Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, September 30, 2019

Sunset di Tanah Marapu


Semburat keemasan perlahan menjelang
Menyelipkan sejumput rasa rindu
Di balik awan yang tersipu malu
Menghadirkan serupa bayang - bayang

Dirimu,
Hadirmu,
Membawa pesona baru nuansa hatiku
Yang tenggelam dalam mimpiku

Rindu pada tatapan manja
Yang begitu angkuh memiliki senja
Seakan tidak mau berbagi indahnya
Selain dengan si pemilik hatinya

Harapmu,
Inginku,
Untuk selalu bersama
Mengeja kata membingkai cerita

Namun,
Sang waktu enggan mendekat
Dia terus berlari tanpa henti
Meninggalkan langkah kita dalam malam yang kian pekat

Senja,
Bilakah kau hadir kembali
Menemani soreku lewat secangkir kopi
Yang menunggu hadirnya
Entah esok atau bila nanti

Saturday, September 28, 2019

Wo Men Bu Yiyang



Kita dipertemukan karena sebuah kesempatan
Dalam lingkaran persaudaraan
Ketika tangan saling menjabat
berikrar menjadi sepasang sahabat

Namun kini ikatan itu seakan longgar
seiring sumpah yang ingkar
tidak ada jalan untuk tetap bersama
jurang perbedaan begitu melebar

Kita berbeda,
Dalam segala rupa dan bentuk
Memang hati kita masih sama
Namun tak bertegur sapa, apakah artinya

Jikalau saat ini kita masih bertahan
mungkin karena suatu alasan
yang tak mungkin kita hindarkan
walau jalan memutar haluan

Kita berbeda,
dalam cara pandang dan bertutur kata
namun jika kita mampu bertahan
selamanya kita akan saling berpegangan tangan

Thursday, September 26, 2019

Surat Balasan


Teruntuk kamu ...
Pemilik sepotong hati yang terengah
Mengeja kata menjalin bingkai cerita

Apa kabarmu di sana ?
Sudah lama kita tak bersua
Hanya saling menatap tanpa bicara
Bencikah atau malu melanda ?

Dengar, hati kecilku berbisik
Sepertinya dia ingin membalas
Goresan pena yang hinggap di ujung senja
Saat duduk berdua di suatu masa

Rangkaian senyum kadang membawa luka
Bila cerita diselingi curiga
Walau sekedar untuk menghias makna
Ahh, sepertinya tidaklah perlu menduga - duga

Mentari telah duduk di peraduannya
Senja pun enggan melukiskan kenangan
Yang sebenarnya ingin ku sajikan
Sebagai penghubung rasa dalam angan

Aku hanya cemburu
Pada bulan yang selalu kau tunggui
Pada bintang yang kau cumbui

Karena aku sadar, aku hanyalah aku
Bukan dia atau mereka bahkan kalian
Aku hanya sebuah lilin kecil
Yang memudar sinarnya
Di tengah padang yang terang benderang

Ingin ku ambil sebuah pena
Lalu kulayangkan sebuah surat balasan
Untukmu pemilik sepotong hati

Namun, aku tak kuasa
Karena cinta sekali lagi telah kehilangan
Mantra - mantra ajaibnya
Yang sanggup menopang langkahku
Untuk menggapai mu
Yang jauh di sana

Aku telah mati,
Bersama jutaan kata - kata
Yang belum ku ukir menjadi satu makna
Sebagai cendera mata,
Balasan untuk rindu yang kau titipkan
Lewat malaikat mimpi semalam




Wednesday, September 25, 2019

Tentang Warna

 Tentang Warna


Pernah suatu ketika, seseorang bertanya padaku
warna apa yang paling kamu suka ?
Aku terdiam,
melayangkan pandang pada sekumpulan bunga ungu
yang menyapa mesra setiap pagi di sudut beranda rumahku

Sementara asyik aku merayunya,
gesekan angin melayangkan pandanganku
pada sekumpulan pepohonan
yang berdiri tegak di atas tanah,
jejak - jejak embun yang mengkristal di ujungnya
menggodaku bermanja di hijau daunnya

Tengah asyik bermanja,
mentari pun berpulang
lembayung senja menghampiriku
lalu aku bercengkerama dengan senja

Namun, tak bertahan lama
ia hadir serupa siluet
yang ditelan keheningan
lalu melebur dalam pekatnya malam

Sehari lamanya aku mencari jawaban
esok, dia akan bertanya lagi padaku
warna apa yang paling aku suka ???

Hey, bintang ... duhai rembulan
haruskah aku mengadu rasa gelisah ini ?
jawaban apa yang mesti kuberi
untuk sebuah tanya tentang warna

Karena sejujurnya harus aku akui
mataku buta akan warna
sekalipun ia mengenali aneka warna
namun tak satu pun warna yang berselera di hatiku

Ohh angin malam,
menjauhlah dari ku
pergilah dengan segala gundahku
biarlah kesendirian ini akan menjadi akhir kisahku hari ini
dalam mencari jawab tentang warna

Jika malam ini aku pulang,
sambil memikul tanya di pikiranku,
aku harap esok atau lusa saat dia kembali
aku bisa menceritakan kepadanya
tentang syair sang pujangga
yang mencintai PELANGI sampai akhir hayatnya