi baik secara tatap muka maupun tatap maya, banyak pembelajaran yang saya dapatkan. Saya juga belajar mengatur waktu, belajar berkomunikasi secara efektif dengan orang lain baik secara individu maupun kelompok/komunitas, belajar berkoordinasi demi terselenggaranya sebuah kegiatan dan tentunya berkolaborasi dan bertransformasi demi mewujudkan ekosistem digital. 

Tentu saja hal ini tidak mudah. Pada artikel yang saya tulis berupa narasi masing - masing kegiatan diseminasi, saya menceritakan tantangan yang saya hadapi di antaranya lokasi sekolah yang jauh, kondisi jalan yang tidak bagus, bahkan ada juga pembatalan kegiatan karena satu dan lain hal. Termasuk pada saat kegiatan webinar, di mana ada rekan SRB yang tidak dapat menjalankan tugas sesuai pembagian peran yang direncanakan, maka kami saling bahu membahu demi kelancaran kegiatan. Dan prinsip saya adalah saya tidak boleh menyerah. Sebagai seorang Sahabat Rumah Belajar, saya tetap bersemangat dalam melakukan rencana aksi yang telah disusun. 

Selama kurang lebih sepuluh hari, kami diberi kesempatan untuk melakukan diseminasi, saya telah menjalankannya sebanyak 15 kali kegiatan sehingga saya memberi nama aktivitas berbagi tersebut dengan nama Smart 1 sampai Smart 15. Masing - masing kegiatan saya dokumentasikan dalam bentuk vlog dan foto kemudian saya narasikan pada blog dengan masing - masing judul artikel. Satu kegiatan Smart, satu postingan blog. 

Selain itu, seperti yang saya tuangkan dalam rencana aksi, saya juga aktif berbagi di berbagai kanal media sosial yang saya miliki seperti : instagram, facebook, tik tok, dan youtube. Bahkan saya juga berbagi melalui grup Whatsapp (WA) dan telegram. Semua ini saya lakukan karena saat ini dunia sudah semakin berkembang. Kanal komunikasi sosial menjadi salah satu media penyampai pesan yang sangat efektif karena lebih praktis dan lebih cepat sampai pada penerima pesan. Tantangan terbesar yang saya hadapi ketika akan berbagi di media sosial adalah saya harus menyesuaikan konten yang akan saya bagikan sesuai dengan karakteristik media sosial dan juga sasaran / target dari media sosial yang saya gunakan. Sehingga membutuhkan waktu untuk membuat konten agar sesuai dengan harapan.

Saya menyadari satu hal bahwa ketika sekian banyak hal yang telah saya lakukan dalam rangka mendiseminasikan penerapan pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan Rumah Belajar dan PMM ini, maka saya perlu sebuah folder istimewa agar semua rekam jejak dokumentasi kegiatan itu dapat tersimpan dengan baik. Sehingga saya mempunyai gagasan untuk mengumpulkannya dalam bentuk portofolio digital (Pro). 

Portofolio digital ini juga merupakan salah satu bentuk pemanfaatan akun belajar.id karena saya membuatnya dengan menggunakan google site. Dengan google site, pembuatan portofolio digital sebagai rekam jejak selama mengikuti program Pembatik menjadi sangat mudah dan praktis karena cara membuatnya cukup dengan teknik drag and drop. Semua menunya sudah tersedia dan aplikatif. Inilah alasan selain saya mendokumentasikan langsung melalui postingan blog, saya juga tetap membuat portofolio digital menggunakan google site. 

Berikut ini adalah portofolio digital yang saya buat sebagai tugas akhir Pembatik Level 4. Di dalam portofolio digital ini saya menyematkan berbagai aktivitas saya sebagai Sahabat Rumah Belajar. Mari kita lihat bersama dokumen portofolio digital berikut ini: 

Selain portofolio digital, saya juga membagikan video praktik baik pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran inovatif SOLE terintegrasi dengan Rumah Belajar pada Platform Merdeka Mengajar (PMM). Mari, Bpk/Ibu guru, Sahabat Rumah Belajar, kita berikan umpan balik pada karya saya berikut ini: https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/141572 

Saya bersyukur atas kesempatan yang saya dapatkan dengan mengikuti program Pembatik dari Level 1 - Level 4 saat ini. Dan harapan saya, semua praktik baik yang sudah saya bagikan terutama melalui Portofolio Digital dan PMM dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi kita semua. 

Berikut ini adalah Vlog Smart Pro sebagai tugas akhir Pembatik Level 4: 




Salam Rumah Belajar. 
Belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. 

Theresia Sri Rahayu
Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022  #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022


Smart 15: Diseminasi Pemanfaatan Rumah Belajar Pada Pengelola dan Anggota Komunitas EGK Sumba Barat

 

Foto Saat Diseminasi Pada Komunitas English Goes Kampung 
di Kampung Prai Ijing Desa Tebara Kab. Sumba Barat


Salam Rumah Belajar.

Sahabat Rumah Belajar, hari ini Minggu, 30 Oktober 2022 saya kembali melakukan diseminasi terkait dengan Rumah Belajar dan pemanfaatannya dalam pembelajaran kepada pengelola komunitas English Goes Kampung dan anggota komunitasnya. Kebetulan pengelola English Goes Kampung (EGK) Sumba Barat adalah teman akrab saya dan kami pernah bersama - sama terlibat dalam proyek Beasiswa Australia Tahun 2021. 

Miss Jervin Herewila, S.Pd, beliau adalah pengelola Komunitas EGK Sumba Barat. Saya biasa memanggilnya Kak Jervin. Walaupun secara usia saya lebih tua dari Kak Jervin. Awal saya mengetahui komunitas EGK adalah saat saya bersama - sama dengan Kak Jervin mengikuti salah satu sesi pembelajaran di Kampung Prai Ijing - Desa Tebara Kab. Sumba Barat pada bulan Agustus yang lalu. 

Saya merasa sangat terkesan dengan keaktifan anak - anak di Kampung Prai Ijing saat belajar Bahasa Inggris dengan Kak Jervin. Anak - anak dari berbagai kelompok umur berbaur dan belajar bersama tanpa malu - malu. Kak Jervin sebagai pengelola komunitas "membaca" peluang yang ada di Kampung Prai Ijing. Peluang tersebut adalah dengan ditetapkannya Prai Ijing sebagai destinasi wisata favorit yang kerap dikunjungi oleh para turis baik domestik maupun asing. 

Dengan adanya peluang dan tantangan tersebut, maka Kak Jervin mencoba menjembatani kebutuhan para pengunjung situs Kampung Prai Ijing tentang budaya dan kearifan lokal sekaligus menghubungkan anak - anak di kampung tersebut dengan para turis melalui belajar Bahasa Inggris. 

Ketika saya membuka portal Rumah Belajar, saya menemukan banyak konten Bahasa Inggris yang menarik di fitur Sumber Belajar, jadi saya berkeinginan untuk membantu Kak Jervin dan anak - anak yang menjadi anggota EGK Sumba Barat terkait dengan pengembangan pengetahuan mereka. 

Sore tadi, saya bersepakat dengan Kak Jervin untuk bertemu dengan anak - anak di Kampung Prai Ijing. Kemudian saya pun diajak masuk ke kampung dan sebelumnya kami minta izin kepada salah satu warga untuk melakukan aktivitas di bagian dalam kampung. Hal ini perlu kami lakukan, selain untuk menghormati tuan rumah, kebetulan saat sekarang ini warga Kampung Prai Ijing sedang dalam masa "Wula Podu" yang artinya bulan mati, sehingga kami dilarang berisik dan membuat keributan di dalam kampung. 

Setelah mendapatkan spot yang bagus untuk melakukan diseminasi, saya pun segera menyampaikan terkait dengan Rumah Belajar dan pemanfaatannya dalam pembelajaran. Saya menemukan banyak hal menarik selama berinteraksi dengan anak - anak anggota EGK Sumba Barat khususnya yang ada di Kampung Prai Ijing, yaitu: masih ada anak yang belum mengerti Bahasa Indonesia (anak tersebut kira - kira berumur 5 tahun) dan mereka tidak ada yang memiliki HP (sekalipun ada anak yang sudah SMP dan SMA) sehingga dalam penjelasannnya saya dibantu oleh Kak Jervin dan beberapa orang tua yang memberi komando dari jarak jauh pada anak - anaknya. 




Kak Jervin melengkapi penjelasan saya dengan memberikan ilustrasi tentang Rumah Belajar seperti bangunan rumah yang di dalamnya ada beberapa kamar yaitu kamar utama dan kamar pendukung. Hal ini sangat menarik karena dapat membuat anak - anak lebih paham. 

Point Smart 15 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Think Globally and Act Locally. Maknanya kita dapat berpikir seluas dunia namun tidak melupakan budaya sendiri. 

Berikut ini adalah Vlog Smart 15: 



Theresia Sri Rahayu

Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022 #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022

Smart 14: Webinar Berbagi dan Berkolaborasi SRB Provinsi NTT

 

Flyer Kegiatan Smart 14


Salam Rumah Belajar

Sahabat Rumah Belajar, pada artikel kali ini saya ingin membagikan cerita tentang pelaksanaan diseminasi tatap maya yang kami lakukan pada kegiatan Smart 14. Diseminasi kali ini dilakukan secara berkolaborasi dengan para Sahabat Rumah Belajar NTT yang terdiri dari Ibu Oktaria, Pak Ali Zaenal, dan saya sendiri Ibu Theresia Sri Rahayu. 

Pada webinar kali ini, kami pun mengundang dua orang guest speaker yaitu Duta Rumah Belajar NTT Tahun 2020, Ibu Dewi Sekarsari, S.Pd.,GR dan Ketua Kelompok Kerja Kepala SD/MI (K3S) Kota Kupang, yaitu Pak Joni A. Higa Huki, S.Pd.,MM. 

Dengan komposisi ini, sasaran webinar kami sebenarnya adalah para kepala sekolah dan guru dari NTT, khususnya dari sekitar Kota Kupang. Namun kenyataannya, peserta lebih banyak berasal dari luar Kota Kupang. Bahkan ada peserta yang berasal dari Kediri, Jawa Timur. Hal ini terjadi karena setelah ruangan virtual meeting dibuka, peserta yang bergabung baru sedikit sehingga saya berinisiatif membagikan link kegiatan pada grup - grup nasional yang saya miliki. 

Seperti biasa, sebelum mulai kegiatan kolaborasi ini, kami melakukan beberapa persiapan di antaranya dengan membagi peran dan materi yang akan disampaikan pada saat webinar berlangsung. Pak Ali membuat link pendaftaran dan link virtual meeting. Bu Oktaria dan saya menghubungi guest speaker. Flyer kegiatan dibuat oleh Bu Oktaria dan schedule kegiatan dibuat oleh saya. 

Untuk pembagian materinya sebagai berikut: Saya membawakan materi terkait Platform Merdeka Mengajar sedangkan Bu Oktaria dan Pak Ali membawakan materi tentang Rumah Belajar. Pak Ali fokus menyampaikan tentang Sumber Belajar sedangkan Bu Oktaria menjelaskan tentang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. 

Pada pelaksanaan webinar, yang bertindak sebagai host adalah Pak Ali. Setelah Pak Ali memberikan pengantar, Pak Ali memberikan kesempatan pada Pak Joni sebagai guest speaker untuk menyampaikan materinya. Pak Joni menyampaikan terkait tentang penerapan kurikulum merdeka yang perlu didukung dengan pemanfaatan PMM dan Rumah Belajar. Selain itu, Pak Joni juga menyampaikan apresiasi kepada kami yang merupakan Sahabat Rumah Belajar karena kami berusaha untuk mengembangkan kompetensi yang kami miliki dengan mengikuti program Pembatik ini. Pak Joni pun memotivasi peserta yang lain untuk mengikuti kegiatan Pembatik tahun depan. 

Setelah itu berdasarkan rundown acara yang disusun, guest speaker kedua yang menyampaikan materi namun karena ada satu dan lain hal akhirnya langsung dilanjutkan dengan penyampaian materi pokok pertama oleh saya sendiri yaitu terkait dengan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Pada pemaparan ini, saya menyampaikan tentang cara mengakses PMM dan pemanfaatannya untuk mendukung pembelajaran inovatif yaitu untuk belajar, mengajar, dan berkarya. Kemudian masing - masing bagian saya kupas. Berikutnya Pak Ali menyampaikan materi tentang Sumber Belajar dan dilanjutkan oleh Bu Oktaria. 


Setelah semua pemateri menyampaikan materi pokoknya, selanjutnya guest speaker kedua yaitu DRB NTT 2020, Ibu Dewi menyampaikan motivasi dan apresiasi kepada kami yang hadir dalam kegiatan webinar. Ibu Dewi juga mengajak agar guru - guru memanfaatkan PMM dengan terlebih dahulu mengaktifkan akun belajar,id sebelum tanggal 30 Oktober, karena ke depannya semua aplikasi guru seperti SIM PKB, dll, hanya bisa diakses melalui PMM dan tentunya untuk bisa masuk ke PMM perlu akun belajar.id. 

Secara keseluruhan kegiatan webinar dalam rangka diseminasi implementasi pembelajaran inovatif yang terintegrasi dengan Rumah Belajar dan PMM dapat diselenggarakan dengan baik dan lancar. Saya pun merasa lega karena dapat berbagi serta berkolaborasi dengan SRB dari satu provinsi yaitu NTT. 

Point Smart 14 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Belajar, Mengajar, dan Berkarya 

Berikut ini adalah vlog Smart 14: 


Theresia Sri Rahayu

Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022 #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022

Smart 13: Diseminasi Pembelajaran Inovatif Model SOLE Terintegrasi Rumah Belajar dan PMM Pada Kasek dan Guru SMP Rakyat Parewa Tana

 

Foto Kegiatan Diseminasi Rumah Belajar 
di SMP Rakyat Parewa Tana

Salam Rumah Belajar 

Halo Sahabat Rumah Belajar, bagaimana dengan rencana week endnya? Apalagi hari Sabtu, 29 Oktober ini adalah hari kejepit nasional di mana hari Jumat kemarin libur, Minggu libur, dan Senin juga kalau di daerah kami libur karena ada perayaan Hari Reformasi bagi umat beragama Kristen Protestan. 

Jika Sahabat Rumah Belajar menghabiskan waktu untuk jalan - jalan saat week end, maka saya sebagai Sahabat Rumah Belajar menghabiskan waktu berkeliling menuju sekolah - sekolah lain untuk melaksanakan diseminasi. Beberapa waktu yang lalu saya juga sempat menghubungi sekolah - sekolah untuk melaksanakan diseminasi namun ada sekolah yang berhalangan karena di hari Sabtu ini mereka juga ada agenda lain yang harus dilaksanakan. 

Sehingga, saya pun tetap berjalan mencari sekolah yang dapat saya kunjungi. Dari SDM Waibakul, saya mengarah ke bagian selatan kurang lebih 2 km yaitu SDN Laimajori namun ketika sampai di sana, saya mendapati sekolah sudah kosong. Kemudian dari SDN Laimajori saya mengarahkan kendaraan ke SDM Tama Au yang berjarak sekitar 7 km dari lokasi SDN Laimajori. Sampai di sana pun sekolah sudah sepi, walaupun saat itu masih sekitar Pukul 11.00 Wita. Ternyata ada beberapa penyebabnya yaitu kesibukan sekolah dalam persiapan ANBK gelombang 3, urusan pesta dan urusan duka. 

Dengan berat hati, saya pun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, saya mencoba menghubungi Kepala SMP Rakyat Parewa Tana yang sempat saya hubungi sebelumnya terkait rencana diseminasi ini. Kemudian beliau menceritakan bahwa saat itu guru - guru sudah mau pulang karena sudah siang. Jadi saya minta waktu sekitar 15 - 20 menit saja untuk bertemu dengan guru - guru. Dan akhirnya beliau mengizinkan. 

Saya pun bergegas menuju ke SMP Rakyat yang berjarak sekitar 5 km dari rumah. Kemudian saya mendapati kepala sekolah dan guru - guru di ruang kantor guru. Kami pun berkumpul dan saya mulai melakukan diseminasi. Kebetulan salah satu guru SMP Rakyat adalah orang tua siswa di sekolah lama saya yaitu di SDN Waihibur. Sekarang siswa saya itu sudah SMP dan bersekolah di SMP Rakyat juga Kelas VII. 

Jadi saya mengingatkan kembali kepada guru tersebut untuk terus menggunakan aplikasi Rumah Belajar yang ternyata masih terinstal di HP nya. Guru - guru yang lain pun sambil menyimak pemaparan, melihat brosur yang telah saya siapkan dan tidak begitu sulit untuk menjelaskan mengenai fitur utama serta fitur pendukung dari Rumah Belajar kepada para guru tersebut karena guru - guru di SMP relatif lebih terbiasa menggunakan alat - alat TIK dan memanfaatkan berbagai aplikasi pembelajaran. 

Secara umum kegiatan diseminasi dalam waktu singkat ini sudah terlaksana dengan baik hanya ketika hendak merekam, baterai HP saya lowbat sehingga hanya bisa mengambil foto dokumentasi kegiatan. Tapi yang terpenting adalah guru - guru dapat mengenal dan memanfaatkan Rumah Belajar melalui penjelasan yang saya sampaikan tadi dan mereka pun sudah dibekali dengan informasi yang terdapat pada brosur Rumah Belajar. 

Point Smart 13 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk hal yang bermanfaat. 

Berikut ini adalah beberapa foto dokumentasi kegiatan diseminasi di SMP Rakyat Parewa Tana: 






Theresia Sri Rahayu

Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022 #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022

Smart 12: Diseminasi Pembelajaran Inovatif Model SOLE Terintegrasi Rumah Belajar dan PMM Pada Kasek dan Guru SDM Waibakul

 

Foto Bersama Guru - Guru SDM Waibakul
Setelah Melakukan Diseminasi


Salam Rumah Belajar 

Sahabat Rumah Belajar, setiap kesempatan baik tidak pernah datang dua kali, benar bukan? Oleh karena itu jangan pernah sia - siakan kesempatan yang ada di depan mata. Hal ini pula yang saya lakukan pada hari Sabtu, 29 Oktober 2022 kemarin. 

Setelah saya pulang dari SDN Anakalang, saya melihat beberapa orang guru di SDM Waibakul sedang duduk - duduk di depan koridor sekolah. Lalu saya pun membelokkan arah kendaraan dan parkir di halaman sekolah. Walaupun sebetulnya tidak direncanakan namun karena melihat kesempatan yang ada, maka saya pun tidak mau menyia - nyiakannya. 

Saay segera turun dari motor dan mengajak salah satu guru untuk berkomunikasi sambil saya menyampaikan maksud dan tujuan saya singgah di sekolah mereka. Kebetulan saat itu menurut informasi yang saya peroleh, kepala sekolah sedang sakit sehingga saya hanya berkomunikasi dengan salah satu guru di sekolah tersebut. 

Saya pun diajak masuk ke salah satu ruangan kelas dan guru tersebut memanggil teman - teman guru yang lain untuk bersama - sama mengikuti diseminasi ini. 

Saya merasa sangat senang karena dapat diterima oleh teman - teman guru di sekolah ini, walaupun saat itu waktunya terbatas karena mereka harus segera pergi melayat ke tempat duka karena ada suami salah seorang guru dari sekolah lain yang meninggal dunia. 

Dalam waktu singkat saya membagikan brosur sambil menjelaskan tentang praktik baik pembelajaran yang saya lakukan terutama dengan mengintegrasikan Rumah Belajar dan PMM. Memang saat itu belum ada tanggapan dari para guru karena situasi dan kondisi yang terjadi, Namun sepintas saya melihat para guru juga tertarik untuk mencoba model pembelajaran inovatif seperti yang saya sampaikan karena kaitannya dengan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). 

Point smart 12 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Jangan pernah menyia - nyiakan kesempatan yang ada. 

Berikut ini adalah Vlog Smart 12: 



Theresia Sri Rahayu

Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022 #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022

Smart 11: Diseminasi Pembelajaran Inovatif Model SOLE Terintegrasi Rumah Belajar dan PMM Pada Kasek dan Guru SDN Anakalang



Foto Bersama Guru - Guru SDN Anakalang
Setelah Melakukan Diseminasi

Salam Rumah Belajar

Halo Sahabat Rumah Belajar, bagaimana kabarnya? Pasti Sahabat Rumah Belajar penasaran ada cerita apa lagi kali ini dalam rangka diseminasi Implementasi Pembelajaran Inovatif yang mengintegrasikan portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar. 

Pada artikel ini pertama - tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pembaca setia blog Cikgu Tere ini kemudian saya juga ingin berterima kasih kepada Pusdatin Kemdikbudristek yang telah memberikan kesempatan kepada saya sebagai Sahabat Rumah Belajar NTT Tahun 2022 untuk terlibat dalam berbagai kegiatan berbagi dan berkolaborasi pada Pembatik Level 4 ini. 

Saya juga berterima kasih kepada para Duta Rumah Belajar NTT dan Duta Rumah Belajar dari daerah lain yang sudah memberikan bimbingan serta motivasi yang meringankan langkah kami dalam berkolaborasi melalui berbagai kegiatan diseminasi baik secara tatap muka maupun tatap maya melalui webinar. 

Semua bentuk dukungan dan motivasi ini sangat berarti bagi saya secara pribadi sehingga pada hari Sabtu kemarin, tanggal 29 Oktober 2022, saya tetap menjalankan tugas saya untuk mengunjungi beberapa sekolah yang ada di Kab. Sumba Tengah dalam rangka diseminasi. 

Sekolah yang saya datangi pertama adalah SDN Anakalang. Di sekolah ini saya disambut dengan hangat oleh para guru. Mereka juga sudah menyiapkan ruang kelas untuk diseminasi lengkap dengan in fokus dan layar yang sudah terpasang. Saya merasa terharu dengan perhatian yang mereka berikan. Hal ini merupakan bentuk dukungan bagi saya sebagai Sahabat Rumah Belajar. 

Sama halnya dengan beberapa sekolah yang saya datangi, saya pun menyampaikan diseminasi terkait dengan praktik baik pembelajaran yang saya lakukan bersama dengan siswa kelas IV di sekolah saya yaitu menerapkan model pembelajaran inovatif SOLE yang diintegrasikan dengan Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar (PMM). 

Guru - guru juga tampak asyik menyimak pemaparan yang saya lakukan sambil sesekali mencatat point penting seperti cara mengakses Rumah Belajar dan fitur - fitur utama serta fitur pendukung dalam Portal Rumah Belajar. Selain itu saya juga menyampaikan informasi terkait akun belajar.id yang harus segera diaktifkan sebelum tanggal 30 Oktober 2022. 




Di akhir diseminasi, kami pun menyempatkan untuk berfoto bersama sekaligus untuk dokumentasi kegiatan. Terima kasih koordinasi yang baik serta dukungannya bagi saya, Bapak/Ibu guru dan Kepala SDN Anakalang. Mari terus optimalkan bantuan - bantuan pemerintah terutama alat - alat TIK agar dapat lebih bermanfaat terutama bagi siswa. 

Point Smart 11 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Buatlah rencana apa yang akan dilakukan dan lakukanlah apa yang sudah direncanakan. 

Berikut ini adalah vlog Smart 11: 



Theresia Sri Rahayu

Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022 #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022


Saturday, October 29, 2022

Smart 10: Webinar Berbagi dan Berkolaborasi SRB Lintas Provinsi NTT, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah

 

Flyer Kegiatan Smart 10

Salam Rumah Belajar. 

Halo Sahabat Rumah Belajar. Tidak ada bosan - bosannya saya berbagi cerita pengalaman saat melakukan diseminasi Pembatik Level 4. Semoga Sahabat Rumah Belajar juga tidak pernah bosan untuk mengeksplorasi setiap fitur yang ada di portal Rumah Belajar ya, karena pastinya sangat bermanfaat. 

Pada artikel ini, saya ingin membagikan cerita pengalaman saat melakukan diseminasi terkait implementasi pembelajaran inovatif terintegrasi Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Oktober 2022 melalui moda daring yang bertajuk Webinar Berbagi dan Berkolaborasi SRB Lintas Provinsi yaitu Provinsi NTT, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. 

Saya sangat bersyukur karena dengan mengikuti program Pembatik ini, saya mendapat kesempatan untuk berkolaborasi bersama para Sahabat Rumah Belajar baik dari satu provinsi yaitu Provinsi NTT maupun dari luar provinsi seperti yang terjadi pada kesempatan kali ini. 

Saya teringat satu quote dari sesorang: 

Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Namun, jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama - sama

Quote ini membuat semangat kolaborasi dalam diri saya semakin kuat. Karena untuk mencapai tujuan utama program Pembatik ini yaitu mengimplementasikan pembelajaran inovatif yang terintegrasi dengan Rumah Belajar dan PMM maka saya perlu bantuan dan dukungan dari berbagai pihak terutama adalah jaringan yang dibangun bersama para Sahabat Rumah Belajar dari seluruh daerah Indonesia. 

Pada langkah persiapan, saya membuat grup Whatsapp (WA) baru yang kami beri nama SRB Kolab Jumat, karena memang kami dalam satu pekan ini diminta untuk berbagi dan berkolaborasi sehingga perlu diberi nama sesuai waktu pelaksanaannya agar mempermudah koordinasi dan tidak salah tempat. 

Setelah tergabung dalam satu grup, awalnya kami ada 3 orang dan semuanya adalah ibu - ibu, yaitu saya sendiri (Theresia Sri Rahayu), kemudian Ibu Hartini dan Ibu Wahyuni. Namun, keesokan harinya ada permintaan dari Ibu Wahyuni untuk berkolaborasi dengan Ibu Trismawaty sehingga anggota grup ada 4 orang dengan komposisi yang sama yaitu ibu - ibu semua. 

Berikutnya kami berbagi peran untuk mempersiapkan webinar. Ibu Hartini membuat flyer kegiatan dan link kegiatan webinar, Ibu Wahyuni membuat daftar hadir dan menghubungi guest speaker yaitu Pak Hamzah, DRB Sulawesi Tengah dan saya sendiri membuat narasi dan rundown kegiatan. Sedangkan Ibu Trisnawaty sebagai host dan moderator. 

Setelah semua persiapan selesai, kami pun melaksanakan kegiatan webinar. Kegiatan ini dibuka pada Pukul 19.00 Wita oleh host. Pada saat kegiatan dibuka, ternyata Guest Speaker yaitu DRB Sulawesi Tengah Tahun 2019 belum hadir di ruangan virtual meeting. Sedianya beliau akan menyampaikan sejumlah motivasi dan informasi kepada kami sebagai SRB dan para peserta. 

Untuk mengatasi hal tersebut, saya pun mohon izin kepada host untuk memberikan kesempatan pada salah satu peserta webinar yaitu Bunda Emy sebagai pengawas sekolah dari Maluku untuk memberikan motivasi kepada para peserta. Kebetulan Bunda Emy juga berkenan dan selama beberapa menit Bunda Emy memberikan motivasi bagi kami. 

Saya sempat mencatat salah satu bagian yang disampaikan oleh Bunda Emy yaitu bahwa kita harus selalu belajar dan mencoba meningkatkan kompetensi yang kita miliki secara perlahan - lahan. Memang tidak ada yang langsung sempurna namun jika kita terus berusaha pasti bisa. 

Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para Sahabat Rumah Belajar. Sesi pertama Bu Wahyuni menyampaikan materi tentang Pemanfaatan Teknologi dalam pembelajaran inovatif kemudian dilanjutkan oleh Ibu Trisnawaty dengan materi TV Edukasi dan Suara Edukasi, berikutnya saya menyampaikan materi terkait PMM dan sedianya Bu Hartini menyampaikan materi tentang Rumah Belajar namun ketika dalam perjalanan waktu, Bu Hartini keluar dari ruangan virtual meeting. 




Berdasarkan rundown kegiatan, harusnya Bu Hartini menyampaikan materi di awal namun karena ada kendala sehingga Bu Wahyuni menyampaikan materinya lebih dulu kemudian diikuti oleh Ibu Trisnawaty dan materi yang saya sampaikan. Kemudian setelah saya selesai menyampaikan materi dan melihat situasi bahwa Bu Hartini belum bergabung kembali maka saya berinisiatif untuk membawakan materi terkait dengan Rumah Belajar. Namun, Bu Wahyuni mohon izin untuk membawakan materi tersebut, akhirnya saya pun mempersilakan Bu Wahyuni untuk memaparkan terkait Rumah Belajar. 

Demikian juga ketika tiba - tiba Ibu Trisnawaty keluar dari ruangan virtual maka saya dan Ibu Wahyuni bergantian menjadi host dan moderator. Luar biasa sekali dinamika yang terjadi dalam kegiatan webinar kali ini. Namun, saya bersyukur karena kami dapat saling memback up sehingga kendala - kendala teknis yang muncul dapat segera diatasi dan kegiatan tetap berjalan dengan baik dan lancar sampai pada sesi diskusi pun kami bergantian menjawab pertanyaan - pertanyaan yang disampaikan oleh para penanya. Bahkan Bunda Emy pun mohon kesediaan kami untuk hadir dan berbagi bersama kepala sekolah dan guru - guru di wilayah binaan beliau. Kami pun dengan senang hati menjawab harapan beliau dan semoga rencana ini dapat terealisasi. 

Point Smart 10 bagi saya dalam kegiatan ini: Saling kolaborasi dan memback up satu dengan yang lain menjadi kunci kekompakan sebuah tim hebat. 

Berikut ini adalah Vlog Smart 10: 




Theresia Sri Rahayu

Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022 #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022

Smart 9: Diseminasi Pemanfaatan Rumah Belajar Pada Pengelola dan Anggota Komunitas EGK Sumba Tengah

 

Flyer Kegiatan Smart 9


Salam Rumah Belajar

Halo Sahabat Rumah Belajar. Salam Sumpah Pemuda!! 

Ya, pada hari ini, Jumat, 28 Oktober 2022, Bangsa Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Ada satu quote yang menarik dari Bung Karno terkait momen Sumpah Pemuda yang saya bagikan di media sosial saya, yaitu:

Berikan daku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan daku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia 

Dengan membaca quote itu saya sebagai seorang pemuda merasa berkewajiban untuk menyingsingkan lengan baju dan mencoba bergerak untuk mendiseminasikan terkait pemanfaatan Rumah Belajar. Lalu gagasan ini saya tindak lanjuti dengan menghubungi Kak Yati, seorang guru SMPN 4 Waibakul sekaligus sebagai pengelola komunitas English Goes Kampung (EGK) Sumba Tengah. 

Alasan saya menghubungi Kak Yati adalah karena saya ingin melakukan diseminasi ini dengan dua pola pendekatan yaitu pola pendekatan sekolah dengan sasaran kepala sekolah dan guru serta tenaga kependidikan dan yang kedua adalah pola pendekatan komunitas dengan sasarannya adalah pengelola komunitas dan anggota komunitas. 

Seperti yang pernah saya lakukan sebelumnya yaitu berkolaborasi bersama Komunitas Guru Penggerak Sumba Tengah dan Komunitas KKG Online Sumba Tengah, maka untuk kegiatan diseminasi edisi spesial peringatan Sumpah Pemuda ini, saya berkolaborasi dengan Komunitas English Goes Kampung Sumba Tengah. Dan tajuk kegiatan diseminasi ini adalah Sahabat Rumah Belajar Menyapa. 

Harapan saya adalah ketika saya mendiseminasikan terkait pemanfaatan Rumah Belajar pada pengelola komunitas dan anggota komunitas ini, mereka dapat mengetahui Rumah Belajar sebagai portal pembelajaran yang dapat diakses di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Sehingga hal ini dapat mendukung kegiatan pembelajaran yang selama ini dijalankan di komunitas. 

Selain itu melalui kegiatan diseminasi pada pengelola komunitas diharapkan bahwa keberadaan Rumah Belajar juga dapat semakin eksis karena akan ada karya - karya yang juga dapat dihasilkan oleh anggota komunitas dan memperkaya konten yang ada di dalam Rumah Belajar, terutama untuk konten peta budaya. 

Di sela - sela kegiatan diseminasi pada komunitas EGK, saya mengamati keaktifan dan antusiasme anggota komunitas yang merupakan siswa SD dan SMP yang ada di sekitar Desa Umbu Riri Kec. Katiku Tana. Mereka tanpa ragu dan malu - malu belajar Bahasa Inggris dengan menggunakan fasilitas ruang kosong seadanya di kompleks Kantor Desa Umbu Riri. 

Sebenarnya jika dilihat kondisi tempat saat itu kurang representatif untuk digunakan sebagai tempat belajar. Namun, justru berangkat dari segala keterbatasan inilah maka terbentuk komunitas EGK Sumba Tengah yang saat ini penyelenggaraannya didukung oleh Komunitas EGK pusat di Sumba Barat. Saya merasa terharu saat mendengar cerita awal pembentukan EGK Sumba Tengah. Khususnya karena ternyata Kak Yati sendiri sebagai pengelola pada awalnya hanya bermodal tekad dan keinginan untuk membantu anak - anak belajar Bahasa Inggris. 


Semangat Kak Yati dan juga anggota komunitas EGK Sumba Tengah memang patut diacungi jempol. Di saat banyak pemuda lain yang menghabiskan waktu dengan hal - hal yang kurang bermanfaat, namun Kak Yati secara sukarela meluangkan waktu dua kali seminggu untuk membersamai anak - anak ini belajar. Saya juga salut kepada anak - anak karena di saat anak - anak lain hanya bermain, namun mereka rela berjalan kaki beberapa kilometer hanya untuk mendapatkan ilmu. 

Hal menarik terjadi ketika saya menunjukkan salah satu fitur Rumah Belajar yaitu edugame. Anak - anak terlihat sangat ingin mencobanya. Namun, karena hujan cukup deras akhirnya berpengaruh pada jaringan sehingga sulit untuk membuka edugame saat itu. 

Di akhir penyampaian, saya pun terus memotivasi Kak Yati dan anak - anak untuk memanfaatkan Rumah Belajar sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris. Baik saat belajar di rumah maupun saat belajar di komunitas seperti ini. Anak - anak pun terlihat sangat senang apalagi ketika saya membagikan stiker Rumah Belajar yang dapat mereka tempel di mana saja. 

Point Smart 9 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan seperti yang dilakukan oleh Kak Yati dalam membentuk dan mengelola komunitas, demikian juga dengan anak - anak hebat yang tergerak untuk berjalan kaki beberapa kilometer untuk belajar Bahasa Inggris. 


Berikut ini adalah Vlog Smart 9: 



Theresia Sri Rahayu

Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022 #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022

Smart 8: Webinar Berbagi dan Berkolaborasi SRB NTT Bersama SDN Purak Kab. Manggarai Timur

 

Flyer Kegiatan Webinar Smart 8 



Salam Rumah Belajar 

Halo, Sahabat Rumah Belajar, hari ini Kamis, 27 Oktober 2022 saya ingin membagikan pengalaman pada kegiatan Smart 8 dalam rangka diseminasi tentang implementasi pembelajaran inovatif terintegrasi portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Kegiatan diseminasi yang dilakukan adalah melalui moda daring yaitu webinar yang bertajuk Berbagi dan Berkolaborasi SRB NTT Bersama SDN Purak Kab. Manggarai Timur. Kegiatan ini dibuka pada Pukul 11.00 Wita oleh Kepala SDN Purak, Bpk.Metodius Rodian, S.Pd. SD. 

Pada kesempatan berbagi dan berkolaborasi kali ini, saya mengajak sahabat Rumah Belajar NTT dari Kab. Manggarai Barat yaitu Bpk. Ferdinandus Taruna. Selain itu berperan sebagai guest speaker, saya meminta Duta Rumah Belajar NTT Tahun 2020 yaitu Ibu Dewi Sekarsari, S.Pd..Gr. 

Sedikit berbagi cerita pengalaman saat akan melaksanakan webinar ini yaitu saya terkendala dengan jaringan internet di sekolah. Biasanya jika saya meletakkan HP di luar ruangan, maka dapat menangkap sinyal 4G sedangkan jika di dalam kelas maka jaringan E. Berbekal pengalaman keseharian itu, maka saya sudah siapkan kabel dan menempatkan HP di luar ruangan. Namun, sekitar Pukul 10.30 jaringan tidak tersedia. Akhirnya saya membawa semua peralatan menuju bagian Barat sekolah berdekatan dengan ruang Lab.Komputer dengan harapan di sana sinyal dapat lebih kuat. Namun, ternyata sama saja. 

Sementara saat itu saya bertindak juga sebagai host yang harus membuka ruang virtual meeting. Saya merasa panik dan khawatir jikalau kegiatan tidak dapat berjalan lancar. Kemudian, saya pun mohon izin pada teman - teman guru bersama Ibu PLH (pengganti kepala sekolah yang berhalangan karena sakit) untuk pulang lebih dulu. 

Waktu menunjukkan Pukul 10.45 saat saya meninggalkan sekolah dan menuju rumah. Sebenarnya tujuan saya bukan langsung di rumah melainkan sebuah cafe yang pernah saya gunakan sebagai tempat meeting sebelumnya. Dengan alasan cafe tersebut letaknya lebih dekat dengan sekolah. Namun, ketika sampai di lokasi ternyata cafe tersebut masih tutup. Saya pun memacu motor menuju rumah. Tepat pukul 10.57 akhirnya saya sampai di rumah dan langsung menghubungkan laptop dengan jaringan internet dan berhasil membuka ruangan zoom untuk virtual meeting tersebut. 

Akhirnya kami pun dapat memulai kegiatan webinar ini. Dan pada bagian pertama, host sekaligus moderator yaitu Pak Fabianus memperkenalkan kami sebagai guest speaker dan speaker kegiatan webinar. Selanjutnya Kepala SDN Purak memberikan sambutan sekaligus motivasi pada para guru dan semua peserta webinar untuk mengikuti kegiatan webinar dengan baik sampai selesai. Dalam sambutan ini, kepala sekolah juga berulang kali menyampaikan ucapan terima kasih kepada guest speaker dan para speaker yang merupakan Sahabat Rumah Belajar NTT Tahun 2022 yang telah bersedia berbagi dan berkolaborasi bersama SDN Purak. 





Saya sendiri berterima kasih kepada Kepala SDN Purak dan para guru baik yang berasal dari SDN Purak maupun dari sekolah lain untuk partisipasinya dalam kegiatan webinar hari ini. Awal saya menghubungi Pak Toddy sebagai Kepala SDN Purak adalah karena kami pernah bersama - sama terlibat dalam kegiatan di tingkat Provinsi, mulai dari tahun 2017, 2018, dan 2019. Sehingga relasi ini kami tindak lanjuti dengan berkomunikasi terkait dengan pengembangan pendidikan. 

Sinergi yang pernah terjalin sebelumnya adalah saat saya sebagai ketua Komunitas KKG Online Sumba Tengah memfasilitasi kegiatan dengan kepala sekolah dan guru di Kab. Manggarai Timur pada tahun 2021 terkait pembelajaran. Melihat semangat dan antusiasme dari para kepala sekolah dan guru di Manggarai Timur setiap kali ada kegiatan webinar, maka saya tergerak untuk mengadakan kembali kegiatan ini. Selain itu, memang harapan saya ketika mendapat kesempatan sebagai Sahabat Rumah Belajar NTT, saya pun dapat berbagi dan berkolaborasi dengan jaringan yang lebih luas, bukan hanya kepada kepala sekolah dan guru di kabupaten saya sendiri yaitu Kab. Sumba Tengah. 

Sesi pemaparan materi pun dimulai. Saya menyampaikan materi tentang berbagi praktik baik pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran inovatif SOLE terintegrasi Rumah Belajar. Selanjutnya Pak Ferdinan menyampaikan materi tentang Platform Merdeka Mengajar (PMM). Acara berikutnya adalah sesi tanya jawab. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan saat webinar yaitu terkait login ke Rumah Belajar, PMM, dll. Salah satu yang menarik bagi saya adalah ketika sesi pemaparan materi tentang Rumah Belajar ada peserta yang menuliskan di kolom chat bahwa peserta tersebut sudah langsung menginstal aplikasi Rumah Belajar dari playstore. Selain itu ada juga harapan dari para peserta agar bisa mengadakan kembali kegiatan seperi ini dengan topik - topik yang mereka butuhkan. 

Point Smart 8 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Siapkan rencana A, B, C, dan seterusnya, agar ketika rencana A belum berjalan dengan baik, masih ada B, C, D, dst. 

Berikut adalah Vlog Smart 8: 




Theresia Sri Rahayu
Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK202 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022  #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022


Smart 7: Webinar Berbagi dan Berkolaborasi SRB NTT dan Kalimantan Barat

 

Flyer Kegiatan Webinar Smart 7


Salam Rumah Belajar 

Halo Sahabat Rumah Belajar, masih di hari ini, Rabu, 26 Oktober 2022, seusai melaksanakan diseminasi tatap muka di SDK Wailawa pada pagi hari di sela jam istirahat, sore hari saya pun melaksanakan diseminasi secara tatap maya melalui kegiatan webinar berbagi dan berkolaborasi yang dilakukan bersama dengan Sahabat Rumah Belajar Provinsi NTT yaitu saya sendiri (Theresia Sri Rahayu) dan Ibu Torine Rambu Baba Ama bersama dengan Sahabat Rumah Belajar Kalimantan Barat yaitu Pak Yosep Adur. 

Kegiatan webinar sedianya dilaksanakan pada malam hari sekitar Pkl.19.00 Wita namun karena ada informasi bahwa nanti malam ada kegiatan coaching bagi peserta Pembatik Level 4 Provinsi NTT di jam yang sama, akhirnya kegiatan ini kami majukan pelaksanaannya pada Pkl.17.00 Wita - selesai. 

Sama seperti kegiatan webinar sebelumnya, saya pun melakukan koordinasi dan kolaborasi bersama para SRB terkait pembagian peran dan materi. Saya membuat flyer dan menyediakan link webinar. Ibu Torine menyusun narasi dan rundown kegiatan. Pak Yosep sebagai moderator kegiatan. Untuk pembagian materinya: Platform Merdeka Mengajar (Ibu Tere), Rumah Belajar (Ibu Torine), dan Implementasi Praktik Baik (Pak Yosep). 

Pada kegiatan webinar ini, tim SRB melakukan koordinasi bersama Duta Rumah Belajar NTT Tahun 2021 yaitu Pak Hyronimus Lado. Beliau berperan sebagai guest speaker yang menyampaikan perjalanan sebagai seorang Duta Rumah Belajar untuk memantik motivasi dari para peserta agar mau berpartisipasi dalam kegiatan Pembatik di tahun yang akan datang. Selain DRB NTT Tahun 2021, yang berperan sebagai guest speaker berikutnya adalah Pak Obed Lepa Sabakulla, beliau merupakan ketua komunitas guru penggerak Kab. Sumba Tengah Provinsi NTT. 




Kami menyadari bahwa pergerakan untuk terus mendiseminasikan praktik baik pembelajaran ini perlu dukungan dari berbagai pihak sehingga kami berusaha melakukan kolaborasi bersama dengan komunitas praktisi yang ada di sekitar kami agar dapat menjalin sinergi dalam upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi para anggota komunitas. 

Selain berkolaborasi dengan komunitas guru penggerak Kab. Sumba Tengah, kami juga berkolaborasi dengan komunitas KKG Online Sumba Tengah, di mana saya sendiri sebagai ketua komunitas bersama dengan salah satu penggerak komunitas kami yaitu Pak Markus Kamping yang berperan sebagai moderator dalam kegiatan webinar ini. 

Kegiatan webinar diawali dengan penyampaian oleh para guest speaker kemudian dilanjutkan oleh para pemateri/speaker secara bergantian sesuai dengan rundown acara yang telah disusun. Para peserta webinar juga cukup antusias mengikuti kegiatan ini dan memberikan tanggapan agar kegiatan webinar seperti ini dapat diadakan lagi dengan fokus pada hal - hal yang lebih teknis agar tidak terkesan buru - buru. 

Point Smart 7 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Komunitas praktisi adalah wadah pengembangan kapasitas dan kompetensi bagi para anggotanya

Berikut ini adalah Vlog Smart 7: 





Theresia Sri Rahayu
Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK202 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022  #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022

Smart 6: Diseminasi Pembelajaran Inovatif Model SOLE Terintegrasi Rumah Belajar dan PMM Pada Kasek dan Guru SDK Wailawa

 

Foto Bersama Kepala Sekolah dan Guru SDK Wailawa
Setelah Diseminasi


Salam Rumah Belajar

Halo, Sahabat Rumah Belajar. Memasuki tahap Smart ke 6 dalam rangka diseminasi terkait pembelajaran inovatif model SOLE terintegrasi Rumah Belajar dan PMM, saya berkesempatan untuk mengunjungi sebuah sekolah dasar yang berada di sekitar sekolah tempat saya bertugas yaitu SDK Wailawa. Jarak tempuhnya kurang lebih 3 km dan bisa ditempuh dengan berkendara sekitar 15 menit karena kondisi ruas jalan yang bagus dan beraspal. 

Dengan memperhitungkan jarak yang cukup dekat dari sekolah, maka saya melakukan diseminasi pada saat jam istirahat. Kebetulan jam istirahat kami agak panjang dan bersamaan dengan jam istirahat yang da di SDK Wailawa yaitu mulai Pkl.09.50 - 10.20 Wita. 

Alasan saya mengambil jam istirahat juga karena saya berusaha mengatur waktu antara melaksanakan tugas utama dengan tugas tambahan seperti ini. Agar tidak ada anak - anak yang merasa ditelantarkan karena saya terlalu sibuk berada di luar kelas. 

Saya pun memacu kendaraan menuju sekolah dan bergegas menuju ruangan kantor guru SDK Wailawa. Di sana kepala sekolah dan guru - guru sudah menanti kedatangan saya karena memang sehari sebelumnya saya sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah mengenai kegiatan hari ini. 

Tanpa membuang waktu, saya pun mengawali kegiatan diseminasi dengan menceritakan mengenai maksud kunjungan saya kali ini dan membagikan brosur Rumah Belajar yang sudah saya siapkan. Kemudian saya meminta kesediaan salah satu guru untuk turut mendokumentasikan kegiatan. 

Saya menjelaskan tentang cara mengakses Rumah Belajar baik melalui perangkat hp android dengan cara menginstal aplikasinya dari playstore maupun dengan cara mengakses dari browser di alamat https://belajar.kemdikbud.go.id 

Guru - guru pun tampak antusias ketika saya menyampaikan fitur utama dan fitur pendukung Rumah Belajar beserta masing - masing fungsinya. Terlebih saat saya menjelaskan tentang fitur sumber belajar yang diintegrasikan dalam pembelajaran inovatif dengan menerapkan model pembelajaran SOLE. 

Dengan adanya contoh yang saya berikan terkait dengan integrasi sumber belajar, guru - guru semakin penasaran dan mereka mengatakan bahwa mereka akan mencoba mengakses Rumah Belajar melalui chrome book. Karena ternyata SDK Wailawa juga merupakan sekolah penerima bantuan alat - alat TIK termasuk wifi dari program Bakti - Telkom. 

Saya merasa senang melihat kepala sekolah dan guru bersemangat dalam menyambut kegiatan diseminasi ini. Terlebih dengan adanya tekad yang mereka tunjukkan untuk memanfaatkan bantuan TIK yang sudah mereka dapatkan. Semoga hal ini ke depannya membawa dampak positif bagi anak - anak di SDK Wailawa pada khususnya dan Sumba Tengah serta NTT pada umumnya. 

Point Smart 6 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Komitmen perlu didukung dengan semangat yang tinggi. Teruslah semangat dalam belajar dan mengajar serta berdampak bagi siswa. 

Berikut ini adalah Vlog Smart 6 : 



Theresia Sri Rahayu
Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK202 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022  #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK


Smart 5: Webinar Berbagi dan Berkolaborasi SRB Lintas Provinsi Maluku, Sulawesi Barat, dan NTT


Flyer Webinar Smart 5 


Salam Rumah Belajar.

Sahabat Rumah Belajar, pada artikel berikut ini saya ingin membagikan pengalaman saya ketika melakukan diseminasi secara daring terkait pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM yang dikemas dalam bentuk kegiatan webinar. 

Kegiatan webinar ini merupakan momen perdana saya untuk berkolaborasi bersama para Sahabat Rumah Belajar yang berasal dari provinsi Maluku dan Sulawesi Barat. Walaupun saya juga beberapa kali pernah berkolaborasi dalam kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh Kemdikbudristek, namun tetap saja perasaan deg - degan campur bangga masih saya rasakan. Namun, baru kali ini saya berkesempatan berbagi tentang Rumah Belajar dan PMM bersama para Sahabat Rumah Belajar (SRB) dari provinsi yang berbeda. 

Pertama kali saya mendapat inisiatif mengundang teman - teman SRB 2022 melalui grup Whatsapp (WA) Pembatik Level 3 Gelombang 10 untuk mengadakan kolaborasi kegiatan webinar. Di sana saya tuliskan pesan bahwa jika ada Bpk/Ibu yang bersedia berkolaborasi membuat kegiatan webinar dapat menghubungi saya via jalur pribadi (Japri). Tidak menunggu lama. akhirnya banyak pesan WA masuk ke jalur pribadi saya. Di antaranya ada Pak Alfi dari Maluku dan Pak Herianto dari Sulawesi Barat. 

Untuk memudahkan komunikasi, kami pun sepakat bergabung di grup Whatsapp baru yang kami beri nama SRB Kolaborasi. Kami sangat intens membangun komunikasi satu dengan yang lain. Selain menentukan pembagian peran, kami juga membagi materi yang akan kami bawakan. Berkut adalah pembagian perannya: Host (Pak Alfi), Moderator (Pak Herianto), Desainer flyer (Pak Alfi), Link registrasi dan daftar hadir (Pak Herianto), Rundown kegiatan dan pembagian materi (Ibu Tere). Sedangkan pembagian materinya adalah sebagai berikut: Platform Merdeka Mengajar (Ibu Tere), Rumah Belajar (Pak Herianto), dan Strategi Membangun Komunitas (Pak Alfi). 

Kegiatan webinar yang kami laksanakan ini semakin membuat kami bersemangat terlebih ketika Pak Alfi menyampaikan di grup kami bahwa Pak Alfi akan berkoordinasi dengan Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provnsi Maluku. Rencananya, Kepala BGP Provinsi Maluku akan berperan sebagai guest speaker. 

Pada saat pelaksanaan webinar, kami sempat panik karena Kepala BGP belum bisa join di ruangan virtual bersama kami. Namun, setelah beberapa saat akhirnya beliau pun dapat bergabung bersama kami serta beliau terlebih dahulu menyampaikan ucapan permohonan maaf karena terlambat bergabung bersama kami. Beliau menyatakan alasan keterlambatan yaitu ada urusan duka karena salah satu pegawai BGP meninggal dunia. 





Dalam pemaparannya, Kepala BGP memberikan dukungan kepada kami sebagai Sahabat Rumah Belajar karena beliau sendiri mengapresiasi upaya peningkatan mutu pendidikan melalui kegiatan Pembatik ini. Diharapkan agar guru - guru senantiasa tidak berada pada zona nyaman agar dapat melakukan berbagai kegiatan inovasi yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi siswa di kelasnya. 

Setelah kepala BGP menyampaikan paparannya, kami pun bergantian membawakan materi pokok. Setelah semua pemateri menyampaikan materinya, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ada peserta yang mengajukan pertanyaan terkait kiat - kiat untuk menyelesaikan topik pelatihan mandiri. Saya pun menyampaikan beberapa strategi yang saya gunakan terkait persoalan ini. Strategi yang saya lakukan yaitu: mengajak teman untuk berkolaborasi agar lebih termotivasi untuk menyelesaikan topik pelatihan mandiri. Selain itu bisa juga strateginya mengerjakan pelatihan secara bersama - sama di sekolah namun dengan menggunakan akun masing - masing. 

Secara keseluruhan kegiatan ini dapat berjalan dengan sangat baik. Walaupun sempat ada keterlambatan untuk memulai kegiatan, namun kegiatan dapat tetap berjalan sampai selesai. 

Point Smart 5 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Bergeraklah dari zona nyaman.  

Berikut ini adalah Vlog Smart 5: 




Theresia Sri Rahayu
Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK202 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022  #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK