Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, April 30, 2020

Jangan Hanya Bisa Jadi Pembaca, Anda Juga Harus Bisa Jadi Penulis di Gramedia



menulis dan menerbitkan buku di gramedia
img source Rak Buku Top Ten di Gramedia PIM, Jakarta



Siapa yang tidak pernah pergi ke Gramedia ? Sebagai sebuah toku buku , Gramedia mudah dijumpai di kota – kota besar yang ada di Indonesia. Selain itu, Gramedia juga biasa terdapat di dalam pusat – pusat perbelanjaan besar seperti mall. Hal ini tentunya memudahkan para penggemar buku untuk mendapatkan buku – buku yang mereka sukai.

Pada saat penulis masih tinggal di Kota Bandung, penulis selalu menyempatkan diri untuk pergi ke Gramedia. Butuh waktu berjam – jam sampai akhirnya penulis membeli beberapa buah buku. Hal ini karena penulis merasa ingin membaca semua buku berkualitas yang ada di sana. Untungnya, di beberapa rak buku, tersedia buku – buku yang bisa dibaca gratis sebelum membelinya. Tentunya, kita hanya bisa memnbaca sekilas, namun hal ini tetap saja merupakan hal yang mengasyikan.

Lihat, mudah sekali kan jika kita ingin membaca dan mendapatkan buku berkualitas di Gramedia ? Namun, setiap kali penulis mengunjungi Gramedia, penulis selalu terpaku pada satu rak yang sangat istimewa. Rak buku ini dihias dan diletakkan sedemikian rupa sehingga para pengunjung dapat langsung tertarik untuk menikmati buku – buku yang ada di sana. Tak lain dan tak bukan, rak yang dimaksud adalah Rak Buku Best Seller. Saat terpaku seperti itu, terlintas dalam benak penulis, bagaimana caranya agar suatu saat, penulis dapat menulis buku, diterbitkan oleh Gramedia dan buku tersebut dipajang di rak tersebut.

Hari ini, dalam kegiatan Belajar Menulis Gelombang 4, Om Jay menghadirkan narasumber yang akan berbagi tentang pengalaman beliau dalam menulis dan menerbitkan buku di penerbit nasional seperti Gramedia. Beliau adalah Bpk. Amir Faisal.

Amir Faisal dikenal sebagai seorang trainer, business inspirator, konsultan marketing beberapa perusahaan go green industry, dan salah satu pemegang International Certified on NLP (Neuro Linguistic Programming), lisenced from California, dengan coach Syaiful Bahri dan Stefanus Izaac Tamsil, Lisenced Certified on Persuassive Communication dari Ronny FR, dan Certified on Basic Multiple Intelligence serta Certified on Quantum Learning by Bobbi de Potter.

Selain menjadi Business Coach, trainer / praktisi NLP, beliau juga aktif di Kadin Komite Timur Tengah serta menjadi Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Asprindo. Dan beliau juga produktif dalam menulis buku yang diterbitkan oleh penerbit – penerbit besar berskala nasional seperti Gramedia Group, Change, Farisma Publishing, dll. Dari buku – buku yang ditulisnya ini, beliau menyatakan sangat bangga dan bersyukur karena beliau sebenarnya tidak memiliki ilmu dan pengalaman dalam dunia menulis, bahkan beliau juga bukan dari kalangan akademisi, namun beliau bisa menghasilkan buku best seller di bidang pendidikan. Dan akhirnya beliau juga dikenal sebagai seorang motivator pendidikan.

Pengalaman beliau dalam menulis buku dan menerbitkan bukunya di Gramedia dapat dilihat pada video berikut :



Berdasarkan sharing yang dibagikan tersebut, berikut adalah tips – tips menulis dan menerbitkan buku di Gramedia yang dibagikan oleh Bpk. Amir Faisal :
·      Tentukan genre tulisan kita. Genre adalah sifat genetik karya Anda. Apakah novel, komik, roman, psikologi, travelling, dll
·     Prediksi minat pembaca dalam pasar kita. Hal ini bisa dilakukan sebagai berikut : jika kita memilih genre novel, maka carilah contoh novel yang dijual di Gramedia. Dengan begitu kita akan tahu minat pembaca dalam pasar kita sekaligus minat penerbitnya.
·   Menulislah dengan berani dan percaya diri. Jika Anda tidak punya pengalaman dalam topik / bidang yang akan Anda tuliskan, cobalah membaca banyak buku dan mengikuti pelatihan terkait topik tersebut. Intinya, Anda perlu mengenali diri Anda sendiri sebelum menulis. Tentukan personal branding Anda dan perjuangkan serta bangunlah personal branding itu melalui tulisan – tulisan di buku Anda.
·  Pastikan buku Anda laku dijual. Ukuran kualitas tulisan bukan terletak pada tebalnya buku. Melainkan laku atau tidaknya buku tersebut. Untuk buku terbitan Gramedia, ada standar waktu sekitar 6 bulan untuk mengetahui apakah buku itu berkualitas atau tidak. Caranya dengan melihat sirkulasi buku tersebut. Sedangkan jika buku itu bukan terbitan Gramedia, biasanya hanya dilihat selama 2 minggu, jika sirkulasinya buruk, maka buku tersebut akan didrop.
·   Pastikan karya yang Anda hasilkan merupakan karya original. Kurangi hal – hal yang bersifat teoritis seperti kajian pustaka.
·  Bertindaklah sebagai penulis yang juga sebagai marketing buku Anda sendiri. Sekalipun buku Anda sudah diterbitkan oleh Gramedia yang notabene merupakan toko buku besar dengan banyak cabang di kota – kota yang ada di Indonesia. Pelajari tips marketing buku pada artikel berikut https://www.cikgutere.com/2020/04/strategi-pemasaran-buku-yang-efektif.html 
·  Bangunlah konsistensi Anda dalam menulis. Mulailah dari passion hidup Anda sendiri.
·  Tulislah buku yang menampilkan keunikan dari antara topik – topik lain yang pernah ditulis. Misalnya ketika Anda menulis buku dengan topik Teknik.

Wednesday, April 29, 2020

Cari Tahu, Rahasia Sukses Menulis Dengan Rumus 3 B






Tidak terasa, hari ini adalah pertemuan ke 32 pada kegiatan Belajar Menulis Gelombang 4 yang diselenggarakan oleh Om Jay dkk. Tadi malam, penulis mencoba menelusuri jejak – jejak tulisan yang sudah penulis posting di blog ini. Sudah lebih dari 30 tulisan menghiasi blog sederhana ini.

Penulis mencoba melakukan refleksi terkait kemampuan dan keterampilan menulis dengan cara membandingkan tulisan pertama yang penulis buat dengan tulisan – tulisan berikutnya. Penulis dapat melihat bahwa ada perbedaan dari cara penyajian tulisan dan juga detail pembahasan yang semakin membaik.

Namun, tentunya hasil yang penulis dapatkan ini adalah berkat bimbingan dan motivasi dari Om Jay bersama para narasumber hebat yang setia dalam mendampingi kegiatan Belajar Menulis Gelombang 4. Penulis juga menyadari bahwa sebenarnya skill menulis itu ibarat sebuah pisau yang terus menerus harus diasah agar tetap tajam.

Pada siang hari ini, melalui pertemuan ke 32, penulis bersama dengan para peserta kegiatan Belajar Menulis, akan belajar dan mencari tahu tentang rahasia sukses menulis bersama seorang narasumber hebat lainnya dalam topik “Belajar, Belajar, dan Belajar Menulis Setiap Hari”.



Narasumber kegiatan Belajar Menulis hari ini adalah Bapak Dr. Uswadin, M.TPd.          Beliau lahir di Brebes, 15 Maret 1968. Pendidikan terakhir beliau adalah S3 di Universitas Negeri Jakarta dan saat ini beliau menjabat sebagai Kepala SMP Labschool Cibubur, selain itu beliau juga berperan sebagai pengembang Labschool UNJ. Beliau dapat dihubungi via email : dinuswa15@gmail.com. Motto hidup beliau,”Bermanfaatlah untuk sesama”.

Seorang penulis besar dan terkenal pastilah menghasilkan banyak karya yang diminati oleh para pembacanya. Selama ini, pasti kita juga pernah mengkhayal suatu saat kita akan menjadi penulis yang hebat, seperti Tere Liye, Asma Nadia, Andrea Hirata, dan penulis – penulis hebat lainnya.

Namun, tahukah Anda, di balik kesuksesan mereka, tersimpan sederet perjuangan yang telah mereka lewati untuk mencapai titik kesuksesan seperti saat ini. Tidak ada seorang penulis yang begitu “lahir” langsung hebat dan terkenal. Menurut Dr. Uswadin, menulis memerlukan kemampuan dan keterampilan tersendiri. Di samping itu, kita juga harus terus mengevaluasi kekurangan – kekurangan kita dalam menulis. Jika hal ini kita lakukan, maka kualitas tulisan dan kemampuan menulis kita akan semakin baik.

Faktor Penting Dalam Menulis

Untuk dapat menulis dengan baik, kita harus : 
  1. Mengalahkan diri kita sendiri : misalnya rasa malas, tidak percaya diri, dan merasa tulisan kita tidak bermakna
  2. Menyiapkan waktu untuk menulis
  3. Memanfaatkan ide yang ada yang muncul kapan saja. Sebaiknya tulis dulu ide tersebut berupa draft di dalam hp kita, berisi point - point penting yang akan dikembangkan dalam tulisan kita. Ide merupakan hal yang penting karena akan menunjukkan konten yang jelas dan inilah alasan kita menulis dan alasan kita akhirnya berani menulis. 

Memulai itu adalah sesuatu yang terbaik, jangan menunggu sempurna. Karena tulisan yang baik adalah tulisan yang sudah selesai. Jangan takut dan ragu untuk menulis, tulislah apa yang bisa dilakukan, karena semua orang bisa menulis. Jika kita berani membaca, membaca, dan membaca, maka kita pun harus berani menulis, menulis, dan menulis. (quote by : Dr. Uswadin)

Menulis Dengan Sukses 

  1. Menulis ide yang muncul kapan saja dalam bentuk draft
Kita tidak pernah menduga bahwa ide bisa muncul kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, buatlah sebuah draft untuk menampung ide tersebut.


Contoh ide yang ditulis di buku kecil sebelum menjadi tulisan yang lengkap. Dengan menulis ide seperti ini, maka kita kita tidak perlu khawatir jika ide tersebut akan hilang.                                            

  1. Mengembangkan point - point tulisan pada draft yang sudah ditulis                       
Setelah kita memiliki draft tulisan, maka carilah waktu yang baik untuk mengembangkan point - point pada draft tersebut. Dan bisa juga dilengkapi dengan riset kecil - kecilan seperti melakukan studi pustaka agar memperoleh banyak referensi terkait dengan ide yang akan kita kembangkan tersebut. Berikut ini adalah contoh pengembangan draft yang dibagikan oleh  narasumber :

Draft :
Semua kejadian pasti ada hikmah    
Pengembangan :
Adanya sebuah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena Allah swt akan memberikan hikmah di dalamnya. Allah telah berfirman dalam kitab suci yang artinya : Tidak ada sesuatu yang sia-sia dari penciptaan Allah (QS 3: 191). Allah berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi di bumi ataupun di langit, karena Dia adalah maha berkehendak (QS 85:16). Peristiwa terjadinya Corona Virus di daerah Wuhan China di penghujung tahun 2019 dan akhirnya melebar hampir menyentuh seluruh negara di dunia sehingga menjad wabah pandemik yang dikenal dengan Pandemik Covid-19.

3.  Membagikan tulisan kepada publik melalui blog dan media sosial                                           
Hal ini dilakukan agar semakin banyak orang yang membaca dan mendapatkan manfaat dari tulisan yang kita buat. Berikut ini adalah link postingan tulisan Pak Uswadin pada beberapa media online :     
Selain media online, beliau juga mengirimkan tulisannya pada media cetak. Beliau memotivasi para peserta agar berani untuk mengirimkan tulisan ke media cetak dengan maksud menumbuhkan kebanggaan tersendiri dalam diri setiap penulis jika tulisannya dimuat di surat kabar yang sudah populer atau berskala nasional. Berikut ini adalah contoh tulisan beliau yang dimuat di salah satu media cetak :



Menulis di blog juga tak kalah menarik dan menjadi tantangan tersendiri bagi beliau. Hal ini juga penulis rasakan. Mulai dari pemilihan judul yang unik dan menarik, menyajikan ide yang factual dan fresh serta menjaga konsistensi menulis konten di blog merupakan tantangan – tantangan yang harus dijalani oleh setiap blogger.

Penulis merasa sangat terkesan dengan produktivitas narasumber hari ini, karena beliau sukses menulis di berbagai media cetak dan elektronik dengan gaya bahasa yang sangat luar biasa memikat dan inspiratif. Silakan Anda baca juga tulisan beliau di blog pribadinya berikut ini : http://uswadinlabschool.blogspot.com/2020/04/pesantren-baiti-jannati.html

Beliau mengatakan bahwa jika kita terbiasa menulis maka tulisan – tulisan itu akan semakin mudah kita tuangkan menjadi buku, bahkan sebagai seorang guru, tulisan – tulisan kita dapat menjadi buku pelajaran sesuai mata pelajaran yang kita ampu. Karena setiap hari kita menekuni topik tersebut. Ini adalah buku yang beliau tulis sesuai mata pelajaran yang beliau ampu yaitu Pendidikan Kewarganegaraan serta beberapa buku lainnya karya beliau.

                         


                                   

Rupanya Dr. Uswadin bukan hanya produktif dalam melahirkan tulisan – tulisan yang inspiratif. Beliau juga kreatif dalam seni musik. Buktinya, beliau mampu menciptakan syair lagu yang beliau nyanyikan sendiri dari ide yang diperolehnya saat menulis. Contohnya adalah lagu berikut : https://m.soundcloud.com/uswadin-labschool/hebatnya-negriku

Rahasia Sukses Menulis Dengan Rumus 3 B


Banyak metode yang dapat diterapkan oleh seorang penulis agar dapat sukses menulis. Kali ini, penulis akan berbagi rahasia sukses menulis dengan rumus 3 B seperti yang disampaikan oleh narasumber kegiatan Belajar Menulis hari ini. Sebelum sampai pada rumus 3 B yang dimaksud, mari kita simak beberapa tips menulis yang bermanfaat berikut ini :

1.    Gunakan data dan fakta hasil penelitian untuk membuat buku.
Caranya sebagai berikut :
a.  Mengambil latar belakang dari penelitian ditulis lagi di bagian pendahuluan dengan bahasa yang simple / sederhana. Bisa juga dipecah menjadi 2 bab
b.  Menyampaikan penemuan penting atau ide penting yang diperoleh dari penelitian tsb. Bagian ini bisa di bagi menjadi 3 atau 4 bab.
c.      Menuliskan rekomendasi yang dapat dipetik dari penelitian tersebut sebanyak 1 bab
d.      Menuliskan kesimpulan dan penutup menjadi 1 bab
e.      Melengkapi tulisan dengan gambar agar tampilannya menjadi lebih menarik
2.    Menulislah dalam kondisi hati yang baik (mood baik) terutama bagi penulis yang masih mengandalkan mood untuk menulis. Jika suasana hati sedang baik, cenderung ide akan lebih mudah dituangkan dalam tulisan. Jangan pernah memaksakan diri untuk menulis.
3.  Biasakan melakukan swa editing sebelum tulisan diupload di media elektronik / media daring. Jika perlu, baca ulang tulisan sebanyak 3 kali agar mengetahui kekurangannya. Dan sebaiknya, mintalah orang lain untuk membacanya sebelum diupload.
4.   Kenali visi dan misi media online dan media cetak yang akan menerima tulisan kita. Bisa juga dengan menghubungi staf redaksi media tersebut.
5.    Strategi agar tulisan kita runtut / mengalir adalah dengan cara menyusun konsep – konsep dengan runtut. Konsep – konsep inilah yang nantinya akan menjadi “track” kita dalam menulis, sehingga ide tulisan kita mengalir dengan baik.
6.  Inventarisir ide sebanyak – banyaknya lalu rajutlah menjadi tulisan dan buatlah buku dari tulisan – tulisan itu.
7.    Menulislah terus agar semakin percaya diri dalam menghasilkan tulisan. Sebagai penulis pemula yang masih harus banyak belajar sebaiknya kita melakukan blog walking dan banyak membaca tulisan / buku penulis lain. Amatilah gaya menulis mereka lalu lakukan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). 


Dari semua tips menulis di atas, pada intinya rahasia sukses menulis terletak pada rumus    3 B, yaitu Belajar, Belajar, dan Belajar untuk menulis. Jangan mudah puas, keluarlah dari zona nyaman kita sebagai penulis. Sebab kepuasan seorang penulis tidak hanya dilihat dari berapa banyak karya yang dihasilkannya, namun yang lebih utama adalah, berapa banyak pembaca yang terinspirasi dari tulisan yang dihasilkannya. Oleh karena itu, tidak akan pernah ada kata cukup untuk belajar menulis. Teruslah menulis, tetaplah menginspirasi setiap generasi. Salam literasi.

Tuesday, April 28, 2020

Menulis Buku Digital yang Ideal Bagi Generasi Milenial


Menulis buku digital




Zaman boleh berganti, namun ilmu pengetahuan tidak akan pernah surut. Demikian juga buku sebagai gudang ilmu, keberadaannya selalu dicari dan dinanti, namun bentuk buku juga turut menyesuaikan dengan generasi yang akan membacanya. Generasi milenial yang lahir di tengah demam internet dan hitech, telah mengubah wajah buku dari versi cetak menjadi buku digital. Buku inilah yang saat ini dipilih sebagai buku yang ideal bagi generasi milenial.


Anda senang membaca buku ? Buku jenis apakah yang Anda sukai ? Apakah buku versi cetak atau buku digital ? Mengapa Anda menyukai jenis buku tersebut ?
Ini adalah beberapa pertanyaan pengantar pada topik pembahasan kita sore hari ini, yaitu Menulis dan Membuat Buku Digital. Materi ini secara khusus dibawakan oleh seorang narasumber hebat dalam Kegiatan Belajar Menulis bersama Om Jay, dkk. Beliau adalah seorang Pakar IT yang telah menorehkan banyak karya dan prestasi di bidang yang ditekuninya.

Profil Narasumber

Onno Widodo Purbo (lahir di BandungJawa Barat17 Agustus 1962; umur 57 tahun) adalah seorang tokoh dan pakar di bidang teknologi informasi asal Indonesia. Selain pakar, Onno juga dikenal sebagai penulis, pendidik, dan pembicara seminar. Sebagai aktivis Onno dikenal dalam upayanya memperjuangkan Linux.


Karya inovatifnya diantaranya adalah Wajanbolic, sebagai upaya koneksi internet murah tanpa kabel dan RT/RW-Net sebagai jaringan komputer swadaya masyarakat untuk menyebarkan internet murah, serta penerapan Open BTS
Ia memulai pendidikan akademis di ITB pada jurusan Teknik Elektro pada tahun 1981 dan lulus dengan predikat wisudawan terbaik, kemudian melanjutkan studi ke Kanada dengan beasiswa dari PAUME.
Ia juga aktif menulis dalam bidang teknologi informasi media, seminar, konferensi nasional maupun internasional dan percaya filosofi copyleft (sumber terbuka), banyak tulisannya dipublikasi secara gratis di internet. Profil narasumber selengkapnya dapat dibaca pada link berikut https://id.wikipedia.org/wiki/Onno_W._Purbo

Mengenal Buku Digital

Pernahkah Anda mendengar istilah Buku Sekolah Elektronik (BSE) ? Dengan diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006), istilah BSE mulai popular di dunia pendidikan. Saat itu BSE hadir sebagai penyedia sumber belajar yang dikelola langsung oleh Pusat Kurikulum Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud. Buku – buku yang ditulis oleh penulisnya, melewati tahap seleksi sebelum akhirnya ditetapkan menjadi BSE. Distribusi BSE ke seluruh Indonesia menggunakan aturan penggunaan HET sesuai zona.

Dalam perkembangannya, Buku Sekolah Elektronik hadir dalam bentuk file yang dapat didownload secara gratis oleh para penggunanya. Contohnya dari link berikut : https://bse.kemdikbud.go.id/ Sebenarnya, apa itu buku digital ? Whalts, dalam https://pengajar.co.id, menyatakan buku digital atau E-book ialah versi elektronik dari buku cetak yang bisa dibaca dengan memakai komputer sendiri dengan memakai e-book reader.

Dari pernyataan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa buku digital mempunyai format yang berbeda dengan buku versi cetak. Beberapa format buku digital yang dapat kita manfaatkan adalah :
1.     PDF
Format pdf merupakan format e-book yang sangat familiar dan mudah digunakan bahkan dapat langsung diprint. Untuk membuat e-book dalam format Pdf caranya sangat mudah. Tinggal mengkonversi format file tulisan yang akan dibuat menjadi e-book. Misalnya dari Microsoft word dikonversi ke dalam bentuk Pdf.
2.     JPEG
JPEG merupakan file extension yang biasanya digunakan untuk menyimpan gambar. E-book yang sesuai dengan format JPEG adalah komik dan manga.
3.     LIT
Untuk dapat membaca e-book yang menggunakan format LIT, kita harus mempunyai tool Microsoft Reader dari Microsoft. Kelebihannya adalah format ini meemliki bentuk huruf yang lebih nyaman untuk dibaca.
4.     HTML
Tidak semua gawai dapat digunakan untuk membuka e-book yang mempunyai format HTML. Kelebihannya, kita dapat menggabungkan gambar dan teks sesuai layout yang kita inginkan.
5.     Flip Book
Untuk dapat membaca e-book yang mempunyai format Flip Book, kita perlu memasang software atau plug in tambahan. Kelebihannya, kita dapat merasakan sensasi membuka e-book dengan cara membolak – balik halaman seperti membolak – balik buku versi cetak. 

Kelebihan dan Kekurangan Buku Digital (e-book)

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan e-book, yaitu :
·       Kelebihan e-book, yaitu :
a.    Praktis, bisa dibawa ke mana saja
b.    Tidak membutuhkan ruang penyimpanan yang besar, cukup disimpan di dalam memori internal atau memory eksternal
c.    Awet / tidak lapuk
d.    Mudah diakses, cukup klik maka buku sudah bisa dibaca
e. Mudah dibagikan, bisa dengan membagikan kutipan tertentu atau bahkan langsung membagikan secara utuh
f.     Ramah lingkungan, karena tidak membutuhkan kertas sebagai medianya.
g.    Murah, beberapa e-book tidak dapat diperoleh secara gratis. Namun, biasanya harga e-book akan lebih murah dibandingkan dengan harga buku versi cetak

·         Kekurangan e-book, yaitu :
a.    Membutuhkan perangkat keras dan lunak untuk membukanya
b.    Membutuhkan kuota data internet untuk mengaksesnya pertama kali
c. Tidak semua perangkat dapat digunakan untuk membaca format e-book tertentu
d.    Rawan plagiasi, karena mudah untuk dikutip dan dibagikan
e.    Rawan disalahgunakan untuk pembajakan buku
f.     Tergantung pada jaringan internet

Cara Menulis dan Membuat Buku Digital 

Sebagai seorang penulis puluhan buku dan karya publikasi lainnya, narasumber berbagi ilmu dan pengalamannya dalam menulis dan membuat buku, baik buku versi cetak maupun buku digital. Berikut ini adalah langkah – langkah dalam menulis buku :

A. Langkah Persiapan
Sebelum menulis buku, seorang penulis hendaknya melakukan langkah persiapan sebagai berikut :
-        Membaca banyak tulisan, artikel, atau buku
Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Ada banyak manfaat membaca, yaitu : mengetahui apa yang belum diketahui sebelumnya, mengetahui informasi terbaru, mendapatkan ide, dan memperkaya wawasan. Jika kita ingin agar buku kita “berisi” maka kita harus memastikan bahwa ide yang akan kita tuangkan di dalam buku kita merupakan ide yang segar, factual, dan tentunya menarik dan bermanfaat bagi pembaca.

-        Memahami Rumus 5W + 1 H untuk dasar pengembangan tulisan
Banyak metode menulis yang dapat diterapkan oleh seorang penulis. Di antaranya adalah dengan menggunakan rumus 5W + 1 H (What, Why, When, Who, Where, dan How). Dengan memahami rumus menulis ini, maka seorang penulis dapat membuat tulisan yang terstruktur dan mudah dipahami oleh pembacnya. Seorang mentor menulis, pernah menyarankan kepada Penulis supaya menulis buku yang terdiri dari dari minimal 5 bab di dalamnya. Hal ini semata – mata didasari oleh kebutuhan informasi yang akan dicari oleh pembaca dari buku yang kita tulis. Maksudnya, 5 bab itu akan menunjukkan jawaban – jawaban untuk pertanyaan terkait judul buku kita.

B. Mencari Topik
Para pembaca, khususnya generasi milenial cenderung menginginkan topik yang “happening” atau update. Sehingga penulis harus benar – benar serius dalam menentukan topik yang akan dituliskannya. Banyak metode yang dapat digunakan oleh seorang penulis sebelum memilih topik, di antaranya : membaca berita terkini dari portal berita online / offline, “membaca” situasi factual yang terjadi di sekitarnya, ngobrol dengan teman untuk mencari tahu topik yang mereka sedang perbincangkan, konsultasi dengan penerbit (hal ini agar kita mengetahui kebutuhan naskah di sebuah penerbitan), dan bisa juga dengan menggunakan bantuan “google trend”. Pada artikel berikutnya, penulis akan memberikan ulasan khusus tentang metode yang terakhir.

C. Kebiasaan Mencatat
Setelah kita mendapatkan topik yang akan kita tulis, berikutnya kita mulai menulis. Narasumber membeberkan kebiasaan beliau menulis di wiki. Berikut ini adalah langkah – langkah singkat menulis di wiki seperti yang beliau bagikan melalui link berikut :    

Langkah Singkat Untuk Aktif Menulis di Wiki :
1.  Membuat account di Wiki.


2.  Login ke Wiki dengan username & password yang baru dibuat. Perlu di catat disini bahwa Wiki tidak akan mengijinkan anda untuk mengedit sesuatu jika tidak login ke Wiki. Ini dilakukan sebagai proteksi terhadap spammer.
3.  Masukan judul / kalimat / keyword dari kata yang ingin anda terangkan pada kolom navigasi > search disebelah kiri halaman.
·  Jika judul tersebut belum ada, biasanya anda akan di berikan pilihan untuk menuliskan artikel tentang judul / keyword tersebut.
·     Sebelum anda menulis artikel pada halaman baru, pastikan bahwa artikel anda benar-benar tidak memiliki makna atau arti ganda/duplikat (baca : ambiguous) - sebagai contoh :
istilah "POST" dapat mengacu kepada sebuah istilah pada perangkat keras, juga dapat mengacu kepada istilah pada permintaan halaman sebuah website.
untuk menghindari makna ganda tersebut - bila anda kurang yakin dengan makna tunggal sebuah istilah, anda dapat membuat sebuah halaman baru berjudul "POST" dengan isi (baca : konten) seperti berikut :
"POST" bermakna ganda,
ü "POST" pada perangkat keras (berikut cantumkan link pada halaman baru berjudul "POST pada Hardware")
ü "POST" pada permintaan HTTP (berikut cantumkan link pada halaman baru berjudul "POST pada HTTP")
ada baiknya sebelum membuat halaman baru - anda pastikan keberadaannya - juga dengan metode search pada kolom navigasi, sehingga juga tidak akan terjadi duplikasi dokumen.
4.  Klik simpan / save, jika tulisan anda anggap cukup.
Ada baiknya bila anda menulis artikel anda pada selembar kertas terlebih dahulu sebelum anda menyimpannya pada SpeedyWiki ini sehingga proses revisi dapat lebih ringkas.

Selain menulis di Wiki, kita juga bisa menulis di blog atau media menulis lainnya. Seperti nasehat Om Jay,”Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Keajaibannya”. Jika kita menulis artikel setiap hari maka dalam satu bulan, kita sudah bisa menulis buku dengan cara mengumpulkan tulisan – tulisan kita tersebut.

Selain dengan cara menulis artikel setiap hari, kita juga bisa menulis buku dengan cara sederhana yaitu menggabungkan kalimat – kalimat dari artikel atau buku berbahasa Inggris lalu diterjemahkan. Kita bisa menggunakan bantuan dari google translate. Kemudian kita cari lagi artikel terkait dan mengambil beberapa kalimat untuk diterjemahkan lalu kalimat – kalimat hasil terjemahan itu digabungkan dan dimodifikasi menjadi buku yang baru. Narasumber sendiri menyampaikan bahwa cara menulis sederhana ini bisa digunakan, terutama oleh para mahasiswa yang sering memanfaatkan referensi berbahasa Inggris. Namun, beliau juga menyampaikan bahwa sebagai dosen, beliau menyarankan kepada mahasiswanya untuk mengambil sumber tulisan yang akan dijadikan buku berdasarkan topik – topik yang [ernah beliau sampaikan.


D. Menulis Buku
Menurut narasumber, naskah yang perlu disiapkan sebelum diterbitkan dalam bentuk buku harus terdiri dari :
1)     Halaman judul, Penulis tidak perlu membuat layout judul sendiri, hanya menulis saja judul bukunya. Pemilihan judul akan berpengaruh terhadap “lakunya” buku tersebut, sehingga buatlah judul semenarik mungkin.
2)     Kata Pengantar, bisa dibuat oleh orang lain, bisa dibuat oleh si penulis sendiri. Dalam hal ini, jika kata pengantar dibuat oleh orang lain (biasanya orang yang dihormati, pejabat, atau pimpinan organisasi) dapat dianggap sebagai endorsement yang dapat mendongkrak pepularitas penulis dan bukunya. Namun, jika penulis sendiri yang menulis, biasanya disebut pra kata, sebagai pengantar pembaca untuk masuk pada isi bukunya.
3)     Daftar Isi
Penulisan daftar isi dapat dibuat secara otomatis agar lebih rapi dan konsisten. Caranya :
·         Tuliskan judul bab, klik Heading 1
·         Tuliskan judul sub bab, klik Heading 2
 Perhatikan gambar berikut :


·         Klik Reference pada menu bar lalu klik Table of Contents


Perhatikan perbedaan penulisan daftar isi sebelumnya dengan table of contents berikut :

4)     Materi Lengkap (ditambah folder gambar, bila ada)
Fungsi gambar dalam sebuah tulisan adalah sebagai unsur pelengkap tulisan. Khusus bagi penulis yang mempunyai target pembaca anak – anak, maka gambar menjadi bagian yang sangat penting. Karena anak – anak pada umumnya mulai memiliki minat untuk membaca setelah mereka melihat gambar – gambar yang menarik dan penuh warna.

Bagi seorang penulis, gambar juga dapat mewakili makna tertentu dan membantu menghadirkan suasana tulisan. Biasanya, dalam buku – buku fiksi, sebuah gambar dapat menyajikan ilustrasi keseluruhan isi cerita. Sehingga pemilihan gambar harus dilakukan dengan tepat.

Gambar yang terdapat pada buku, dapat diperoleh dengan 3 cara, yaitu :
Penulis menggambarnya sendiri, illustrator yang membuat gambarnya (jasa berbayar  dari penerbit atau bisa juga penulis bekerja sama dengan ilustratornya sendiri), dan menggunakan gambar yang sudah tersedia di internet. Berhati – hatilah jika kita ingin menggunakan gambar dari internet, agar tidak menyalahi aturan mengenai copy right.
Tips agar gambar yang kita gunakan tidak terkena copy right adalah : dengan mengambil gambar – gambar dari situs penyedia gambar gratis, seperti : pixabay, unsplash, flickr, pexels, picjumbo, freeimage, dll. Selain itu bisa juga dilakukan dengan cara melakukan filter sebagai berikut :

-          Ketik google
-          Ketik image / gambar apa yang kita perlukan. Misalnya : pohon
-          Klik tulisan “Fitur” di bagian penelusuran (lihat gambar)



-       Klik pilihan “hak penggunaan”
-       Klik “dilabeli untuk digunakan kembali”
-       Pilih gambar yang akan digunakan

Yang perlu diperhatikan jika menggunakan gambar dari internet adalah kita tetap harus menuliskan sumber gambar / asal situsnya sebagai tanda penghargaan atas usaha dan kerja keras si pembuat gambar.

5)     Tentang Penulis
Tentang penulis merupakan bagian buku yang menerangkan riwayat penulis. Mulai dari tanggal, bulan, tahun lahir, kemudian riwayat pendidikan dan riwayat pekerjaan. Ketika kita menuliskan bagian ini, tunjukkan karya – karya kita dan (jika ada) prestasi – prestasi yang pernah kita raih. Bisa juga dengan menyertakan jumlah follower media sosial kita, untuk meyakinkan penerbit bahwa penulis mempunyai kredibilitas yang tinggi. Buatlah sebanyak satu paragraf singkat.

6)     Daftar Pustaka
Seorang penulis buku non fiksi sama halnya dengan jurnal dan karya ilmiah lainnya, hampir pasti menggunakan referensi berupa artikel, jurnal, buku atau karya publikasi lainnya. Jika hal tersebut dilakukan, maka kita harus mencantumkan daftar pustaka di bagian belakang buku. Hal ini sangat penting karena jika kita mengutip bagian artikel atau buku tersebut tanpa mencantumkannya pada daftar Pustaka, maka akan terindikasi melakukan plagiasi. Denda dan hukuman plagiasi sangat berat, bahkan sudah termasuk pada ranah hukum dengan adanya Undang – Undang Hak Cipta atau Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Jika kita hendak membuat karya ilmiah, disarankan agar kita mengambil referensi dari jurnal berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris. Caranya sebagai berikut :
·      Ketik https://scholar.google.com/
·      Ketik keyword / kata kunci terkait topik tulisan kita
·      Pilih artikel yang akan kita kutip, lalu klik tanda “ (kutip) di bagian bawah artikel tersebut
·      Copy penulisan daftar pustakanya sesuai pedoman yang akan kita gunakan (MLA, APA, ISO 690).
Perhatikan gambar berikut :


7)     Sinopsis
Sinopsis biasanya akan dituliskan di bagian belakang buku sebagai sarana promosi, sehingga pembaca akan mendapatkan gambaran mengenai isi buku dan mendapatkan alasan yang tepat bagi dirinya untuk membeli buku tersebut.

E. Membuat Buku Digital
Secara sederhana, buku digital dapat dibuat hanya dengan mengubah format file naskah buku dari docx menjadi pdf. Berikut ini adalah cara mudah membuat buku digital dengan menggunakan Microsoft Word pada laptop dengan operasi windows :
1.  Siapkan naskah buku yang akan dijadikan buku digital
2.  Klik File – Save as
3.  Pilih folder untuk menyimpan file
4.  Klik Save as type
5.  Pilih Pdf
6.  Klik save / Ok.


Menerbitkan Buku Digital

Penulis merasa yakin bahwa Anda semua sudah pernah membaca buku digital, terlebih buku digital dalam format pdf. Baik yang dibagikan melalui WhatsApp grup maupun yang Anda download secara gratis melalui link – link penyedia buku digital termasuk beberapa aplikasi playstore yang menyediakan fitur e library (perpustakaan digital) di mana kita bisa membaca ribuan koleksi buku digital.

Ternyata, proses menerbitkan buku digital tergolong mudah. Terutama jika dibandingkan dengan menerbitkan buku versi cetak di penerbit mayor. Narasumber menyampaikan bahwa proses menerbitkan buku perlu disertai dengan ISBN, terutama bagi penulis yang berstatus ASN. Karena buku dapat dihitung dalam angka kredit untuk kenaikan pangkat ASN bila mempunyai ISBN. ISBN sendiri dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional RI melalui penerbit atau lembaga lain yang telah mendaftarkan lembaganya tersebut di Perpusnas. Adapun syarat pengajuan ISBN oleh penerbit dan lembaga lainnya dapat dilihat pada link berikut : https://isbn.perpusnas.go.id/

Beberapa penerbit menyediakan layanan penjualan buku dalam bentuk digital yang terindeks oleh google play. Oleh karena itu, penting sekali bagi seorang penulis untuk menanyakan berbagai fasilitas layanan yang akan diterima jika naskah bukunya akan diterbitkan oleh sebuah penerbit. Untuk buku versi cetak yang diterbitkan melalui penerbit mayor, seorang penulis akan menerima royalty sebesar 5 – 10% dari penjualan buku dan dibayarkan setiap 6 bulan.

Narasumber mengatakan bahwa saat ini, pangsa pasar buku pelajaran anak siswa SD, buku anak, dan buku motivasi masih sangat baik dan paling laku. Jadi, tunggu apa lagi, ayo kita sama – sama menulis naskah buku terbaik kita dan kita terbitkan di penerbit mayor, baik berupa buku versi cetak maupun buku digital yang merupakan buku paling ideal bagi generasi milenial saat ini. Salam literasi.