Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, March 31, 2020

DUA STRATEGI PERANG MELAWAN CORONA ALA GENERASI MECIN







Acara “Generasi Mecin” yang dipandu oleh host Patra Gumilang tadi malam, mengangkat topik “Perang melawan Corona”. Dalam perbincangannya yang ditayangkan di Stasiun Jak TV, telah hadir dua orang narasumber yang kompeten, yaitu Bpk Sugiyono Saputra, seorang peneliti mikrobiologi dari LIPI dan  Bpk. Indra Charismiadji, seorang pakar pendidikan 4.0. Keduanya terhubung dalam live streaming Jak TV.

Pada kesempatan pertama, host menayangkan cuplikan video dari Presiden RI, Joko Widodo yang menyatakan bahwa UN pada tahun ini ditiadakan karena pemerintah sedang berusaha untuk memutus rantai penyebaran Covid 19. Melalui Permendikbud No. 4 Tahun 2020, Kemdikbud menyatakan bahwa semua bentuk ujian termasuk ujian untuk kelulusan dan ujian akhir semester yang melibatkan pengumpulan banyak orang, ditiadakan. Artikel lebih lengkapnya Di Sini

Kemudian, host mulai membuka sesi pemaparan dengan memberikan kesempatan kepada Bpk Sugiyono mengenai penyebaran Covid 19. Dalam pemaparan materi, narasumber menyampaikan bahwa penyebaran Covid 19 dapat dilakukan dengan cara melindungi diri dengan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai prosedur pertama penyelamatan diri, di antaranya adalah penggunaan masker. Selain itu, upaya – upaya lain pun dapat dilakukan yaitu melakukan penyemprotan cairan disinfektan dan penyediaan alat rapid test.

Alat Rapid Test

Secara lebih spesifik, narasumber menyebut bahwa alat rapid test yang ada bukan merupakan alat yang langsung mendiagnosa seseorang apakah postif corona atau tidak. Melainkan hanya sebagai alat penyaring awal sebelum dilanjutkan tahap pemeriksaannya dengan prosedur yang lebih mendalam. Beliau juga menghimbau kepada semua pemirsa agar jika mengalami gejala – gejala seperti demam, batuk, dan sesak nafas agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan dengan segera. Hal yang tidak kalah penting dan harus dilakukan oleh semua masyarakat adalah agar menyaring terlebih dahulu pemberitaan – pemberitaan terkait corona.

Hoax Corona

Selanjutnya, host mempersilakan Bpk Indra Charismiadji menyampaikan pandangannya dari sudut pendidikan terkait dengan pembatalan UN di tahun 2020. Host menyaring opini yang berkembang di masyarakat, katanya pembelajaran online yang dilakukan sebagai bentuk pembelajaran jarak jauh merupakan hal yang tidak efektif karena terkesan dadakan. Berikut ini adalah tanggapan dari Bpk. Indra Charismiadji, “Pembelajaran online itu tidak mendadak. Karena sebenarnya kita sudah memasuki era digital dimulai dari 20 tahun yang lalu. UNESCO sudah menyatakan 4 pilar pendidikan, yaitu : learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Jadi focus pembelajaran sebenarnya bukan pada “What to Learn” melainkan “How to Learn”.

Bpk. Indra Charismiadji menggambarkan bahwa selama ini UN masih digunakan untuk mengukur apa yang dipelajari. Padahal semestinya, UN itu hanya menjadi salah satu indikator pemetaan mutu pendidikan, bukan untuk menjadi bahan untuk menghakimi siswa. Beliau mengamati bahwa anak – anak sekolah pada masa sekarang memang hebat dalam mengerjakan tes, tetapi itu hanya merupakan ilusi pembelajaran, bukanlah pembelajaran yang sesungguhnya / pembelajaran real. Beliau bahkan meyakini bahwa kondisi saat ini, di tengah pandemi Covid 19, kemudian UN ditiadakan, merupakan sebuah kondisi yang bagus supaya bisa mereset kembali sistem pendidikan.

Berikutnya, menanggapi keluhan para mahasiswa yang terkena imbas social distancing dan mereka diwajibkan belajar di rumah selama satu semester, para mahasiswa mengeluhkan banyaknya tugas yang harus dikerjakan dan alokasi waktu pembelajaran yang lebih panjang dibandingkan dengan ketika mereka melaksanakan kuliah secara reguler, beliau memberikan pernyataan bahwa belajar apa pun tidak penting. Karena semua orang bisa mengakses google dan mendapatkan apa saja untuk dipelajari. Namun, keterampilan yang harus dilatih kepada mereka adalah kemampuan untuk melakukan filterisasi antara hoax, opini, dan fakta.

Kemudian, host memberikan pertanyaan kepada Bpk. Indra Charismiadji mengenai contoh pembelajaran yang efektif. Karena sekarang begitu marak model pembelajaran online yang ditawarkan di berbagai media dan terkait dengan rencana perpanjangan masa tanggap bencana Covid 19. Bpk, Indra menyatakan bahwa salah satu pembelajaran yang dipandang efektif adalah Project Based Learning (PjBL).
Project Based Learning

Contoh kasus pembelajarannya, corona berdampak pada berbagai bidang. Apakah siswa mampu atau tidak untuk memberikan solusi menurut pemikiran mereka sendiri yang dilandasi dengan teori – teori yang relevan. Bukan hanya sekedar mengambil teori dari blog – blog yang kurang kredibel. Jika siswa sudah mampu memproduksi pemikirannya, siswa harus mampu berkreasi dengan menuangkan pemikirannya dalam bentuk blog, animasi, film, dll.

Sedangkan untuk link pembelajaran yang efektif atau video rujukan pembelajaran, harus disesuaikan lagi dengan gaya belajar masing – masing. Karena pada intinya, belajar itu adalah bagaimana caranya belajar. Isi pembelajaran itu sendiri bukan hanya terdiri dari konten – konten pembelajaran, namun lebih jauh siswa harus bisa mempraktekkan teori – teori yang sudah mereka pelajari.

Bpk. Indra Charismiadji juga berpendapat bahwa, dengan diberlakukannya social distancing, peran keluarga harus menjadi lebih efektif. Orang tua tidak cukup hanya mendidik anak dengan pola outsourcing. Pola outsorcing yang dimaksud di sini adalah melimpahkan masalah pendidikan anak kepada lembaga – lembaga Bimbingan Belajar, kursus, atau les belajar lain.

Membaca Buku

Penekanan pendidikan sekarang sebenarnya ada di pihak orang tua. Kita bisa bercermin dari kesuksesan Negara Finlandia yang berhasil meraih predikat terbaik berdasarkan PISA 2015. Orang tua di Finlandia terbiasa melatih anak – anak mereka membaca. Dan hal ini sudah menjadi budaya di Finlandia sendiri. Demikian seluruh penyampaian dari Bpk. Indra Charismiadji sebagai narasumber.

Pada sesi terakhir, host meminta kedua narasumber untuk memberikan statement terakhir sekaligus pesan kepada masyarakat. Berikut ini adalah pesan dari Bpk. Sugiyono, “Masyarakat jangan panik. Harus support usaha – usaha yang dilakukan oleh pemerintah, walaupun kita pandang usaha itu mungkin belum optimal. Laksanakan anjuran – anjuran sebagai langkah antisipasi mulai dari diri kita sendiri.”

Sementara itu, Bpk. Indra Charismiadji menyampaikan pesan agar orang tua kembali memfungsikan peran keluarga sebagai pendidik yang utama. Cara yang paling efektif adalah dengan melatih anak – anak untuk membaca. Ambil waktu satu jam dari 24 jam sehari dan waktu yang tenang untuk membaca, hal ini dilakukan agar kemampuan membaca anak dapat meningkat.

Setelah kedua narasumber menyampaikan pesan – pesan tersebut, host kemudian menutup acara “Generasi Mecin”. Di sini Penulis ingin menyampaikan sebuah kesimpulan yang dipetik dari perbincangan menarik dari acara “Generasi Mecin”. Kesimpulan penulis adalah bahwa pandemi Covid 19 dapat ditinjau dari sisi positif dan sisi negatif. Dari segi kesehatan, jelas hal ini adalah hal yang negatif, namun temuan mengejutkan justru dari bidang pendidikan, yang dipandang oleh pemerhati pendidikan sebagai sebuah kondisi yang bagus, di mana kita bisa mereset kembali sistem pendidikan.

Kedua pandangan ini, tentunya mengarah untuk kebaikan semua masyarakat. Bukan hanya di Indonesia namun juga di dunia. Jika kita berperang melawan corona, maka tentunya kita harus punya strategi  yang akan dipakai berperang. Nah, dengan demikian kesimpulan terakhir dari topik “Perang Melawan Corona” ada di dalam semboyan,” Mens Sana In Corpore Sano”. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Tubuh yang sehat akan kita peroleh dengan memperhatikan dan melaksanakan semua prosedur perlindungan diri untuk menjaga kesehatan dan jiwa yang kuat akan didapatkan dari sikap pembelajar yang kita miliki. Itulah sebenarnya dua strategi perang melawan corona ala generasi mecin.





Monday, March 30, 2020

KEMDIKBUD LUNCURKAN PORTAL GURU BERBAGI, INI PANDUANNYA



Portal Guru Berbagi, belajar di rumah, online, gaya belajar, pendidikan
Portal Guru Berbagi


Pada tanggal 31 Maret 2020, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI akan melaunching Portal Guru Berbagi. Portal ini diharapkan dapat membantu guru – guru untuk saling berbagi. Salah satunya adalah berbagi RPP. Untuk mendukung portal baru tersebut, Kemdikbud menghimbau kepada semua guru agar membagikan contoh RPP yang dapat mengintegrasikan aplikasi Google for Education atau aplikasi pembelajaran online lainnya.

Hal ini dilakukan terutama untuk menindaklanjuti kebijakan Belajar di Rumah demi memutus rantai penyebaran Virus Corona (Covid 19). Guru Berbagi hadir #darimanasaja untuk mendukung guru agar tetap memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa di Indonesia.

Kemdikbud menyatakan bahwa untuk mencerdaskan generasi Bangsa Indonesia, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak. Oleh karena itu Portal Guru Berbagi merupakan sebuah gerakan kolaborasi antara pemerintah, guru, komunitas, dan penggerak pendidikan dalam upaya melawan corona. Ke depan tentunya bukan hanya guru yang dapat menikmati portal ini melainkan orang tua dan bahkan siswa sendiri. Karena saat ini portal Guru Berbagi juga sedang dilengkapi dengan fitur berbagi artikel dan aksi guru. Pastinya akan ada banyak ide dan praktik baik yang akan hadir dalam portal Guru Berbai tersebut.

Berikut ini adalah cara mengakses Portal Guru Berbagi dan cara memanfaatkan fitur berbagi RPP :
1.     Klik link berikut : https://guruberbagi.simpkb.id
2.     Scroll ke bagian bawah dan lihat fitur Berbagi RPP lalu klik tulisan “Cari Tahu di sini”
3.     Temukan RPP yang telah dibuat oleh rekan – rekan guru seluruh Indonesia dengan melengkapi data yang dibutuhkan :
·            Jenjang (PAUD, SD, SLB, SMP, SMA, SMK)
·            Kelas (sesuai jenjang)
·            Mata Pelajaran
·            Subject Pencarian, bisa dituliskan topik tertentu yang kita inginkan


4.     RPP akan terbuka



5.     Klik Unduh RPP, berikut ini adalah hasil unduhannya 





Selain RPP di atas, kita juga bisa menemukan banyak contoh RPP yang sesuai dengan mata pelajaran, kelas dan jenjang sekolah. Bahkan kita juga bisa berbagi RPP dengan guru – guru lainnya. Pada postingan berikutnya, penulis akan membagikan cara berbagi RPP melalui Portal Guru Berbagi ini. Sebagai langkah persiapan, penulis menyarankan agar guru – guru membuat satu contoh RPP terintegrasi TIK dan juga menyiapkan akun SIM PKB nya. Karena untuk mengakses fitur Berbagi RPP harus menggunakan Akun SIM PKB.

Di samping itu, kita juga harus memahami dulu panduan berbagi RPP. 
Berikut ini adalah Panduan Berbagi RPP :
Ketentuan Teknis
1.      File dibuat dalam bentuk PDF
2.      Nama file Rencana Pembelajaran_judul_kelas
3.      Ukuran file maksimal 2MB
4.      Hal – Hal yang perlu disertakan dalam file yang akan diunggah :
·      Nama pembuat Rencana Pembelajaran
·      Nama sekolah / instansi pembuat Rencana Pembelajaran
·      Surel pembuat Rencana Pembelajaran
·      Rencana Pembelajaran untuk jenjang dan kelas
·      Topik Rencana Pembelajaran


Format dan Isi Rencana Pembelajaran
1.     Isi rencana pembelajaran fokus pada pembelajaran jarak jauh
2.     Guru – guru diberikan kebebasan untuk menentukan format rencana      pembelajaran, namun perlu berisi
3.     Hal – hal yang perlu disertakan dalam file yang akan diunggah :
·  Tujuan belajar
·  Penilaian
·  Strategi / aktivitas pembelajaran

Ketentuan – ketentuan lain
1.     Disarankan ada aktivitas yang kontekstual dengan kondisi rumah dan lingkungan sekitar
2.     Disarankan ada 1 – 3 asesmen formatif selama proses pembelajaran
3.     Proses komunikasi dua arah
4.     Mencantumkan asal sumber belajar
5.     Disarankan membuat penjelasan dan instruksi belajar yang spesifik dan rinci
6.     Disarankan tidak hanya menggunakan satu strategi atau kegiatan yang monoton
7.     Tidak memuat unsur SARA dan intoleransi
8.     Tidak plagiat karya orang lain
9.     Jika Anda memasukkan foto wajah murid ke dalam RPP Anda, pastikan Anda suda minta izin pada anak dan orang tuanya.
10.  Konten RPP yang dikirimkan adalah sepenuhnya tanggung jawab pengguna
11.  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan berhak menurunkan RPP yang terverifikasi tidak sesuai ketentuan


Sunday, March 29, 2020

SUKSES MENULIS RATUSAN BUKU, PENULIS INI BERHASIL PULA MERAIH MIMPI TERBESARNYA





“Tahun 1997, saya pernah punya mimpi. Ingin melihat 30.000 naskah Jawa yang katanya tersimpan di Museum Leiden – Belanda. Alhamdulillah …. Mimpi saya terwujud pada tahun 2016. Bahkan ketika saya sudah mulai melupakan mimpi itu.”

Siapa bilang guru tidak bisa sukses ? Kesuksesan guru bukan hanya terletak pada kesuksesan pribadinya, namun jika dia berhasil menjadikan siswa – siswanya sukses meraih cita – citanya. Seperti yang telah dilakukan oleh narasumber Kegiatan Belajar Menulis Gelombang 4 tadi malam yaitu Ibu Emi Sudarwati. 

Beliau adalah seorang guru Bahasa Jawa SMPN 1 Baureno Bojonegoro, Jawa Timur. Selain itu beliau juga merupakan seorang pegiat literasi guru dan siswa di Indonesia. Beliau mulai berkarya di bidang literasi sejak tahun 2013 hingga sekarang. Lebih dari 450 buku ber-ISBN telah terbit dan ada nama beliau di setiap buku tersebut. Luar biasa produktif !

Ini adalah buku terbaru beliau :


Sedangkan ini adalah buku terlaris beliau yang dicetak sampai cetakan ke 3 sebanyak 500 eks




Kisah Awal Mula Menulis
Ibu Emi menuliskan kisah awal mula beliau menulis seperti ini,
“Pada tahun 2013, Penulis bergabung dengan sebuah kelompok penulis di Bojonegoro.  Namanya PSJB (Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro).  Di sana penulis banyak berjumpa dan berkenalan dengan penulis-penulis senior.  Seperti : JFX. Hoery (Padangan-Bojonegoro),  Sunaryata Soemardjo (Ngimbang-Lamongan), Nono Warnono (Gajah Indah-Bojonegoro), Gampang Prawoto (Sumberrejo-Bojonegoro), Sri Setyo Rahayu (Surabaya), almarhum Anas AG (Pemred  Radar Bojonegoro-waktu itu), dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dari orang-orang hebat di dunia tulis-menulis itu, akhirnya penulis mendapatkan pencerahan.  Bahwa karya siswa yang sudah terkumpul bisa diterbitkan dengan ISBN (Internasional Standart Book Number).

Pada awal tahun 2014 ini terbitlah Kumpulan Cerkak karya Emi Sudarwati dan Siswa SMPN 1 Baureno dengan judul buku LUNG.

Pada penghujung tahun 2014.  Kembali bekerja sama dengan PSJB, penulis menerbitkan buku karya Emi Sudarwati dan Siswa SMPN 1 Baureno.  Tidak berhenti sampai di situ.  Karya-karya ini juga mendapat sambutan baik dari kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, bahkan bupati Bojonegoro saat itu.
Sampai-sampai penulis dan siswa didatangi oleh salah satu wartawan radar Bojonegoro untuk wawancara.  

Alhasil, besoknya tayang di surat kabar harian radar Bojonegoro yang sangat terkenal itu.  Dari sana,  semua penasaran dengan buku karya siswa tersebut.  Sehingga Toko Buku Nusantara Bojonegoro banyak diserbu pembeli buku.  Semua ingin membaca dan belajar menulis, serta menerbitkan buku.

Buku karya Emi Sudarwati dan siswa SMPN 1 Baureno  menjadi inspirasi bagi banyak sekolah.  Bukan hanya di Bojonegoro, namun juga di Kabupaten lain.  Sehingga sering diwawancara wartawan berbagai media,  baik cetak maupun on line.  Akhirnya bisa tampil di berbagai media tanpa harus membayar sepeserpun.

Pada tahun 2015 ini, penulis ditugaskan untuk mengikuti lomba inobel tingkat nasional.  Awalnya ada rasa tidak percaya diri.  Namun karena Bapak Edy Dwi Susanto selaku kepala sekolah waktu itu tidak henti memberikan semangat dan motivasi.  Akhirnya penulis mengirimkan karya inovasi, meskipun dengan setengah hati.

Namun tidak disangka, ternyata dapat panggilan sebagai finalis inobelnas.  Bersama 102 guru dari seluruh Indonesia, penulis diundang ke Jakarta untuk presentasi.  Ternyata bukan hanya presentasi, tetapi ada ujian tulis juga.  Seusai lomba, seluruh finalis diajak berwisata di Dufan.  Meskipun belum mendapat juara, namun penulis sudah cukup bangga, bisa belajar bersama guru-guru hebat dari seluruh tanah air.

Di samping itu, penulis juga mendapat rekomemdasi dari PSJB untuk mengikuti sayembara di BBJT.  PSJB adalah kepanjangan dari Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro.  Sedangkan BBJT kepanjangan dari Balai Bahasa Jawa Timur.  Lembaga tersebut, setiap tahun mengadakan sayembara, yaitu pemilihan sanggar sastra, karya sastra Indonesia, karya sastra Jawa, dan guru bahasa berdedikasi.

Puji sukur, penulis mendapat anugrah sebagai guru Bahasa Jawa Berdedikasi.  Hal ini disebabkan karena sudah menerbitkan beberapa buku karya sastra siswa.  Semua itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk lebih berinovasi lagi.  

Dengan status baru ini, penulis merasa memiliki tanggung jawab moral, agar lebih giat menularkan virus literasi di manapun juga.  Bukan hanya untuk siswa, namun juga untuk sesama guru.  Bukan hanya di Bojonegoro saja, tetapi sampai ke luar daerah.

Pada tahun 2016, penulis ditugaskan mengikuti seleksi guru prestasi tingkat Kabupaten Bojonegoro.  Sebenarnya saat itu sudah untuk yang ke dua kalinya.  Karena banyak guru menolak mengikuti seleksi tersebut, akhirnya penulis ditugaskan lagi.  Ternyata tidak sia-sia.  Karena bisa menduduki juara ke tiga dari tiga puluhan peserta.

Pada tahun yang sama, penulis kembali mengirimkan karya inobel.  Kali ini bukan atas inisiatif  bapak kepala sekolah, tetapi keinginan penulis sendiri.  Karena pengalaman tahun 2015 lalu begitu menginspirasi.  Kali ini bukan karya baru.  Namun karya lama yang diedit, dengan tambahan sesuai yang diberikan oleh dewan juri.  Alhasil, mendapat juara 1 inobelnas kategori SORAK (Seni, Olah Raga, Agama, bimbingan Konseling dan Muatan Lokal).

Tidak lama seusai lomba, penulis mendapat panggilan untuk short Course di Negeri Belanda.  Belajar sistem pendidikan di negeri kaum penjajah yang super maju itu.  Berkunjung ke dua universitas terbaik, yaitu Windesheim dan Leiden.  Juga berkunjung ke sekolah-sekolah terbaik, yaitu Van Der Capellen dan lain-lain.  Bukan hanya itu, semua peserta diajak berwisata ke Volendam, menyusuri Kanal Amsterdam dan mampir ke Brussel-Belgia.

Sepulang dari Belanda, masih juga mendapat panggilan workshop menulis jurnal di Kota Bali. Lagi-lagi, di samping belajar juga bisa berwisata keliling kota terindah di negeri ini.  Kali ini, semua peserta mendapat materi merubah naskah inobel menjadi jurnal.  Tentu ini bukan hal kecil, karena naskah tersebut akan dimuat dalam jurnal berkelas nasional.  Nama jurnalnya adalah DEDAKTIKA.

Tidak berhenti sampai di situ.  Beberapa bulan berikutnya. Pada tahun 2017, Penulis diundang untuk mengikuti workshop Literasi di Kota Batam.  Tidak ingin melewatkan kesempatan, beberapa peserta menyempatkan mampir ke negara tetangga, yaitu Singapura.  Sehari di kota Lion, melahirkan sebuah buku berjudul Dag Dig Dug Singapura.

Bukan aji mumpung atau apa, hanya tidak ingin melewatkan kesempatan baik.  Kapan lagi seorang guru bisa jalan-jalan ke Singapura, kalau bukan memanfaatkan kesempatan baik tersebut. Kebetulan juga bertepatan dengan liburan sekolah, jadi sama sekali tidak mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

Paska menyandang predikat juara I inobelnas, penulis belum boleh lagi mengikuti lomba yang sama.  Tentu dalam waktu yang belum bisa diprediksi.  Oleh karena itu, penulis tidak ingin kesepian.  Lalu mengajak teman-teman alumni finalis inobelnas untuk menulis bersama dalam satu buku.  Penulis menyebutnya dengan istilah Patungan Buku Inspiratif. Bukan hanya karya yang bersifat ilmiah.  Namun dalam grup tersebut juga menerbitkan kumpulan cerita inspiratif,  berbagi pengalaman mengajar, kumpulan puisi, kumpulan pantun dan masih banyak lagi buku-buku lainnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, bahkan bukan hanya menerbitkan buku-buku patungan.  Namun saat ini lebih banyak menerbitkan SBGI (Satu Buku Guru Indonesia) dan SBSI (Satu Buku Siswa Indonesia).

Pada tahun 2018, ratusan buku lahir dari grup Patungan Buku Guru Inspiratif.  Karena sejak tahun 2018 ini lebih banyak menerbitkan SBGI dan SBSI, maka nama grup dirubah, yaitu menjadi Penerbit Buku Inspiratif (PBI).  Beberapa undangan dari daerah-daerah lain mulai berdatangan.  Misalkan dari Kota Bogor, Sampang, Tuban, Blitar, Lamongan, Yogyakarta dan lain-lain. 

Akhirnya penulis berinisiatif, hanya menerima undangan sebagai nara sumber pada Hari Sabtu-Minggu atau Jumat sore.
Sedang di Bojonegoro sendiri, penulis aktif sebagai Guru Ahli (GA) di Pusat Belajar Guru (PBG).  Setiap saat harus siap menerima panggilan sebagai pemateri seminar maupun pelatihan.  Juga sebagai juri dalam lomba-lomba guru.  Tempatnya bisa di PBG pusat atau di PBG kecamatan.
Selain di PBG, penulis juga aktif di PGRI, yaitu sebagai juri lomba Guru menulis dan pelatihan menulis buku.  Memotivasi guru-guru Bojonegoro agar lebih inovatif dalam mengajar, dan lebih kreatif dalam menulis. 

Penulis juga menghimbau agar guru-guru lebih sering mengirimkan hasil karya ke media.  Jangan berharap sekali kirim pasti tayang atau dimuat.  Namun harus bersabar, terus-menerus mengirim naskah.  Lama kelamaan pasti dimuat juga.

Bukan karena penerbit merasa kasihan, tapi memang pengalaman menulis itu sangat diperlukan.  Dengan terus-menerus mengirim naskah, berarti sudah terus menerus belajar menulis pula.  Dari proses tersebut kita belajar.  Belajar meminimalisir kekesalahan.

Selanjutnya di tahun 2019, Penulis menerbitkan buku Kado Cinta 20 Tahun dan Haiku.  Karya ini ditulis berdua dengan suami.  Semoga dengan lahirnya buku tersebut, ikatan pernikahan penulis dengan suami semakin bahagia.

Selanjutnya, di tahun yang sama.  Penulis ingin menerbitkan 2 buku tunggal dan beberapa buku patungan.  Buku tunggal yang pertama berbahasa jawa, yaitu pengalaman selama haji dan umrah.  Sedangkan buku tunggal yang ke dua adalah ini,  Menulis dan menerbitkan Buku sampai Keliling Nusantara dan Dunia.  Alhamdulilah impian ini bisa menjadi nyata.

Adapun untuk patungan, seperti biasa saja, yaitu menulis bersama siswa SMPN 1 Baureno dan bersama grup Patungan Buku Inspiratif.  Juga menulis bersama penerbit  Pustaka Ilalang.”

Hal – Hal Penting Dalam Menulis
Selain membagikan kisah awal  mula dan perjalanan beliau dalam menulis ratusan buku serta menjadi juara inobel nasional, Ibu Emi juga memberikan pencerahan terkait hal – hal penting dalam menulis. Menurut Ibu Emi, saat menulis kita harus memperhatikan hal – hal penting berikut :
1.     Gunakan kata “Saya” atau “Aku” untuk menulis cerita fiksi seperti novel, dan gunakan kata “Penulis” untuk karya tulis ilmiah, seperti esai, PTK, karya inovatif, dan skripsi. Penggunaan kata ganti orang ini harus konsisten. Sejak awal sampai akhir.
2.     Pilihlah tema yang menarik, dekat dengan keseharian dan muda untuk dibuat menjadi tulisan. Misalnya : pendidikan, keluarga, wisata, dll.
3.     Harus percaya diri. Seorang penulis perlu memiliki sikap percaya diri, cara untuk menumbuhkannya adalah dengan banyak membaca. Dengan banyak membaca, seorang penulis akan mendapatkan banyak ide baru untuk ditulis.
4.     Ajarkan anak untuk menulis dengan langkah mudah. Cara yang biasa beliau pakai adalah meminta anak – anak untuk membaca satu buku atau bisa juga perwakilan anak membaca buku di depan kelas, yang lain mendengarkan. Setelah itu, anak – anak diberi tugas untuk membuat ringkasan isi cerita tersebut. Kemudian beberapa siswa dipilih secara acak untuk membacakan ringkasannya. Hal ini dilakukan agar anak dapat memahami struktur cerita. Setelah itu baru guru mengarahkan anak untuk menulis.
5.     Cegah plagiarisme dengan menulis di buku menggunakan ide orisinil.
6.     Menulislah dari apa yang kita sukai terlebih dulu. Misalnya kita suka membaca novel, tulislah novel. Jika kita suka membaca karya inovatif, tulislah karya inovatif.
7.     Menulis adalah hal yang sangat penting bagi seorang penulis. Buku dapat diterbitkan di penerbit mayor maupun penerbit indie. Masing – masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Namun, jika kita menerbitkan di penerbit indie maka semua buah pikiran kita pasti bisa diterbitkan. Bahkan kita juga bisa mengambil peran sebagai distributor buku kita sendiri.
8.     Bekerja sama dengan toko buku perlu dilakukan sebagai strategi pemasaran buku yang kita tulis. Selain itu, dengan memanfaatkan buku antologi (buku patungan) kita juga bisa memasarkan buku kita. Misalkan buku hasil patungan 50 penulis, masing – masing penulis wajib membeli 10 eks. Jadi buku langsung dicetak 500 eks. Biaya produksi akan menjadi lebih murah. Bagi seorang penulis pemula, jika ingin menitipkan bukunya di toko buku maka minimal harus menyediakan 10 eks buku sebagai stok.
9.     Menulis itu harus dinikmati. Biarkan mengalir seperti air.
10.  Momen terbaik bagi seorang penulis adalah semua momen. Artinya, tuliskan semua hal yang terjadi saat hal itu terjadi. Misalnya menulis buku sepulang menunaikan ibadah haji.
11.  Gunakan media sosial sebagai sarana promosi dan publikasi tulisan kita. Bisa jadi wartawan atau pejabat dinas akan melihat karya kita.

Kesimpulan :
Buku adalah bukti sejarah sekaligus merupakan catatan bahwa kita pernah hidup di dunia ini. Oleh karena itu, abadikan setiap jengkal perjalanan menjadi sebuah buku. Setiap buku pasti akan menemukan takdirnya sendiri.

Saturday, March 28, 2020

Kisah Sukses Momdomart Menginspirasi Ribuan Orang Tua di Indonesia




Momdomart, gaya hidup, smart parenting, belajar di rumah, literasi, financial, uang, pasar
Pajangan Momdomart


Hari ini kita memasuki pekan kedua masa tinggal di rumah saja untuk mengikuti kebijakan yang diambil oleh pemerintah terkait upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid 19, yaitu dalam bentuk social distancing.

Imbas dari kebijakan tinggal di rumah saja, begitu terasa oleh para orang tua. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan anak yang harus mereka penuhi. Contohnya : makanan, mainan, jajan, hiburan, dll. Bagi para orang tua yang memiliki beberapa anak, bisa saja hal tersebut menjadi sebuah tekanan. Belum lagi ditambah dengan tugas mereka yaitu mendampingi anak Belajar di Rumah di samping tetap mengerjakan pekerjaan rumah sehari – hari, memasak, mencuci, membersihkan rumah, dst.

Namun, di tengah tekanan tersebut, muncul ide kreatif. Istilahnya “The power of kepepet”. Ide kreatif ini penulis dapatkan ketika melakukan penelusuran di laman media sosial Facebook. Sebelumnya, penulis sudah menulis sebuah artikel tentang pemanfaatan facebook untuk belajar. Silakan baca artikelnya Di Sini

Dari hasil penelusuran itu, penulis mendapatkan sebuah postingan berisi ide kreatif yang cukup viral karena disukai oleh 7.917 orang, dikomentari sebanyak 200 komentar dan telah dibagikan sebanyak 16.883 kali di facebook. Postingan tersebut pertama kali diunggah oleh Akun Ling Ling Wibowo pada tanggal 23 Maret. Dia adalah seorang ibu yang berasal dari Indonesia dan tinggal di Kota Baku, Azerbaijan.

Dituliskan dalam postingannya bahwa dia merasa kewalahan dengan tingkah anak – anaknya ketika menjalani self isolation karena mereka cepat sekali menghabiskan cadangan makanan dan cemilan. “The children won’t stop craving for snacks during self isolation and social distancing. And it is a bit frustated” tulisnya. Sampai akhirnya  dia menemukan ide dari keluh kesah ibu – ibu lain yang mengalami hal serupa. Ide ini disebutnya sebagai “Momdomart”.

Apa itu Momdomart ?
Masih ingat dengan “Kantin Kejujuran ?” yang digagas sebagai bentuk edukasi anti korupsi bagi anak – anak ? Bukan hanya di sekolah, kantin kejujuran juga saat itu menjadi viral karena diterapkan juga di masyarakat. Contohnya ada orang yang berjualan bensin dengan konsep kantin kejujuran dan cerita mengenai kantin kejujuran lainnnya.  

Mondomart mempunyai konsep yang mirip dengan “Kantin Kejujuran”, karena makanan, minuman, dan barang – barang yang dijual disajikan dalam bentuk terbuka. Namun, cara kerjanya saja yang berbeda.

Daftar Harga Momdomart dan Aktivitas to Do

Bagaimana cara kerja Momdomart ?
Dilihat dari postingannya, Penulis dapat menyimpulkan bahwa cara kerja Momdomart adalah sebagai berikut : Orang tua memberikan sejumlah “List to do” atau tugas dan aktivitas yang dapat dilakukan oleh anak di rumah, seperti membereskan mainan, membersihkan rumah, menjemur pakaian, dll. Setiap aktivitas tersebut diberikan reward berupa uang. Namun, uang yang digunakan bukanlah uang dalam bentuk asli, namun uang mainan.

Uang mainan itu dapat digunakan oleh anak – anak pemilik postingan untuk berbelanja di Momdomart. Selain berbelanja menggunakan uang mainan yang diperoleh anak – anaknya dengan melakukan sejumlah aktivitas, anak – anaknya juga dapat memperoleh beberapa item barang di Momdomart secara gratis, khusus pada barang – barang yang berlabel “free atau gratis”.

Sepertinya mudah ya. Tapi, tunggu dulu, seorang ibu kreatif lainnya yang mengaku terinspirasi dari postingan Ibu Ling Ling Wibowo, menerapkan Momdomart versinya sendiri. Hal unik yang dilakukan oleh ibu Diana Yuki adalah memberlakukan punishment / hukuman bagi anak – anaknya. Hukuman diberikan bila anak – anak melakukan hal – hal yang dilarang, seperti merajuk, berbicara tidak sopan, berkelahi, dst. Hukuman yang diperoleh adalah pengurangan uang mainan tersebut. Jika mereka tidak punya uang lagi, maka secara otomatis mereka hanya akan mendapat barang gratis saja.

Apa manfaat Momdomart ?
Sejak postingannya diunggah di facebook tanggal 23 Maret, Ibu Ling Ling mengamati terjadi perubahan sikap positif pada anak – anaknya, yaitu mereka lebih teratur dalam mengerjakan berbagai aktivitas dan mereka menjadi lebih bisa menghargai uang. Ingat, anak – anak baru akan diberi uang jika mereka telah mengerjakan sejumlah aktivitas. Sehingga anak diberi kesempatan untuk mendapatkan uang dengan bekerja keras. Alih – alih membelanjakan uangnya, justru mereka lebih senang menyimpan uangnya.


Selain manfaat yang sudah disampaikan di atas, penulis juga menemukan manfaat lain dari Momdomart yaitu :
-        -        Meningkatkan pengetahuan : nilai gizi dan nilai mata uang
      -        Menumbuhkan sikap disiplin, tanggung, jawab, bekerja keras, dan hemat
      -        Mengembangkan kerja sama antara orang tua dan anak
      -        Meningkatkan komunikasi efektif antara orang tua dan anak
      -        Anak betah di rumah

Tips Menjalankan Momdomart Bagi Orang Tua
-                            -        Cek harga pasar
    Maksudnya orang tua perlu melakukan riset sederhana untuk mengetahui harga yang berlaku secara umum untuk setiap item barang yang dijual. Tujuannya jika mereka kembali berbelanja di luar, maka mereka tidak akan kebingungan dengan harga yang berlaku.

-        Cek kandungan gizi
     Jika barang yang dijual adalah makanan, orang tua wajib memeriksa kandungan gizi yang terdapat pada makanan tersebut. Hal ini penting dilakukan agar kondisi imunitas anak tetap terjaga dengan adanya suplai makanan yang bergizi seimbang.

-        Atur jadwal berbelanja
    Buatlah jadwal berbelanja dengan memperhatikan jam – jam makan snack anak, sehingga anak tidak berbelanja sepanjang waktu. Selain itu hal ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan mereka.

-        Buat list kebutuhan anak
    Agar anak senang dengan kegiatan ini, orang tua perlu membuat list kebutuhan anak terlebih dahulu, misalnya makanan kesukaan mereka, makanan yang harus mereka konsumsi, atau mainan yang boleh mereka mainkan, dll.

-        Buat kesepakatan di awal tentang jenis aktivitas anak
   Orang tua dapat mempertimbangkan jenis aktivitas yang dapat dilakukan anak. Utamakan ativitas yang terkait dengan kegiatan belajar di rumah, misalnya membaca buku, menulis cerita, mengakses video pembelajaran, mengerjakan PR / Tugas, dll.

-        Buatkan buku tabungan sederhana
   Buku tabungan sederhana akan memacu anak untuk berperilaku hidup hemat. Mereka akan belajar mengatur uang bahkan sampai membuat laporan keuangan sederhana. Hal ini merupakan bentuk implementasi literasi financial bagi anak.

-        Berikan reward kepada anak 
    Untuk setiap kegiatan positif yang dilakukana anak, kita perlu memberikan reward. Reward di sini tidak cukup berbentuk uang mainan yang bisa mereka pakai berbelanja, namun lebih kepada pujian dalam berbagai bentuk, seperti ucapan “Wah, Kamu Hebat !”, “Anak luar biasa”, tepuk tangan dan jempol. Anak akan semakin termotivasi jika hal ini dilakukan.
-        Pajang barang – barang yang dijual dengan menarik.

   Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan anak. Sehingga anak akan merasa terlibat dan memberi perhatian khusus pada pajangan tersebut. 

Nah, menarik bukan Momdomart ini ? Bunda kreatif, yuk wujudkan ide ini di rumah bersama anak kesayangan. Bapak dan Ibu guru juga bisa lho membuat kreasi seperti Momdomart ini di sekolahnya nanti. Jangan lupa komentar dan bagikan artikel yang sangat inspiratif ini ya.