Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, January 18, 2021

Unduh RPP 1 Lembar Tema 6 Kelas 4 Semester 2

 


Berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).


Sehingga guru wajib  menyusun RPP yang lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.


Namun kenyataannya di lapangan, banyak guru yang merasa terbebani dengan setumpuk pekerjaan administrasi yang harus dikerjakan. Alih – alih menyajikan pembelajaran yang merdeka, guru merasa kehabisan waktu untuk menyelesaikan tuntutan administrasi.


Termasuk dengan tugas menyusun RPP. Banyaknya komponen yang harus dimuat dalam satu RPP, membuat satu RPP untuk satu kali pertemuan menjadi berlembar – lembar. Dan hal ini dipandang sangat tidak efektif dari segi waktu, pikiran, tenaga, dan juga sarana (kertas, tinta, dll).


Oleh karena itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim secara khusus mengeluarkan kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar” yang didedikasikan bagi guru, yaitu berupa Penyederhanaan RPP.


Menurut Mendikbud, inisiatif penyederhanaan RPP ini didedikasikan untuk para guru agar meringankan beban administrasi guru. RPP yang sebelumnya terdiri dari belasan komponen, kini disederhanakan menjadi tiga komponen inti yang dapat dibuat hanya dalam satu halaman yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran (kegiatan), dan penilaian pembelajaran (asesmen). Komponen-komponen lainnya adalah pelengkap. Tujuan pembelajaran ditulis dengan merujuk kepada kurikulum dan kebutuhan belajar murid. Kegiatan belajar dan asesmen dalam RPP ditulis secara efisien, efektif dan berorientasi kepada siswa.



Berikut saya bagikan contoh RPP 1 Lembar Kelas 4 Tema 6 Semester 2. Untuk tema berikutnya akan dibagikan di postingan selanjutnya. KLIK FOLLOW untuk mendapatkan update postingan dari blog ini.


RPP 1 Lembar Tema 6 Kelas 4 Semester 2 (Unduh Di Sini)


Administrasi kelas 4 lainnya dapat dibaca dan dikunjungi juga: 


1. Pemetaan Kompetensi Dasar (KD) Kelas 4 Semester 2


2. Materi PJOK Kelas 4 Semester 2


3. Penilaian Sikap Dalam Sistem BdR



Wednesday, January 13, 2021

Pemetaan Kompetensi Dasar (KI 3 dan KI 4) Kelas 4 Semester 2

 


Pada Bulan Agustus 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Point penting yang terdapat dalam pedoman tersebut adalah bahwa Satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

Dengan adanya Keputusan Mendikbud tersebut, satuan pendidikan diberikan flesksibilitas terkait pelaksanaan kurikulum yang terdiri dari 3 opsi, yaitu : 1) tetap mengacu pada Kurikulum Nasional; 2) menggunakan kurikulum darurat; atau 3) melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Dalam keterangannya dinyatakan juga bahwa Kurikulum Darurat (dalam kondisi khusus) yang disiapkan oleh Kemendikbud merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional. Pada kurikulum tersebut dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya. 

Dengan adanya penyederhanaan Kompetensi Dasar, maka terdapat sejumlah perubahan KD yang semula merujuk pada Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 menjadi Keputusan Kabalitbangbuk Nomor 018/H/KR/2020. 

Setelah dilakukan analisis terkait penyederhanaan KD, didapat informasi bahwa kelompok muatan pelajaran / mata pelajaran yang berubah banyak adalah Matematika dan Bahasa Indonesia. Sebagai contoh, pada kelas 4 SD, Jumlah KD Bahasa Indonesia pada Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 adalah 10 KD, sedangkan pada Keputusan Kabalitbangbuk Nomor 018/H/KR/2020, jumlah KD nya ada 5 KD. 

Secara lebih jelas, perbandingannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: 

Dengan adanya penyederhanaan kurikulum yang di dalamnya memuat perubahan jumlah dan bunyi KD, maka akan berpengaruh juga pada pemetaan KD. 

Pemetaan KD merupakan sebuah mekanisme penyebaran Kompetensi Dasar yang akan dicapai oleh siswa untuk setiap pembelajaran, setiap sub tema, tema, dan semester. Dengan adanya pemetaan KD, maka guru relatif lebih mudah dalam mengorganisir pembelajarannya. 

Pemetaan KD biasanya dilakukan sekaligus untuk KD pada KI 3 (pengetahuan) dan KI 4 (keterampilan). Karena dalam pembelajarannya, antara aspek sikap (KI 1) dan aspek pengetahuan serta keterampilan tidak dilakukan terpisah. Walaupun pada saat assesmen, tetap dipisah antara ketiga aspek peniilaian tersebut. 

Berikut ini adalah langkah - langkah dalam membuat pemetaan KD: 

  1. Siapkan format pemetaan KD KI 3 dan KI 4, buku guru tematik, Lampiran Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018, serta Lampiran Keputusan Kabalitbangbuk Nomor 018/H/KR/2020.
  2. Buka Buku Guru masing - masing tema, lihat bagian depan setiap sub tema yang berisi jaring - jaring pembelajaran. 
  3. Tuliskan kode dan bunyi KD yang terdapat pada jaringan Sub Tema pada format pemetaan. KD dengan kode 3 berarti untuk KI 3 Pengetahuan, sedangkan KD dengan kode 4 berarti untuk KI 4 Keterampilan. Catatan : Jika sekolah tetap mengacu pada kurikulum nasional, maka dapat langsung menulis kode dan bunyi KD dari Buku Guru atau berdasarkan Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018. Sedangkan jika sekolah sudah menggunakan KD yang disederhanakan pada kurikulum kondisi khusus, maka perlu menyesuaikan lagi penulisannya dengan merujuk pada Keputusan Kabalitbangbuk Nomor 018/H/KR/2020.
  4. Berikan tanda checklist pada format pemetaan sesuai kemunculan KD dan muatan pelajaran pada setiap pembelajaran 
  5. Jika KD KI 3 sudah dipetakan, lakukan juga untuk KD KI 4. 

Manfaat melakukan pemetaan Kompetensi Dasar: 
  1. Mempermudah guru dalam mengorganisasi pembelajaran setiap hari dengan adanya KD yang disusun dan telah ditentukan per pembelajaran terutama saat menulis RPP.
  2. Jika pada hari pembelajaran tertentu guru tidak hadir, maka dapat lebih mudah merancang pembelajaran di lain waktu atau saat ada KD yang sama. 
  3. Mempermudah guru dalam menyusun kisi - kisi Penilaian Harian, PTS, dan PAS.  
  4. Mempermudah guru dalam membuat format daftar nilai, mengolah hasil penilaian, dan melaporkan hasil belajar siswa (rapor).

Contoh Pemetaan Kompetensi Dasar (KI 3 dan KI 4) Kelas 4 Semester 2 berdasarkan Kurikulum Kondisi Khusus dapat DOWNLOAD DI SINI

Daftar KD Kurikulum Darurat berdasarkan Keputusan Kabalitbangbuk Nomor 018/H/KR/2020  DOWNLOAD DI SINI




Sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/08/kemendikbud-terbitkan-kurikulum-darurat-pada-satuan-pendidikan-dalam-kondisi-khusus 


Tuesday, January 12, 2021

Materi PJOK Belajar dari Rumah untuk Siswa Kelas 4 SD

 

Kebugaran Jasmani

Dalam postingan sebelumnya, saya sudah memberikan contoh LKS Tematik Kelas 4 yang terdiri dari berbagai muatan pelajaran seperti : PPKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan SBdP. Selain itu ada juga materi matematika yang ditulis pada bagian "kegiatan numerasi". 

Kali ini, saya akan membagikan materi PJOK Belajar dari Rumah untuk Siswa Kelas 4 SD, pada materi pelajaran 5 tentang Kebugaran Jasmani. 

Berdasarkan pemetaan Kompetensi Dasar mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang disusun sesuai dengan Standar Isi Kurikulum Kondisi Khusus, di mana Kompetensi Dasar yang digunakan merupakan Kompetensi Dasar yang esensial, maka topik Kebugaran Jasmani terdapat pada KD 3. 4 Memahami berbagai bentuk aktivitas kebugaran jasmani melalui berbagai latihan; daya tahan, kekuatan, kecepatan dan kelincahan untuk mencapai berat badan ideal. 

Pembelajaran pada topik Kebugaran Jasmani dibagi menjadi 2 bagian yaitu pengetahuan (teori) dan keterampilan (praktek). Alokasi waktu untuk setiap pembelajaran adalah 1 minggu. Sehingga pada minggu ke 2 ini di mana BdR baru dimulai, maka siswa akan mempelajari aspek pengetahuan (teori) terlebih dahulu. Sedangkan untuk materi praktek, akan disampaikan pada minggu ke 3. 

Adapun tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dari pembelajaran ini adalah : 

  1. Setelah membaca materi, siswa dapat menyimpulkan pengertian kebugaran jasmani dengan tepat. 
  2. Setelah mengamati contoh peristiwa melalui gambar, siswa dapat menjelaskan perbedaan kebugaran dirinya dengan orang lain secara tepat. 
  3. Setelah mengamati gambar, siswa dapat menganalisis perbedaan komponen kecepatan dan kekuatan dengan benar. 
  4. Setelah melakukan diskusi bersama orang tua, siswa dapat menerapkan aktivitas kebugaran jasmani dalam kehidupan sehari - hari sesuai kebutuhan.

Jika dirasa perlu, guru dapat memodifikasi tujuan pembelajaran di atas sesuai pengaturan alokasi waktu yang telah ditetapkan. 

Dalam penyajian bahan belajar (LKS) PJOK ini, saya menggunakan pendekatan bercerita / berkomunikasi dengan siswa, dengan menggunakan kata sapaan langsung. Sehingga siswa akan merasa terlibat dalam pembelajaran. 

Jika LKS pada umumnya langsung menyajikan soal, LKS ini menyajikan ilustrasi cerita sehari - hari sebagai pengantar pembelajaran kemudian menghubungkan konten ke dalam konteks sehari - hari siswa. Agar siswa dapat merasakan kebermanfaatannya secara langsung. 

Berikut ini adalah Materi PJOK Belajar dari Rumah untuk Siswa Kelas 4 SD yang sudah dilengkapi dengan lembar refleksi siswa dan lembar evaluasi pengetahuan. 

Materi PJOK Belajar dari Rumah untuk Siswa Kelas 4 SD dapat DOWNLOAD DI SINI 

Ikuti terus postingan di blog ini untuk materi PJOK Belajar dari Rumah berikutnya. 

Salam blogger. Salam Persahabatan. 

Monday, January 11, 2021

Tere Tanpa Liye

 


Tere Liye! Siapa yang tidak pernah mendengar tentang penulis novel laris yang satu ini ? Saya yakin sahabat bukan hanya pernah mendengar tentang beliau, namun pasti sudah juga membaca novel - novelnya. Saya juga sudah membaca novel Tere Liye yang berjudul Pulang, Hujan, Sepotong Hati yang Baru, dst. Ya, saya memang mengagumi karya - karya beliau yang fantastis. Boleh dikatakan, saya juga ngefans sama Tere Liye. 

Tapi di sini saya tidak akan menceritakan lebih banyak tentang Tere Liye. Melainkan tentang Tere Tanpa Liye, yaitu saya sendiri. Mengapa hal ini perlu saya sampaikan ? Karena sudah banyak orang yang salah sasaran dan menduga jika saya adalah Tere Liye, sang penulis novel itu. 

Sebenarnya untuk saya malah menjadi hoki, jika ada yang salah sasaran begitu. Namun, saya jadi malu sama Bang Tere Liye yang asli, atau takut juga jika dikira pansos oleh para fans nya. 

Baiklah, untuk lebih mengenal tentang Tere Bukan Liye ini, kita mulai dengan perkenalan singkat. Nama saya adalah Theresia Sri Rahayu, dilahirkan di Kuningan, 13 September 1984. Teman - teman dekat saya sebelumnya memanggil saya dengan nama "Sri", namun ketika tahun 2011, saya mengikuti pra jabatan CPNS, teman - teman se angkatan memanggil saya dengan sebutan "Tere". Dan sebutan ini terus melekat sampai saya mutasi ke Pulau Sumba, NTT. 

"Banyak sekali perempuan Jawa yang datang ke Sumba dan bernama "Sri", makanya nanti di Sumba, panggilanmu "Tere" saja." Pesan suami pada saya. Saya pun mengiyakan, walau di dalam hati ada sedikit ganjalan, karena dalam Bahasa Sunda (Saya aslinya Sunda,lho), Tere itu artinya anak tiri. Hiks!

Dalam perjalanan waktu, saya pun terbiasa dengan penggilan itu. Sampai pada tahun 2019 yang lalu, ketika saya berkesempatan mengikuti Short Course 1000 guru ke luar negeri, saya mendapat tambahan sebutan menjadi Cikgu Tere. Karena saat itu saya melaksanakan praktek mengajar di salah satu Sekolah Dasar yang berlokasi di George Town, Penang - Malaysia. 

Dan untuk mengenang pengalaman berharga itu, saya abadikan nama "Cikgu Tere" menjadi nama blog ini. Harapannya bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh menjadi pemantik kesuksesan di masa yang akan datang. Selain itu, saya juga berharap agar blog Cikgu Tere ini dapat menjadi media berbagi inspirasi dan motivasi bagi para pembacanya. 

Terkait dengan berbagi inspirasi dan motivasi ini, saya sendiri sudah membingkainya menjadi sebuah buku yang berjudul "Bukan Guru Biasa, Catatan Inspiratif Guru Penggerak". Buku tersebut menceritakan tentang arti seorang guru yang hebat dan inspiratif, di antaranya ada guru blogger, youtuber, bahkan guru inovatif dari berbagai daerah di Indonesia, selain itu, ada juga kisah - kisah menarik yang dialami oleh Cikgu Tere sepanjang tahun 2019 dari perjalanan demi perjalanan yang dilakukan. 

Catatan - catatan menarik tersebut, diringkas dalam profil berikut:

Semoga profil yang disajikan di atas dapat membuat sahabat lebih mengenal Cikgu Tere agar tidak salah sasaran lagi. Saya memang Tere, seorang guru Sekolah Dasar namun saya bukan guru biasa, dan Tere Tanpa Liye. 

Salam blogger. Salam persahabatan.