Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, May 7, 2020

7 Motivasi Ini Membuat Anda Sukses Menulis Sekarang Juga




Mengapa seseorang bisa lancar berbicara setiap bertemu dengan orang lain, tetapi mengalami kesulitan saat menulis ? Padahal kedua kegiatan itu sama, yaitu mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan.

Hal ini yang menjadi pemikiran penulis selama ini. Karena penulis juga mengalaminya. Ketika dalam suatu kesempatan, penulis diminta untuk menyampaikan kata – kata sambutan, penulis dapat secara lancar berbicara tanpa teks. Namun, beberapa waktu sebelum tampil, penulis merasa kesulitan untuk membuat teks sambutan tersebut.
Apakah Anda juga pernah mengalami hal serupa ?

Sebenarnya mengapa kita harus menulis ? Pertanyaan ini akan dijawab oleh narasumber kegiatan Belajar Menulis Gelombang 4 hari ini yaitu Bpk. Imron Rosidi.

Profil Narasumber



Dr. H. Imron Rosidi, S.Pd, M.Pd, lahir di Surabaya, 10 Juni 1966. Beliau adalah seorang guru yang berpangkat Pembina Utama Muda dengan golongan ruang IV C. Hal ini merupakan hal yang istimewa karena sangat jarang guru yang dapat meraih pangkat tinggi seperti beliau.
Kebiasaan beliau dalam menulis, membuat jalan karier beliau sebagai guru dan saat ini sebagai Kepala Sekolah dengan status ASN naik menuju puncak. Dalam berbagai kesempatan, beliau juga berbagi motivasi dan sharing ilmu serta pengalamannya dalam menulis buku untuk berprestasi dan mencapai kenaikan pangkat ASN sampai golongan 1V e. Videonya dapat disaksikan pada link berikut : https://youtu.be/G4ZCy5DYNFk
Sebagai seorang guru, beliau juga menunjukkan dedikasi yang tinggi dan berhasil meriah prestasi. Berikut ini adalah beberapa prestasi yang telah beliau raih :
1.             Juara III Lomba Penulisan Buku tingkat nasional tahun 2004
2.             Juara III Lomba Karya Ilmiah Jawa Timur tahun 2005
3.             Juara II tingkat Nasional Lomba Keberhasilan Guru tahun 2006
4.             Terpilih sebagai peserta pertukaran tokoh masyarakat Indonesia-Amerika 2006
5.             Juara II  Lomba Penulisan Buku tingkat nasional tahun 2009
6.             Penulis artikel terbaik versi majalah Media Jatim tahun 2010 dan 2011
7.             Juara I Guru Prestasi Tingkat nasional tahun 2011
8.             Juara I Guru Prestasi tingkat Jatim tahun 2011
9.             Terpilih menjadi peserta kunjungan ke Australia tahun 2013
10.         Juara Lomba Best Practice Tingkat Nasional tahun 2014
11.         Juara 1 Menulis Legenda Pasuruan 2016
12.         Instruktur Nasional Kepala Sekolah Kurikulum 2013 Tahun 2015
13.         Narasumber untuk Instruktur Nasional Kurikulum 2013 untuk guru
14.         Narasumber penulisan buku tingkat nasional
15.         Narasumber penyusunan PKB Guru dan KS
16.         Penulis buku pelajaran, buku pendidikan dan buku umum dari penerbit UM Press, Kanisius, Sidogiri Press, dll.
17.         Penulis artikel populer dalam majalah Media Jatim dan Radar Bromo serta artikel ilmiah pada beberapa Jurnal.
18.         Juri Lomba Guru Prestasi Tingkat Jawa Timur selama 4 tahun
19.         Koordinator penilaian DUPAK Guru dan KS tingkat Jawa Timur

Selain menjadi narasumber dan instruktur, beliau juga sangat produktif dalam menulis buku. Beberapa buku yang telah ditulisnya adalah sebagai berikut:


Syarat Menulis

Narasumber berpendapat bahwa “tidak ada orang yang tidak bisa menulis buku”. Yang ada hanyalah orang yang tidak mau menulis buku. Tahukah Anda, dengan menulis kita dapat mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan. Anda pasti bisa melakukannya, sehingga dikatakan bahwa Anda juga pasti bisa menulis. Namun, rupanya menulis itu ada syaratnya, yaitu : Mau, Tekun, Nekat, dan Baca.
·       Mau, berhubungan dengan motivasi. Profesi seorang guru sebenarnya tidak bisa lepas dari kegiatan menulis. Setiap saat guru perlu menulis. Menulis Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan administrasi guru lainnya merupakan tugas guru sehari – hari.
Jika Anda sebagai seorang guru dan Anda tidak menulis, kemungkinan alasannya adalah : Anda belum menemukan alasan mengapa harus menulis ? Dan tidak atau belum tahu bagaimana cara menulis.

Jika Anda masih belum menemukan alasan mengapa harus menulis ?
1.         Menulis sebagai identitas diri
2.         Mendapatkan uang / royalti
3.         Memperoleh popularitas
4.         Terpaksa menulis karena tugas
5.         Ingin berbagi inspirasi
6.         Ingin menyuarakan kebenaran
7.         Mau menyebarkan ilmu
Dari ketujuh motivasi menulis di atas, coba Anda dalami satu per satu, dan temukan motivasi menulis bagi Anda sendiri. Perlu diketahui bahwa motivasi seseorang untuk menulis pastilah tidak sama. Anda jangan merasa khawatir jika ternyata motivasi Anda untuk menulis berbeda dengan orang lain. Paling tidak, Anda harus mengenali dulu motivasi Anda untuk menulis. Sebab, semua proses yang akan Anda lalui nanti akan didasari dari motivasi yang telah Anda miliki.

·       Tekun, setelah Anda memiliki motivasi untuk menulis, syarat berikutnya yang harus Anda penuhi adalah tekun dalam menulis. Dalam hal ini, Anda harus mulai menentukan buku apa yang akan Anda tulis. Pertanyaan yang tepat untuk menggali hal ini adalah “Buku apa yang ingin Anda baca, namun buku tersebut belum  ada ?”

Mari kita ingat kembali materi kemarin yang disampaikan oleh Ibu Farrah Dina, beliau memaparkan bahwa pertama kali beliau ingin menulis karena didorong oleh keinginan beliau untuk menyediakan buku bacaan yang berkualitas  bagi anak – anaknya. Sehingga ketika beliau mendapatkan buku lain yang dinilainya kurang sesuai dengan harapan, beliau memutuskan untuk menulis buku tersebut.

Dalam beberapa kesempatan belajar menulis, narasumber selalu mengatakan bahwa seorang penulis harus tekun menulis. Bahkan Bpk, Imron Rosidi menggugah semangat penulis dengan mengatakan,”Harus terus menulis dan jangan takut salah”. Jika Anda tekun menulis, Anda akan banyak belajar tentang cara menulis yang baik.

·     Nekat, Prinsip menulis adalah menulislah dengan jelek, jangan takut salah. Orang yang tidak pernah melakukan kesalahan adalah orang yang tidak pernah berbuat apa – apa. Ibarat sebuah pisau, keterampilan menulis itu harus perlu diasah agar semakin tajam.

·      Baca, “Don’t write if you don’t read”. Maknanya bahwa untuk menjadi seorang penulis yang baik, harus juga jadi pembaca yang baik. Membaca sama halnya dengan menjaga stamina tulisan, sehingga dalam menulis kita juga membutuhkan vitamin. Anda perlu vitamin untuk menulis ? Baca dan pelajari buku – buku berikut !


Cara Menulis Buku Non Fiksi

Jika Anda tertarik untuk menulis buku non fiksi, berikut ini adalah langkah – langkahnya :
-            Bacalah beberapa buku untuk menentukan layout buku dan gaya beberapa penulis buku
Contoh layout buku :


-            Buatlah judul dan kerangka buku
Contoh kerangka buku :


-         Lakukan pendalaman materi melalui 3 P (Paper, Person, dan Place). Paper maksudnya mengumpulkan berbagai buku, majalah, jurnal, dll yang sesuai dengan materi yang akan kita tulis. Person, artinya banyak berdiskusi dengan orang – orang atau para ahli tentang apa yang akan ditulis. Sedangkan Place, artinya mendatangi tempat yang akan kita tulis. Contohnya jika ingin menulis tentang pesantren, maka datanglah ke pesantren.
-            Mulailah menulis dari bab yang sudah dikuasai
-            Apabila terjadi kemandekan, lakukan lagi pendalaman materi
-            Menulislah dengan tidak takut salah
-            Setelah selesai, lakukan editing dari segi bahasa dan tanda baca
-            Terbitkan buku Anda melalui major publishing atau self publishing
1.      Syarat major publishing
Ada surat pengantar, soft copy buku, dan biodata penulis
2.      Kelengkapan penerbitan
Terdiri dari : cover (bisa dibuat penerbit), pengantar penulis, daftar isi, endorsement, synopsis, dan biodata
3.      Keunggulan dan kelemahan penerbit mayor dan indie/ self publishing



4.Daftar Beberapa penerbit dapat diunduh pada link berikut https://drive.google.com/file/d/1IPuHvMPhLKP33NFDGJggll5Qch8k4-is/view?usp=sharing

Tips Menulis Buku

1.         Kenali target pembaca buku kita
2.         Menulislah semudah berbicara
3.         Penuhi wawasan kita sebelum menulis
4.         Lihat dan kenali gaya selingkung penerbit, termasuk visi dan misi penerbit.
5.         Jangan tunda untuk menulis ide, bila perlu gunakan Hp untuk menulis
6.         Tulislah artikel popular dan kirimkan ke majalah atau surat kabar
7.         Selaraskan antara motivasi dan passion
8.         Gunakan teknik sederhana dalam membuat kalimat pembuka atau penutup yang padu dalam sebuah paragraf, yaitu :
-             Mengulang kata yang sebelumnya disebutkan
-             Mengganti dengan kata lain yang sama maknanya
-             Memberi konjungsi antar kalimat
-       Menulis paragraph yang terdiri dari 3 – 5 kalimat dengan komposisi 1 kalimat  utama dan kalimat lainnya sebagai kalimat penjelas.
9.         Tentukan waktu wajib untuk menulis agar bisa menulis dengan konsisten
10.  Bangun personal branding Anda. Cara mengeceknya adalah buka google dan ketik nama dan asal Anda.

Kesimpulan : Semua orang bisa menulis, namun untuk menulis harus memenuhi 4 syarat berikut yaitu : Mau, Tekun, Nekat, dan Baca. Kita harus mengenali juga 7 motivasi menulis, di antaranya menulis sebagai identitas diri, menulis untuk mendapatkan uang / royalty, menjadi popular, dll. Jika kita sudah memiliki motivasi untuk menulis, berikutnya kita pun harus mengetahui bagaimana cara menulis yang baik, sehingga buku yang akan kita tulis dapat dinikmati oleh pembaca dan diterbitkan sesuai dengan harapan kita. Untuk itu, caranya mudah, ikuti saja 10 tips menulis yang sudah dibagikan di atas. Jadi tunggu apa lagi, mulailah menulis sekarang juga. Selamat menulis, salam literasi.

img source :  https://images.app.goo.gl/oZf4QoC8CVukwL4DA    

Wednesday, May 6, 2020

Belajarlah Menulis dari Kartini dan Ukirlah Sejarah Karyamu



Belajarlah Menulis dari Kartini dan Ukirlah Sejarah Karyamu

Tanggal 21 April yang lalu, kita memperingati Hari Kartini. Beliau adalah sosok pejuang emansipasi wanita yang sangat berjasa. Di balik masa pingitan yang dijalaninya, Kartini justru menemukan kemerdekaan baru melalui surat – surat yang ditulisnya bagi sahabat penanya yang berasal dari Belanda. Inilah yang akhirnya membedakan Kartini dengan para pejuang wanita lainnya, yaitu kebiasaannya menulis.

Dengan menulis, Kartini bebas mencurahkan semua gagasan yang ada di kepalanya, semangatnya, spiritualitasnya, idealismenya dan pemikiran – pemikiran lain yang dimilikinya, tak ayal hal ini membuat para sahabat  pena beliau mengaguminya. Dan untuk mengabadikan pemikiran – pemikiran Kartini, seorang temannya membuat buku dari surat – surat yang ditulis oleh Kartini dan diberinya judul Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Pada akhirnya, boleh dikatakan bahwa surat – surat Kartini juga membawa babak baru dalam sejarah Bangsa Indonesia, karena sejak saat itu perlahan – lahan, kaum wanita khususnya, dapat menikmati pendidikan dan kesetaraan seperti yang dicita – citakan olehnya. Sekaligus, hal ini pula menjadi penegasan bahwa dengan menulis berarti kita juga bisa menjadi sejarah. Minimal, jika kelak kita telah tiada, keluarga kita, sahabat – sahabat kita dan orang lain akan mengenang kita dari buku – buku yang kita tulis. Menarik, bukan ?

Tentu setiap penulis pun berkeinginan untuk menghasilkan buku. Namun, tantangan yang harus dilalui dalam setiap prosesnya tidaklah mudah. Ada kalanya kita menulis tidak tentu arah. Hari ini menulis dengan tema pendidikan, lalu tulisan berikutnya dengan tema kuliner, dan berikutnya tentang fashion, selalu berubah – ubah. Padahal, menurut Ibu Farrah Dina, menulis itu harus mempunyai Renjana terlebih dahulu.

Apa itu Renjana ? dan strategi apa yang bisa diterapkan agar pada akhirnya kita pun bisa menjadi sejarah melalui tulisan atau buku kita ? Berikut ini adalah pemaparan Ibu Farrah Dina selaku narasumber kegiatan Belajar Menulis pada hari ini.

Profil Narasumber
                                      Perempuan yang sangat istimewa. Ya, inilah gambaran tentang narasumber. Selain cerdas, beliau juga sangat produktif dalam menulis buku. Terbilang sekitar 20 buku pendidikan telah beliau terbitkan. Ibu Farrah Dina mempunyai self awareness pada Pendidikan Anak. Perempuan yang lahir di Jakarta, 17 Maret 1980 ini merupakan founder dari Yayasan Tangga Edu yaitu sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan.
Awalnya beliau mempunyai kegelisahan, sulitnya mendapatkan buku bacaan berkualitas untuk anaknya, sehingga akhirnya beliau memutuskan untuk menulis buku – buku tentang pendidikan anak. Beberapa judul buku yang ditulisnya yaitu : Mencetak Generasi Kreatif 2011(penulisan bersama), Membentuk Anak Percaya Diri 2011 (penulisan bersama), Buku bergambar untuk pembaca pemula (15 judul buku) dan buku bergambar elektronik (3 judul) tahun 2017 – 2020, dll.

Strategi 4 R Dalam Menulis Buku yang Berkualitas

Menurut Ibu Farrah Dina, setiap manusia pasti memiliki keinginan untuk dikenang melalui sejarah. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk menulis buku, karena semua pemikiran kita dan apa yang kita rasakan semuanya bisa diabadikan dan dikenang sepanjang masa melalui buku. Namun, kita tidak bisa berhenti setelah bisa menulis. Kita masih harus mengasah dan memoles keterampilan menulis kita agar setiap tulisan kita dapat berakhir menjadi buku yang berkualitas dan layak untuk diterbitkan.

Berikut ini adalah strategi 4 R yang dapat digunakan untuk menulis buku yang berkualitas dan layak untuk diterbitkan :
1.       Renjana
Renjana adalah bentuk terjemahan kata “Passion” dalam Bahasa Indonesia. Passion adalah sesuatu yang sangat menarik untuk kita, sesuatu yang menjadi pemikiran kita, dan jika kita melakukannya, maka kita akan merasa mudah, nyaman, dan menyenangkan.

Dalam menulis harus diawali dengan Renjana, karena ketika menulis didasari oleh Renjana, maka tulisan itu akan cepat selesai dan hasilnya pun berkualitas. Ide akan mengalir dengan mudah ketika kita menulis dari apa yang kita sukai dan kita kuasai. Sebagai contoh, jika Anda senang membaca novel, maka tulislah novel sebagai jenis cerita fiksi, namun jika Anda senang dengan data – data hasil penelitian, maka tulislah jenis cerita non fiksi.

2.        Rutin
Seringkali disampaikan bahwa penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Oleh karena itu, seorang penulis yang baik juga harus rutin membaca selain rutin menulis. Karena dengan rutin membaca, akan menarik minat  dan motivasi kita untuk menulis. Logikanya, ketika kita banyak membaca, maka kantong – kantong pikiran kita akan menjadi penuh dan menuntut untuk dikeluarkan dalam bentuk tulisan. Dalam hal ini sebaiknya seorang penulis menentukan genre bacaan dengan genre tulisannya agar lebih menghemat waktu dan energi dalam menulis.

Banyak orang yang akhirnya terjebak dengan kata rutinitas. Mereka cenderung memaknai rutinas sebagai sebuah kegiatan yang secara otomatis akan berjalan dengan biasa – biasa saja. Sehingga, pemaknaan rutin menulis di sini, harus dibedakan dengan rutinitas lainnya.

Rutin menulis maksudnya menulis kapan pun dan di mana saja. Rumus penulis hebat adalah mereka selalu menyediakan waktu khusus dan tempat khusus untuk tetap menulis. Sehingga Ketika dia hadir di tempat khusus dan pada waktu khusus itu, dia akan langsung terkondisikan untuk menulis.

Namun untuk menganggap menulis sebagai rutinitas, kita juga harus memiliki predictable place dan predictable time. Dengan demikian seorang penulis harus mampu menulis di mana saja, kapan pun dan tentang apa pun. Menulis tentang apapun, dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan tentang hal – hal berbeda yang menarik untuk kita. Jangan khawatir jika saat kita menemukan hal – hal menarik sebagai bahan tulisan itu justru pada saat kita tidak sedang berada di depan laptop. Gunakan aplikasi note yang ada di Hp sebagai alat bantu rekam ide.

Nantinya note yang kita gunakan tersebut juga berfungsi sebagai bank – bank cerita. Menulis di bank cerita harus detail, bukan hanya menuliskan apa yang bisa kita amati, namun juga mendeskripsikan emosi / perasaan kita. Sehingga kapan pun kita mau menuliskannya, maka kita dapat merecall nya lagi dengan mudah.

3.        Review
Proses terpanjang dari rangkaian menulis dan menerbitkan buku adalah Review. Banyak penulis pemula merasa kurang percaya diri dengan tulisannya, dan cenderung ingin menjadikan tulisannya sebagai sebuah tulisan yang sempurna. Sehingga pada saat menulis, dia juga sekaligus mereview tulisannya. Namun, celakanya, tulisan itu tidak pernah selesai karena sebagai penulis, dia juga menjadi editor naskahnya.

Itulah dosa penulis pemula yang sering dilakukan dan menjadi penyebab gagalnya penulis pemula menerbitkan buku. Sebenarnya tahap editing tidak bisa digabungkan secara sekaligus dalam tahap menulis buku, namun dilakukan pada tahap review.
Review juga penting dilakukan untuk melihat market kita. Market maksudnya adalah audience atau sasaran buku yang kita tulis.

4.        Ruang bagi pembaca
Ketika melakukan Review, libatkan pembaca dari buku yang kita tuju. Sebagai penulis, kita tidak bisa mengambil peran sebagai pereview juga, karena pasti hasilnya akan menjurus pada subyektivitas. Jika kita menulis buku untuk anak – anak, maka libatkan anak – anak yang ada di sekitar kita atau di mana pun sebagai pereview.

Hal yang penting untuk dipahami oleh penulis dalam tahap review melalui ruang bagi pembaca adalah, jangan mengharap akan mendapatkan feedback yang positif, melainkan mintalah mereka untuk memberikan koreksi atau saran terhadap buku tersebut (feedback negatif). Mintalah mereka mengungkapkan apa yang harus diperbaiki dari buku tersebut, apa yang tidak mereka sukai, apa yang sulit bagi mereka, dan bagian mana yang tidak menarik dari buku tersebut. Sehingga dari sana, kita akan dapat mengetahui kelemahan buku itu dan memperbaikinya.

Bagi seorang penulis, kehadiran pembaca adalah hal yang penting, oleh karen itu, penulis juga harus berperan dalam mempromosikan tulisannya, misalnya melalui postingan di media sosial dan melibatkan orang – orang yang ada di sekitar kita untuk mereview, misalnya keluarga dan kolega kita.


Menurut Ibu Farrah Dina, strategi menulis dengan menggunakan 4 R sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, tidak harus selalu dilakukan secara berurutan. Strategi 4 R merupakan rangkuman strategi menulis yang banyak diterapkan oleh para penulis lainnya. Bagi seorang penulis, yang lebih penting adalah menulis sesuai dengan Renjana kita.

Namun ada juga penulis yang sampai saat ini masih kesulitan dalam menemukan passionnya, maka cara paling mudah yang dapat dilakukan adalah dengan terus menulis dan melihat kecenderungan menulis kita. Misalnya, bandingkan lama waktu dan emosi kita saat menulis fiksi dan non fiksi. Dari situ, kita akan menyadari passion menulis kita yang sebenarnya. Tulisan yang sesuai dengan passion kita akan cenderung lebih cepat selesai dan lebih mudah untuk ditulis dan diselesaikan. Karena kita menyukainya dan menguasainya sehingga ide menulis pun lebih mengalir.

Jika kita sudah mampu menulis dengan memulainya dari apa yang kita sukai dan kita kuasai, maka perlahan – lahan kegiatan menulis akan menjadi sebuah rutinitas bagi kita. Dan jika kita sudah rutin menulis, kita akan bisa menulis dengan genre apapun melalui latihan dan pembiasaan, dan pada akhirnya, kita sampai pada level berikutnya yaitu menulis sesuai kebutuhan pembaca.

Baca Juga : Kisah Sukses Menulis dan Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor

Sumber Gambar : https://images.app.goo.gl/hfFFVxUDpxA4sBcFA

Kesimpulan    : Untuk dapat menulis buku yang berkualitas, kita memerlukan strategi 4 R  yaitu : Renjana, Rutin, Review, dan Ruang bagi pembaca. Keempat strategi tersebut tidak harus dilakukan secara berurutan, namun sebaiknya penulis mempunyai Renjana terlebih dahulu agar buku tersebut bukan hanya mempunyai kualitas yang baik, namun juga menjadi maha karya yang bersejarah bagi dirinya, keluarganya dan orang lain yang membacanya. Oleh karena itu, belajarlah menulis dengan merdeka dari tokoh Kartini yang tulisannya tidak pernah lekang dimakan waktu.

Tuesday, May 5, 2020

BERITA UPDATE ! Daftar Sekolah Semua Provinsi yang Tidak Dapat di SK-kan pada Penyaluran Dana BOS Tahap 1

BERITA UPDATE ! Daftar Sekolah Semua Provinsi yang Tidak Dapat di SK-kan pada Penyaluran Dana BOS Tahap 1

Berdasarkan hasil penarikan data pada tanggal 20 Januari 2020 melalui laman bos.kemdikbud.go.id, yang kemudian diperbaharui kembali dengan penarikan data sebagai hasil perbaikan data pada tanggal 18 Februari 2020. Namun demikian, sampai dengan penyaluran dana BOS Reguler Tahap I Gelombang 1, Tahap I Gelombang 2, dan Tahap I Gelombang 3 masih terdapat beberapa sekolah yang tidak dapat ditetapkan melalui Kepmendikbud sehingga berstatus DITUNDA. Daftar sekolah akan dilampirkan dalam berita ini dan akan mendapatkan pemberitahuan melalui SMS broadcast. Beberapa masalah yang menjadi penyebabnya adalah sebagai berikut:
  1. KODE BANK KOSONG
  2. REKENING TIDAK AKTIF
  3. REKENING PEGAWAI (Rekening bukan atas nama Sekolah)
  4. REKENING RKUD (Rekening bukan atas nama Sekolah)
  5. REKENING GANDA

Sekolah dalam daftar harus SEGERA melakukan perbaikan data rekening pada laman bos.kemdikbud.go.id paling lambat tanggal 3 April 2020 Pukul 23.59 WIB. dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Jika diperlukan melakukan koordinasi dengan Bank yang bersangkutan.

Diharapkan peran aktif dari Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi dan juga LPMP sesuai dengan kewenangannya untuk mendorong sekolah di daerahnya segera melakukan verifikasi dan perbaikan data.