Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, March 30, 2023

Begini Cara Mudah Membuat Kelas di Microsoft Teams dan Membuat Assignment

 

Meeting di Microsoft Teams


Hallo, Sahabat Cikgu Tere. Kali ini saya akan berbagi tentang Microsoft Teams, khususnya mengenai cara untuk membuat kelas di Microsoft Teams dan membuat assignment / penugasan. 

Sebelum kita membuat kelas di Microsoft Teams, ada baiknya jika kita pahami dulu sedikit tentang Microsoft Teams. Jadi Microsoft Teams itu sendiri merupakan aplikasi kolaborasi yang dibuat untuk pekerjaan hibrid sehingga pemilik tim dan anggotanya tetap mendapatkan informasi, tertata, dan terhubung, semuanya di satu tempat.

Untuk dapat mengelola informasi dan melakukan kolaborasi dengan anggota tim, maka terlebih dahulu kita harus membuat tim. Karena Cikgu Tere adalah seorang guru, maka tim yang akan dibuat adalah jenis kelas. 

Begini cara membuat kelas di microsoft teams: 

1. Download dan instal Microsoft Teams di laptop/komputer melalui link : https://www.microsoft.com/en-us/microsoft-teams/download-app   

2. Sign in ke Microsoft Teams dengan menggunakan akun microsoft 365. 

3. Klik Create Tim, Pilih opsi Kelas lalu lengkapi nama tim. Misalnya : Kelas IV 

4. Klik icon pensil pada gambar kelas untuk memilih gambar kelas avatar, kita bisa memilih gambar yang disediakan atau mengupload gambar lain dari file di directory laptop/komputer kita

Tampilan Avatar Class

5. Klik titik tiga horizontal (more option) klik add member, masukkan anggota tim sesuai role yaitu teacher atau student. Pastikan bahwa mereka sudah mempunyai akun microsoft 365 yang sama dengan kita. Untuk menambahkan siswa dari kelas atau sekolah kita, bisa terlebih dahulu melakukan deploy akun microsoft 365 dengan menggunakan domain website sekolah sch.id. Panduannya dapat diunduh Di Sini

6. Klik saluran/chanel General lalu klik new conversation, tuliskan sapaan bagi anggota Tim, misalnya : Selamat Datang Anak - Anak Hebat di Kelas IV SDN Waisumar! 

Saluran/Chanel General untuk Menambahkan Conversation

7. Klik upload Class Material untuk menambahkan materi / bahan ajar. Klik tulisan upload lalu pilih file materi dari direktori laptop/komputer kita. 

Materi Ajar yang Sudah Ditambahkan di Kelas

Setelah membuat kelas, menambahkan anggota / siswa di kelas, dan menambahkan materi, kita bisa menambahkan assignment/penugasan kepada anggota / siswa. Berikut ini adalah caranya: 

1. Klik saluran assignments, klik create, pilih salah satu bentuk assignments, yaitu assignment, quiz, from existing. Assignment digunakan untuk membuat jenis penugasan dengan melampirkan / attach file penugasan berupa file doc, link, spreadsheet, dll. Quiz digunakan untuk membuat kuis dan form existing digunakan untuk membuat assignments dari topik dan kelas yang sudah dibuat sebelumnya. 

2. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang cara membuat asssignment dalam bentuk kuis: 

a. Klik assignments, klik quiz, klik new quiz 

b. Tulis nama kuis dan deskripsi/petunjuk kuis 

c. Klik add new untuk menambahkan soal. Tersedia beberapa pilihan yaitu choice (untuk soal berbentuk pilihan ganda, text untuk bentuk soal isian dan uraian, berikutnya soal berbentuk rating, date, dll. Guru juga dapat menambahkan / insert media seperti foto atau video pada kuis dengan klik media. 

New Quiz

d. Untuk bentuk soal choice, kita bisa memberi tanda v (checklist) pada jawaban yang benar kemudian jika ingin menambah bobot pada soal, bisa ketik bobotnya di bagian point di bawah soal dan jawaban. Ketentuan pemberian bobot tergantung pada level kognitif yang diinginkan dan maksimal bobotnya 100 untuk keseluruhan soal. 

e. Klik required untuk memberi tanda bahwa soal tersebut wajib untuk dikerjakan. Jika sudah diklik, maka di samping soal akan muncul tanda bintang merah. 

f. Guru dapat mengubah tampilan soal dengan klik style pada bilah kanan layar dan melakukan peninjauan ulang / preview soal yang sudah dibuat dengan klik preview. 

g. Kita juga bisa melakukan kolaborasi bersama guru lain dengan klik titik tiga horizontal di samping style lalu klik collaborate, add collaborator dan copy serta share link assignment yang kita buat. Atau melakukan duplicate untuk menggandakan assignment. 

h. Jika sudah selesai membuat kuis, klik done di bilah atas. Maka kuis otomatis akan muncul di bagian muka assignment. Klik discard untuk menghapus, klik save untuk menyimpan assignment yang sudah dibuat sebagai draft dan klik assign untuk menugaskan. 

Tampilan Muka Assignment

i. Lakukan setting pada assignment yang sudah dibuat, seperti membuat tag untuk mendistribusikan soal pada anggota tertentu, klik all students sehingga semua siswa / anggota dapat mengerjakan tugas, atur waktu pengumpulan tugas, menambahkan tugas ke dalam kalender, dan menerima pemberitahuan untuk yang terlambat mengumpulkan. 

j. Klik assign di bilah atas dan cek grades untuk melihat anggota tim yang sudah mengerjakan penugasan serta memberikan umpan balik pada anggota tim di bagian status. 

Nah, Sahabat Cikgu Tere, mudah kan caranya untuk membuat kelas di Microsoft Teams dan membuat asssignment? Yuk, kita praktekkan. Salam pembelajar!


Sunday, October 30, 2022

SMART PRO Jalan Ninja Menuju Duta Teknologi Kemdikbudristek Tahun 2022

 

Portofolio Digital Pembatik Level 4

 

Ada pepatah yang mengatakan: Tidak penting berapa kali kamu jatuh, yang lebih penting adalah berapa kali kamu bangkit setelah jatuh.

Bagi saya pepatah ini sangat mengena karena sebetulnya saya mengikuti Pembatik ini bukan baru tahun ini saja, melainkan sudah 3 kali saya mengikutinya. Pertama kali saya mengikuti kegiatan ini tahun 2018 kemudian 2019 dan sekarang. Hal yang membuat saya termotivasi untuk mengikuti program Pembatik ini adalah saya ingin menjadi seorang Duta Rumah Belajar atau yang sekarang ini disebut Duta Teknologi Kemdikbudristek.  

Saya ingin menjadi seorang Duta Teknologi Kemdikbudristek karena saya ingin mengabdikan diri saya demi pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran khususnya di sekolah saya dan sekolah - sekolah lain yang ada di wilayah Sumba Tengah sebagai daerah domisili saya dan wilayah Nusa Tenggara Timur pada umumnya. 

Dengan adanya pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, maka harapannya sedikit demi sedikit terwujud pembelajaran yang inovatif dan jika hal ini terwujud maka pendidikan yang ada di wilayah NTT dapat semakin meningkat mutunya. 

Memang ini adalah tugas yang berat namun saya meyakini bahwa saya tidak akan sendiri dalam menjalankan tugas ini jika saya dipercaya dan diberikan kesempatan untuk menjadi Duta Teknologi Kemdikbudristek dari Provinsi NTT pada tahun 2022. Sudah ada lima Duta Rumah Belajar sebelumnya serta para Sahabat Rumah Belajar NTT sebanyak 6 angkatan yang pastinya akan saling berkolaborasi dan bertransformasi mewujudkan ekosistem digital dalam merdeka belajar. 

Untuk menjadi seorang Duta Teknologi Kemdikbudristek di tahun 2022 ini saya mempunyai strategi tersendiri sesuai dengan potensi yang saya miliki. Potensi - potensi tersebut di antaranya adalah saya mempunyai passion dalam bidang menulis khususnya menulis di blog, selain itu saya juga aktif di media sosial terutama facebook. Potensi lain yang saya miliki juga adalah saya mempunyai jejaring dengan Bapak/Ibu guru, kepala sekolah, pengawas, dan pejabat dinas serta lembaga lainnya, bukan hanya yang berasal dari Kabupaten Sumba Tengah, namun juga di kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTT dan dari luar NTT. Selain itu dalam kapasitas saya sebagai seorang fasilitator daerah yang berkesempatan mendampingi kepala sekolah dan guru - guru di Kabupaten Sumba Tengah, saya pun tetap mempunyai ruang untuk berbagi dan berkolaborasi sambil melaksanakan diseminasi.

Berbagai potensi yang saya miliki ini dapat saya dayagunakan untuk mendukung terlaksananya strategi yang sudah saya susun dan saya tuangkan dalam rencana aksi/action plan yang disebut SMART PRO. SMART PRO merupakan singkatan dari (Sosial Media (S), Melakukan diseminasi (M), membuat Amunisi (A), Rekam video (R), Tulis di Blog (T) dan Pro adalah Portofolio digital). Penjabaran masing - masing bagian dapat dilihat pada file action plan berikut: 


Dengan berbekal rencana aksi yang saya susun untuk kegiatan Pembatik Level 4 ini, di mana saya harus berbagi dan berkolaborasi bersama para Duta Rumah Belajar dan Sahabat Rumah Belajar baik yang dari satu provinsi maupun lintas provinsi di Indonesia kepada guru atau komunitas guru, maka saya pun melakukan serangkaian aksi nyata diseminasi baik yang dilakukan secara tatap muka maupun tatap maya. 

Selama melakukan diseminasi baik secara tatap muka maupun tatap maya, banyak pembelajaran yang saya dapatkan. Saya juga belajar mengatur waktu, belajar berkomunikasi secara efektif dengan orang lain baik secara individu maupun kelompok/komunitas, belajar berkoordinasi demi terselenggaranya sebuah kegiatan dan tentunya berkolaborasi dan bertransformasi demi mewujudkan ekosistem digital. 

Tentu saja hal ini tidak mudah. Pada artikel yang saya tulis berupa narasi masing - masing kegiatan diseminasi, saya menceritakan tantangan yang saya hadapi di antaranya lokasi sekolah yang jauh, kondisi jalan yang tidak bagus, bahkan ada juga pembatalan kegiatan karena satu dan lain hal. Termasuk pada saat kegiatan webinar, di mana ada rekan SRB yang tidak dapat menjalankan tugas sesuai pembagian peran yang direncanakan, maka kami saling bahu membahu demi kelancaran kegiatan. Dan prinsip saya adalah saya tidak boleh menyerah. Sebagai seorang Sahabat Rumah Belajar, saya tetap bersemangat dalam melakukan rencana aksi yang telah disusun. 

Selama kurang lebih sepuluh hari, kami diberi kesempatan untuk melakukan diseminasi, saya telah menjalankannya sebanyak 15 kali kegiatan sehingga saya memberi nama aktivitas berbagi tersebut dengan nama Smart 1 sampai Smart 15. Masing - masing kegiatan saya dokumentasikan dalam bentuk vlog dan foto kemudian saya narasikan pada blog dengan masing - masing judul artikel. Satu kegiatan Smart, satu postingan blog. 

Selain itu, seperti yang saya tuangkan dalam rencana aksi, saya juga aktif berbagi di berbagai kanal media sosial yang saya miliki seperti : instagram, facebook, tik tok, dan youtube. Bahkan saya juga berbagi melalui grup Whatsapp (WA) dan telegram. Semua ini saya lakukan karena saat ini dunia sudah semakin berkembang. Kanal komunikasi sosial menjadi salah satu media penyampai pesan yang sangat efektif karena lebih praktis dan lebih cepat sampai pada penerima pesan. Tantangan terbesar yang saya hadapi ketika akan berbagi di media sosial adalah saya harus menyesuaikan konten yang akan saya bagikan sesuai dengan karakteristik media sosial dan juga sasaran / target dari media sosial yang saya gunakan. Sehingga membutuhkan waktu untuk membuat konten agar sesuai dengan harapan.

Saya menyadari satu hal bahwa ketika sekian banyak hal yang telah saya lakukan dalam rangka mendiseminasikan penerapan pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan Rumah Belajar dan PMM ini, maka saya perlu sebuah folder istimewa agar semua rekam jejak dokumentasi kegiatan itu dapat tersimpan dengan baik. Sehingga saya mempunyai gagasan untuk mengumpulkannya dalam bentuk portofolio digital (Pro). 

Portofolio digital ini juga merupakan salah satu bentuk pemanfaatan akun belajar.id karena saya membuatnya dengan menggunakan google site. Dengan google site, pembuatan portofolio digital sebagai rekam jejak selama mengikuti program Pembatik menjadi sangat mudah dan praktis karena cara membuatnya cukup dengan teknik drag and drop. Semua menunya sudah tersedia dan aplikatif. Inilah alasan selain saya mendokumentasikan langsung melalui postingan blog, saya juga tetap membuat portofolio digital menggunakan google site. 

Berikut ini adalah portofolio digital yang saya buat sebagai tugas akhir Pembatik Level 4. Di dalam portofolio digital ini saya menyematkan berbagai aktivitas saya sebagai Sahabat Rumah Belajar. Mari kita lihat bersama dokumen portofolio digital berikut ini: 

Selain portofolio digital, saya juga membagikan video praktik baik pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran inovatif SOLE terintegrasi dengan Rumah Belajar pada Platform Merdeka Mengajar (PMM). Mari, Bpk/Ibu guru, Sahabat Rumah Belajar, kita berikan umpan balik pada karya saya berikut ini: https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/141572 

Saya bersyukur atas kesempatan yang saya dapatkan dengan mengikuti program Pembatik dari Level 1 - Level 4 saat ini. Dan harapan saya, semua praktik baik yang sudah saya bagikan terutama melalui Portofolio Digital dan PMM dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi kita semua. 

Berikut ini adalah Vlog Smart Pro sebagai tugas akhir Pembatik Level 4: 




Salam Rumah Belajar. 
Belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. 

Theresia Sri Rahayu
Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022  #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022


Smart 15: Diseminasi Pemanfaatan Rumah Belajar Pada Pengelola dan Anggota Komunitas EGK Sumba Barat

 

Foto Saat Diseminasi Pada Komunitas English Goes Kampung 
di Kampung Prai Ijing Desa Tebara Kab. Sumba Barat


Salam Rumah Belajar.

Sahabat Rumah Belajar, hari ini Minggu, 30 Oktober 2022 saya kembali melakukan diseminasi terkait dengan Rumah Belajar dan pemanfaatannya dalam pembelajaran kepada pengelola komunitas English Goes Kampung dan anggota komunitasnya. Kebetulan pengelola English Goes Kampung (EGK) Sumba Barat adalah teman akrab saya dan kami pernah bersama - sama terlibat dalam proyek Beasiswa Australia Tahun 2021. 

Miss Jervin Herewila, S.Pd, beliau adalah pengelola Komunitas EGK Sumba Barat. Saya biasa memanggilnya Kak Jervin. Walaupun secara usia saya lebih tua dari Kak Jervin. Awal saya mengetahui komunitas EGK adalah saat saya bersama - sama dengan Kak Jervin mengikuti salah satu sesi pembelajaran di Kampung Prai Ijing - Desa Tebara Kab. Sumba Barat pada bulan Agustus yang lalu. 

Saya merasa sangat terkesan dengan keaktifan anak - anak di Kampung Prai Ijing saat belajar Bahasa Inggris dengan Kak Jervin. Anak - anak dari berbagai kelompok umur berbaur dan belajar bersama tanpa malu - malu. Kak Jervin sebagai pengelola komunitas "membaca" peluang yang ada di Kampung Prai Ijing. Peluang tersebut adalah dengan ditetapkannya Prai Ijing sebagai destinasi wisata favorit yang kerap dikunjungi oleh para turis baik domestik maupun asing. 

Dengan adanya peluang dan tantangan tersebut, maka Kak Jervin mencoba menjembatani kebutuhan para pengunjung situs Kampung Prai Ijing tentang budaya dan kearifan lokal sekaligus menghubungkan anak - anak di kampung tersebut dengan para turis melalui belajar Bahasa Inggris. 

Ketika saya membuka portal Rumah Belajar, saya menemukan banyak konten Bahasa Inggris yang menarik di fitur Sumber Belajar, jadi saya berkeinginan untuk membantu Kak Jervin dan anak - anak yang menjadi anggota EGK Sumba Barat terkait dengan pengembangan pengetahuan mereka. 

Sore tadi, saya bersepakat dengan Kak Jervin untuk bertemu dengan anak - anak di Kampung Prai Ijing. Kemudian saya pun diajak masuk ke kampung dan sebelumnya kami minta izin kepada salah satu warga untuk melakukan aktivitas di bagian dalam kampung. Hal ini perlu kami lakukan, selain untuk menghormati tuan rumah, kebetulan saat sekarang ini warga Kampung Prai Ijing sedang dalam masa "Wula Podu" yang artinya bulan mati, sehingga kami dilarang berisik dan membuat keributan di dalam kampung. 

Setelah mendapatkan spot yang bagus untuk melakukan diseminasi, saya pun segera menyampaikan terkait dengan Rumah Belajar dan pemanfaatannya dalam pembelajaran. Saya menemukan banyak hal menarik selama berinteraksi dengan anak - anak anggota EGK Sumba Barat khususnya yang ada di Kampung Prai Ijing, yaitu: masih ada anak yang belum mengerti Bahasa Indonesia (anak tersebut kira - kira berumur 5 tahun) dan mereka tidak ada yang memiliki HP (sekalipun ada anak yang sudah SMP dan SMA) sehingga dalam penjelasannnya saya dibantu oleh Kak Jervin dan beberapa orang tua yang memberi komando dari jarak jauh pada anak - anaknya. 




Kak Jervin melengkapi penjelasan saya dengan memberikan ilustrasi tentang Rumah Belajar seperti bangunan rumah yang di dalamnya ada beberapa kamar yaitu kamar utama dan kamar pendukung. Hal ini sangat menarik karena dapat membuat anak - anak lebih paham. 

Point Smart 15 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Think Globally and Act Locally. Maknanya kita dapat berpikir seluas dunia namun tidak melupakan budaya sendiri. 

Berikut ini adalah Vlog Smart 15: 



Theresia Sri Rahayu

Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022 #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022

Smart 14: Webinar Berbagi dan Berkolaborasi SRB Provinsi NTT

 

Flyer Kegiatan Smart 14


Salam Rumah Belajar

Sahabat Rumah Belajar, pada artikel kali ini saya ingin membagikan cerita tentang pelaksanaan diseminasi tatap maya yang kami lakukan pada kegiatan Smart 14. Diseminasi kali ini dilakukan secara berkolaborasi dengan para Sahabat Rumah Belajar NTT yang terdiri dari Ibu Oktaria, Pak Ali Zaenal, dan saya sendiri Ibu Theresia Sri Rahayu. 

Pada webinar kali ini, kami pun mengundang dua orang guest speaker yaitu Duta Rumah Belajar NTT Tahun 2020, Ibu Dewi Sekarsari, S.Pd.,GR dan Ketua Kelompok Kerja Kepala SD/MI (K3S) Kota Kupang, yaitu Pak Joni A. Higa Huki, S.Pd.,MM. 

Dengan komposisi ini, sasaran webinar kami sebenarnya adalah para kepala sekolah dan guru dari NTT, khususnya dari sekitar Kota Kupang. Namun kenyataannya, peserta lebih banyak berasal dari luar Kota Kupang. Bahkan ada peserta yang berasal dari Kediri, Jawa Timur. Hal ini terjadi karena setelah ruangan virtual meeting dibuka, peserta yang bergabung baru sedikit sehingga saya berinisiatif membagikan link kegiatan pada grup - grup nasional yang saya miliki. 

Seperti biasa, sebelum mulai kegiatan kolaborasi ini, kami melakukan beberapa persiapan di antaranya dengan membagi peran dan materi yang akan disampaikan pada saat webinar berlangsung. Pak Ali membuat link pendaftaran dan link virtual meeting. Bu Oktaria dan saya menghubungi guest speaker. Flyer kegiatan dibuat oleh Bu Oktaria dan schedule kegiatan dibuat oleh saya. 

Untuk pembagian materinya sebagai berikut: Saya membawakan materi terkait Platform Merdeka Mengajar sedangkan Bu Oktaria dan Pak Ali membawakan materi tentang Rumah Belajar. Pak Ali fokus menyampaikan tentang Sumber Belajar sedangkan Bu Oktaria menjelaskan tentang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. 

Pada pelaksanaan webinar, yang bertindak sebagai host adalah Pak Ali. Setelah Pak Ali memberikan pengantar, Pak Ali memberikan kesempatan pada Pak Joni sebagai guest speaker untuk menyampaikan materinya. Pak Joni menyampaikan terkait tentang penerapan kurikulum merdeka yang perlu didukung dengan pemanfaatan PMM dan Rumah Belajar. Selain itu, Pak Joni juga menyampaikan apresiasi kepada kami yang merupakan Sahabat Rumah Belajar karena kami berusaha untuk mengembangkan kompetensi yang kami miliki dengan mengikuti program Pembatik ini. Pak Joni pun memotivasi peserta yang lain untuk mengikuti kegiatan Pembatik tahun depan. 

Setelah itu berdasarkan rundown acara yang disusun, guest speaker kedua yang menyampaikan materi namun karena ada satu dan lain hal akhirnya langsung dilanjutkan dengan penyampaian materi pokok pertama oleh saya sendiri yaitu terkait dengan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Pada pemaparan ini, saya menyampaikan tentang cara mengakses PMM dan pemanfaatannya untuk mendukung pembelajaran inovatif yaitu untuk belajar, mengajar, dan berkarya. Kemudian masing - masing bagian saya kupas. Berikutnya Pak Ali menyampaikan materi tentang Sumber Belajar dan dilanjutkan oleh Bu Oktaria. 


Setelah semua pemateri menyampaikan materi pokoknya, selanjutnya guest speaker kedua yaitu DRB NTT 2020, Ibu Dewi menyampaikan motivasi dan apresiasi kepada kami yang hadir dalam kegiatan webinar. Ibu Dewi juga mengajak agar guru - guru memanfaatkan PMM dengan terlebih dahulu mengaktifkan akun belajar,id sebelum tanggal 30 Oktober, karena ke depannya semua aplikasi guru seperti SIM PKB, dll, hanya bisa diakses melalui PMM dan tentunya untuk bisa masuk ke PMM perlu akun belajar.id. 

Secara keseluruhan kegiatan webinar dalam rangka diseminasi implementasi pembelajaran inovatif yang terintegrasi dengan Rumah Belajar dan PMM dapat diselenggarakan dengan baik dan lancar. Saya pun merasa lega karena dapat berbagi serta berkolaborasi dengan SRB dari satu provinsi yaitu NTT. 

Point Smart 14 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Belajar, Mengajar, dan Berkarya 

Berikut ini adalah vlog Smart 14: 


Theresia Sri Rahayu

Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022 #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022

Smart 13: Diseminasi Pembelajaran Inovatif Model SOLE Terintegrasi Rumah Belajar dan PMM Pada Kasek dan Guru SMP Rakyat Parewa Tana

 

Foto Kegiatan Diseminasi Rumah Belajar 
di SMP Rakyat Parewa Tana

Salam Rumah Belajar 

Halo Sahabat Rumah Belajar, bagaimana dengan rencana week endnya? Apalagi hari Sabtu, 29 Oktober ini adalah hari kejepit nasional di mana hari Jumat kemarin libur, Minggu libur, dan Senin juga kalau di daerah kami libur karena ada perayaan Hari Reformasi bagi umat beragama Kristen Protestan. 

Jika Sahabat Rumah Belajar menghabiskan waktu untuk jalan - jalan saat week end, maka saya sebagai Sahabat Rumah Belajar menghabiskan waktu berkeliling menuju sekolah - sekolah lain untuk melaksanakan diseminasi. Beberapa waktu yang lalu saya juga sempat menghubungi sekolah - sekolah untuk melaksanakan diseminasi namun ada sekolah yang berhalangan karena di hari Sabtu ini mereka juga ada agenda lain yang harus dilaksanakan. 

Sehingga, saya pun tetap berjalan mencari sekolah yang dapat saya kunjungi. Dari SDM Waibakul, saya mengarah ke bagian selatan kurang lebih 2 km yaitu SDN Laimajori namun ketika sampai di sana, saya mendapati sekolah sudah kosong. Kemudian dari SDN Laimajori saya mengarahkan kendaraan ke SDM Tama Au yang berjarak sekitar 7 km dari lokasi SDN Laimajori. Sampai di sana pun sekolah sudah sepi, walaupun saat itu masih sekitar Pukul 11.00 Wita. Ternyata ada beberapa penyebabnya yaitu kesibukan sekolah dalam persiapan ANBK gelombang 3, urusan pesta dan urusan duka. 

Dengan berat hati, saya pun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, saya mencoba menghubungi Kepala SMP Rakyat Parewa Tana yang sempat saya hubungi sebelumnya terkait rencana diseminasi ini. Kemudian beliau menceritakan bahwa saat itu guru - guru sudah mau pulang karena sudah siang. Jadi saya minta waktu sekitar 15 - 20 menit saja untuk bertemu dengan guru - guru. Dan akhirnya beliau mengizinkan. 

Saya pun bergegas menuju ke SMP Rakyat yang berjarak sekitar 5 km dari rumah. Kemudian saya mendapati kepala sekolah dan guru - guru di ruang kantor guru. Kami pun berkumpul dan saya mulai melakukan diseminasi. Kebetulan salah satu guru SMP Rakyat adalah orang tua siswa di sekolah lama saya yaitu di SDN Waihibur. Sekarang siswa saya itu sudah SMP dan bersekolah di SMP Rakyat juga Kelas VII. 

Jadi saya mengingatkan kembali kepada guru tersebut untuk terus menggunakan aplikasi Rumah Belajar yang ternyata masih terinstal di HP nya. Guru - guru yang lain pun sambil menyimak pemaparan, melihat brosur yang telah saya siapkan dan tidak begitu sulit untuk menjelaskan mengenai fitur utama serta fitur pendukung dari Rumah Belajar kepada para guru tersebut karena guru - guru di SMP relatif lebih terbiasa menggunakan alat - alat TIK dan memanfaatkan berbagai aplikasi pembelajaran. 

Secara umum kegiatan diseminasi dalam waktu singkat ini sudah terlaksana dengan baik hanya ketika hendak merekam, baterai HP saya lowbat sehingga hanya bisa mengambil foto dokumentasi kegiatan. Tapi yang terpenting adalah guru - guru dapat mengenal dan memanfaatkan Rumah Belajar melalui penjelasan yang saya sampaikan tadi dan mereka pun sudah dibekali dengan informasi yang terdapat pada brosur Rumah Belajar. 

Point Smart 13 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk hal yang bermanfaat. 

Berikut ini adalah beberapa foto dokumentasi kegiatan diseminasi di SMP Rakyat Parewa Tana: 






Theresia Sri Rahayu

Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022 #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022

Smart 12: Diseminasi Pembelajaran Inovatif Model SOLE Terintegrasi Rumah Belajar dan PMM Pada Kasek dan Guru SDM Waibakul

 

Foto Bersama Guru - Guru SDM Waibakul
Setelah Melakukan Diseminasi


Salam Rumah Belajar 

Sahabat Rumah Belajar, setiap kesempatan baik tidak pernah datang dua kali, benar bukan? Oleh karena itu jangan pernah sia - siakan kesempatan yang ada di depan mata. Hal ini pula yang saya lakukan pada hari Sabtu, 29 Oktober 2022 kemarin. 

Setelah saya pulang dari SDN Anakalang, saya melihat beberapa orang guru di SDM Waibakul sedang duduk - duduk di depan koridor sekolah. Lalu saya pun membelokkan arah kendaraan dan parkir di halaman sekolah. Walaupun sebetulnya tidak direncanakan namun karena melihat kesempatan yang ada, maka saya pun tidak mau menyia - nyiakannya. 

Saay segera turun dari motor dan mengajak salah satu guru untuk berkomunikasi sambil saya menyampaikan maksud dan tujuan saya singgah di sekolah mereka. Kebetulan saat itu menurut informasi yang saya peroleh, kepala sekolah sedang sakit sehingga saya hanya berkomunikasi dengan salah satu guru di sekolah tersebut. 

Saya pun diajak masuk ke salah satu ruangan kelas dan guru tersebut memanggil teman - teman guru yang lain untuk bersama - sama mengikuti diseminasi ini. 

Saya merasa sangat senang karena dapat diterima oleh teman - teman guru di sekolah ini, walaupun saat itu waktunya terbatas karena mereka harus segera pergi melayat ke tempat duka karena ada suami salah seorang guru dari sekolah lain yang meninggal dunia. 

Dalam waktu singkat saya membagikan brosur sambil menjelaskan tentang praktik baik pembelajaran yang saya lakukan terutama dengan mengintegrasikan Rumah Belajar dan PMM. Memang saat itu belum ada tanggapan dari para guru karena situasi dan kondisi yang terjadi, Namun sepintas saya melihat para guru juga tertarik untuk mencoba model pembelajaran inovatif seperti yang saya sampaikan karena kaitannya dengan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). 

Point smart 12 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Jangan pernah menyia - nyiakan kesempatan yang ada. 

Berikut ini adalah Vlog Smart 12: 



Theresia Sri Rahayu

Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022 #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022

Smart 11: Diseminasi Pembelajaran Inovatif Model SOLE Terintegrasi Rumah Belajar dan PMM Pada Kasek dan Guru SDN Anakalang



Foto Bersama Guru - Guru SDN Anakalang
Setelah Melakukan Diseminasi

Salam Rumah Belajar

Halo Sahabat Rumah Belajar, bagaimana kabarnya? Pasti Sahabat Rumah Belajar penasaran ada cerita apa lagi kali ini dalam rangka diseminasi Implementasi Pembelajaran Inovatif yang mengintegrasikan portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar. 

Pada artikel ini pertama - tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pembaca setia blog Cikgu Tere ini kemudian saya juga ingin berterima kasih kepada Pusdatin Kemdikbudristek yang telah memberikan kesempatan kepada saya sebagai Sahabat Rumah Belajar NTT Tahun 2022 untuk terlibat dalam berbagai kegiatan berbagi dan berkolaborasi pada Pembatik Level 4 ini. 

Saya juga berterima kasih kepada para Duta Rumah Belajar NTT dan Duta Rumah Belajar dari daerah lain yang sudah memberikan bimbingan serta motivasi yang meringankan langkah kami dalam berkolaborasi melalui berbagai kegiatan diseminasi baik secara tatap muka maupun tatap maya melalui webinar. 

Semua bentuk dukungan dan motivasi ini sangat berarti bagi saya secara pribadi sehingga pada hari Sabtu kemarin, tanggal 29 Oktober 2022, saya tetap menjalankan tugas saya untuk mengunjungi beberapa sekolah yang ada di Kab. Sumba Tengah dalam rangka diseminasi. 

Sekolah yang saya datangi pertama adalah SDN Anakalang. Di sekolah ini saya disambut dengan hangat oleh para guru. Mereka juga sudah menyiapkan ruang kelas untuk diseminasi lengkap dengan in fokus dan layar yang sudah terpasang. Saya merasa terharu dengan perhatian yang mereka berikan. Hal ini merupakan bentuk dukungan bagi saya sebagai Sahabat Rumah Belajar. 

Sama halnya dengan beberapa sekolah yang saya datangi, saya pun menyampaikan diseminasi terkait dengan praktik baik pembelajaran yang saya lakukan bersama dengan siswa kelas IV di sekolah saya yaitu menerapkan model pembelajaran inovatif SOLE yang diintegrasikan dengan Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar (PMM). 

Guru - guru juga tampak asyik menyimak pemaparan yang saya lakukan sambil sesekali mencatat point penting seperti cara mengakses Rumah Belajar dan fitur - fitur utama serta fitur pendukung dalam Portal Rumah Belajar. Selain itu saya juga menyampaikan informasi terkait akun belajar.id yang harus segera diaktifkan sebelum tanggal 30 Oktober 2022. 




Di akhir diseminasi, kami pun menyempatkan untuk berfoto bersama sekaligus untuk dokumentasi kegiatan. Terima kasih koordinasi yang baik serta dukungannya bagi saya, Bapak/Ibu guru dan Kepala SDN Anakalang. Mari terus optimalkan bantuan - bantuan pemerintah terutama alat - alat TIK agar dapat lebih bermanfaat terutama bagi siswa. 

Point Smart 11 bagi saya dalam kegiatan ini adalah: Buatlah rencana apa yang akan dilakukan dan lakukanlah apa yang sudah direncanakan. 

Berikut ini adalah vlog Smart 11: 



Theresia Sri Rahayu

Sahabat Rumah Belajar NTT 2022

#PusdatinKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2022 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022 #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK #PembatikNTT2022 #SRBNTT2022